Laporan Golden Finance menyebutkan bahwa penelitian akademis terbaru menunjukkan bahwa meskipun Bitcoin sering disebut sebagai emas digital dan memiliki karakteristik kelangkaan dan desentralisasi, saat ini belum dapat sepenuhnya menggantikan emas sebagai alat penyimpan nilai. Penelitian menemukan bahwa Bitcoin menunjukkan volatilitas yang tinggi, yang tidak konsisten dengan perilaku aset safe haven tradisional, lebih menyerupai aset spekulatif. Profesor keuangan di Birmingham Business School, Andrew Urquhart, menunjukkan bahwa Bitcoin mungkin lebih baik dari emas sebagai alat hedging dalam jangka pendek, tetapi kurang memiliki rekam jejak sejarah, stabilitas, dan ketahanan yang teruji oleh krisis yang dimiliki emas. Dengan meningkatnya investasi institusi dan matangnya pasar, Bitcoin mungkin secara bertahap berkembang menjadi aset yang lebih mirip emas, tetapi saat ini keduanya lebih bersifat saling melengkapi daripada saling menggantikan.