
Harmony (ONE) pernah dipandang sebagai proyek blockchain yang menjanjikan, berkat skalabilitas tinggi dan biaya transaksi rendah yang ditawarkannya untuk mengatasi kemacetan Ethereum. Namun, belakangan Harmony menghadapi tantangan besar yang menyebabkan harga token dan sentimen pasar anjlok tajam. Kendala ini muncul dari sejumlah faktor saling terkait yang secara bersamaan melemahkan kepercayaan investor dan minat pengembang.
Salah satu permasalahan utama Harmony adalah lambatnya pengembangan ekosistem. Meski sejak awal fokus membangun blockchain dengan finalitas cepat dan biaya rendah, Harmony belum mampu menarik cukup banyak pengembang untuk membentuk ekosistem aplikasi terdesentralisasi (dApp) yang kokoh. Platform pesaing seperti Ethereum, Solana, dan Avalanche berhasil merebut perhatian mayoritas pengembang, sehingga Harmony tertinggal.
Pertumbuhan ekosistem yang terbatas berdampak langsung pada utilitas token ONE. Tanpa jaringan dApp, platform DeFi, dan pasar NFT yang aktif, Harmony tidak mampu memberikan nilai guna yang cukup untuk mendorong adopsi berkelanjutan dan menjaga stabilitas harga. Minimnya kasus penggunaan ini menciptakan efek lingkaran negatif: semakin sedikit dApp, permintaan token makin rendah, sehingga pengembang baru juga enggan bergabung ke platform.
Titik balik penting bagi Harmony terjadi pada Juni 2022, ketika cross-chain bridge milik mereka dieksploitasi dalam serangan yang mendapat sorotan luas. Jembatan tersebut, yang dirancang untuk transfer aset antara Harmony dan blockchain lain, dibobol hingga terjadi kerugian sekitar USD 100 juta dalam aset kripto. Insiden keamanan ini sangat meruntuhkan kepercayaan investor dan memperlihatkan kelemahan serius di infrastruktur Harmony.
Besar kecilnya serangan dan lambatnya pemulihan menyebabkan reputasi Harmony terdampak lama. Di industri blockchain, di mana keamanan sangat krusial, insiden seperti ini menuntut respons cepat dan transparan untuk memulihkan kepercayaan pengguna. Kasus Harmony menunjukkan betapa sulitnya mengembalikan kepercayaan setelah pelanggaran keamanan besar, karena keraguan atas ketahanan infrastruktur bisa bertahan lama meski masalah teknis sudah diatasi.
Sektor blockchain makin kompetitif, dengan banyak proyek menawarkan solusi setara atau bahkan lebih baik daripada nilai tambah awal Harmony. Ethereum telah melakukan upgrade besar, termasuk beralih ke Proof of Stake, sementara Solana, Avalanche, dan Polkadot terus mendorong batas skalabilitas, keamanan, dan interoperabilitas. Para pesaing ini mendapatkan keuntungan dari komunitas pengembang yang lebih besar dan ekosistem yang lebih matang.
Keunggulan Harmony sebagai blockchain alternatif yang cepat dan skalabel kini memudar, seiring jaringan lain mencapai performa serupa. Kini banyak platform menawarkan throughput tinggi dan biaya rendah, dengan efek jaringan yang kuat dan basis pengembang mapan, sehingga keunggulan Harmony terkikis. Pasar pun melihat Harmony sebagai salah satu opsi biasa, bukan solusi yang menonjol.
Token ONE terus melemah nilainya sejak awal 2022, selaras dengan skeptisisme pasar atas prospek Harmony. Penurunan ini erat kaitannya dengan masalah keamanan yang berlarut, pengembangan ekosistem yang lamban, dan persaingan yang makin sengit. Kondisi pasar bearish sangat menekan proyek yang dinilai kurang inovasi atau performa.
Pemegang ONE semakin khawatir akan prospek jangka panjang proyek ini, khususnya karena tidak ada katalis utama selama fase pemulihan pasar. Tanpa alasan yang kuat untuk membangkitkan minat investor, Harmony sulit mendapatkan momentum atau menarik modal baru yang signifikan.
Harmony berada di persimpangan penting yang menuntut reset strategi secara menyeluruh. Proses pemulihan harus dimulai dengan memperkuat infrastruktur keamanan dan program agresif untuk menarik pengembang, sehingga ekosistem makin solid. Roadmap yang transparan dan ambisius dengan rencana inovasi konkret sangat diperlukan untuk mengembalikan kepercayaan seluruh pemangku kepentingan. Meski tantangannya besar, eksekusi yang tepat dapat membawa Harmony kembali bangkit dan relevan di industri blockchain yang terus berkembang. Pertanyaan utama: Apakah Harmony (ONE) masih didukung dan mampu mempertahankan eksistensinya di pasar?
Harmony One mengalami banyak anggota tim yang keluar dan pengelolaan dana yang kurang optimal. Proyek ini kehilangan momentum dan tidak mampu memenuhi target awalnya.
Harmony One terus melakukan pengembangan dengan peningkatan teknologi yang berjalan. Prospek menunjukkan proyek ini bisa perlahan stabil seiring peningkatan adopsi dan pertumbuhan ekosistem dApp.
Harmony One tidak ditutup. Jaringan sempat mengalami downtime sementara pada Januari 2022 akibat masalah sinkronisasi blok, namun tetap beroperasi penuh dan aktivitasnya masih berjalan.











