Penulis: Fenrir, Kota Kripto
Uji Coba Bank Mega dan Perbandingan Pengiriman Uang Internasional Menggunakan Bank dan Stablecoin Apakah stablecoin akan menggantikan sistem pengiriman uang lintas negara tradisional? Ini adalah topik yang terus menjadi perhatian di pasar keuangan. Pada 10 Maret, Chairman Mega Financial Holding dan Bank Mega, Dong Rui Bin, mengumumkan hasil uji coba yang dilakukan melalui jaringan cabang internasional Mega Bank, membandingkan efisiensi dan biaya pengiriman uang tradisional dengan transaksi stablecoin. Pengujian ini mencakup 17 negara dan 25 cabang luar negeri. Bank Mega menugaskan staf cabang luar negeri untuk membuka rekening atas nama pribadi di bank lokal dan bursa aset virtual resmi, lalu membeli stablecoin dolar AS $USDT melalui bursa tersebut. Setiap kali mengirimkan 50 $USDT ke bursa BitoPro di Taiwan, kemudian membandingkan proses ini dengan pengiriman uang internasional melalui bank. Hasil pengujian menunjukkan bahwa, dalam pengiriman uang lintas negara dengan jumlah kecil, stablecoin memang memiliki keunggulan dari segi kecepatan dan biaya tertentu. Tetapi, ketika jumlah pengiriman melebihi sekitar 7.000 dolar AS, sekitar 200.000 TWD, biaya pengiriman melalui bank tetap lebih kompetitif secara keseluruhan. Dong Rui Bin menyatakan bahwa sistem keuangan tradisional tidak semudah yang dipandang sebagian pasar untuk digantikan. Bank tetap memiliki infrastruktur lengkap dalam hal penyelesaian dana, pengelolaan kepatuhan, dan layanan pelanggan.
Pengiriman Uang Kecil dengan Stablecoin Lebih Cepat, Transaksi Besar Lebih Murah di Bank Hasil perbandingan dua metode pengiriman uang internasional oleh Mega Bank menunjukkan bahwa stablecoin memiliki keunggulan yang jelas dalam hal kecepatan. Pengiriman lintas negara menggunakan stablecoin biasanya selesai dalam sekitar 20 menit. Sebaliknya, pengiriman melalui sistem SWIFT biasanya memakan waktu sekitar 2 jam. Dari segi biaya, transaksi stablecoin biasanya dikenai biaya tetap sekitar 1~2 $USDT, ditambah biaya transaksi sekitar 0,2%. Pengiriman uang internasional melalui bank meliputi biaya tetap sebesar 300 TWD dan biaya pengiriman sebesar 0,05% dari jumlah transfer, sehingga total biaya berkisar antara 420 hingga 1.100 TWD, dengan batas maksimum biaya. Karena transaksi stablecoin menggunakan mekanisme biaya proporsional, semakin besar jumlah pengiriman, semakin tinggi biaya yang dikenakan. Ketika jumlah pengiriman mencapai sekitar 7.000 dolar AS atau lebih dari 200.000 TWD, biaya pengiriman melalui bank justru lebih rendah daripada stablecoin. Dong Rui Bin menambahkan bahwa untuk pelanggan perusahaan, bank biasanya menanggung sebagian biaya pengiriman, sehingga dalam pengiriman uang lintas negara dalam jumlah besar, bank tetap memiliki keunggulan biaya yang lebih nyata.
Pembatasan Regulasi di Berbagai Negara, Pengujian Stablecoin Terkendala Pengujian juga menunjukkan bahwa pengiriman uang lintas negara menggunakan stablecoin masih menghadapi banyak batasan di bawah pengawasan regulasi global. Dari 25 cabang luar negeri, 13 tidak dapat menyelesaikan pengujian stablecoin lintas negara. Penyebab utamanya meliputi belum dibukanya perdagangan stablecoin di negara tersebut, kurangnya penerbit resmi, atau bursa hanya mengizinkan sebagian stablecoin untuk diperdagangkan.
Kegunaan Stablecoin Masih Perlu Dijelaskan, Bank Tekankan Pengawasan yang Adil Pengujian oleh Bank Mega juga membandingkan situasi pengiriman uang domestik di Taiwan. Dalam transfer domestik, biasanya proses selesai dalam 2 menit, dan biaya administrasi dari bank adalah 0 TWD, sedangkan biaya antar bank sekitar 15 TWD. Meskipun pengiriman stablecoin juga dapat diselesaikan dalam waktu singkat, tetap harus membayar sekitar 2 USDT dan biaya transaksi, sehingga biayanya lebih tinggi daripada transfer bank. Dong Rui Bin menyatakan bahwa infrastruktur pembayaran di Taiwan sudah cukup matang, dan efisiensi serta biaya pengiriman domestik memiliki keunggulan. Oleh karena itu, aplikasi nyata stablecoin dolar Taiwan masih perlu dipertimbangkan lebih lanjut. Dia juga menegaskan bahwa jika industri stablecoin berkembang di masa depan, penerbit harus mematuhi standar regulasi yang sama dengan bank, termasuk anti pencucian uang, anti terorisme, dan KYC (Kenali Pelanggan). Hanya dengan standar regulasi yang seragam, persaingan di pasar keuangan akan tetap adil. Selain itu, pengiriman uang lintas negara menggunakan stablecoin masih melibatkan selisih kurs, biaya transfer antar rantai, kemudahan penukaran kembali ke fiat, dan pelaporan valuta asing. Dong Rui Bin menyatakan bahwa stablecoin memang memiliki potensi dalam transaksi kecil lintas negara, tetapi untuk transaksi besar dan layanan keuangan perusahaan, sistem perbankan tradisional tetap memiliki keunggulan yang jelas.