2 Triliun Dollar Gelembung Pecah? Reuters: Krisis Kredit Swasta Meluas ke Wall Street, Bank Mendesak Tarik Dana, Dana Batasi Penebusan

動區BlockTempo

Skala pasar Kredit Swasta (Private Credit) yang mencapai 2 triliun dolar AS sedang menunjukkan keretakan besar, tekanan resmi menyebar ke Wall Street. Seiring meningkatnya tingkat gagal bayar perusahaan dan keraguan terhadap transparansi penilaian, beberapa dana besar mulai membatasi penarikan investor, dan bank-bank besar di AS juga memperketat pinjaman kepada lembaga kredit swasta, bersiap menghadapi potensi efek sistemik yang meluas.

(Latar belakang: IMF memperingatkan: Kredit Swasta menjadi kekhawatiran besar “40% peminjam memiliki arus kas negatif”, bank menjadi bom waktu berikutnya?)

(Tambahan latar belakang: Papa Kaya memperingatkan akan datangnya kehancuran terbesar dalam sejarah tahun 2026! Menyebut BlackRock sebagai skema Ponzi, menyerukan “kurangi makan satu hari” dan beli Bitcoin, perak)

Daftar Isi Artikel

Toggle

  • Gagal bayar perusahaan berturut-turut, “kotak hitam” penilaian dipertanyakan
  • Dana membatasi penarikan, bank-bank Wall Street buru-buru “menutup payung saat hujan”
  • Risiko eksposur hampir 1 triliun dolar! Efek sistemik yang meluas menjadi kekhawatiran

Selama ini dianggap sebagai alternatif pembiayaan bank tradisional, pasar Kredit Swasta yang berukuran hingga 2 triliun dolar sedang menghadapi ujian tekanan terberat dalam beberapa tahun terakhir. Menurut laporan terbaru dari Reuters pada 16 Maret, kekeringan likuiditas dan tekanan gagal bayar yang sebelumnya tersembunyi di pasar swasta kini resmi menyentuh inti Wall Street, memicu kewaspadaan tinggi dari investor institusional.

Gagal bayar perusahaan berturut-turut, “kotak hitam” penilaian dipertanyakan

Krisis ini dipicu oleh beberapa kebangkrutan perusahaan yang menjadi perhatian. Termasuk kebangkrutan pemasok suku cadang mobil First Brands dan dealer mobil Tricolor, yang menyebabkan kerugian besar bagi lembaga kredit swasta yang memegang saham besar di perusahaan tersebut.

Peristiwa gagal bayar ini tidak hanya menyebabkan kerugian modal nyata, tetapi juga mematahkan mitos penilaian yang telah lama di pasar kredit swasta. Karena aset kredit swasta tidak memiliki likuiditas pasar terbuka dan penawaran harga secara real-time, nilai asetnya sering kali dinilai sendiri oleh manajer dana. Seiring memburuknya kondisi ekonomi, investor mulai mempertanyakan model penilaian yang tidak transparan ini, khawatir bahwa keuntungan di atas kertas hanyalah ilusi yang menutupi potensi piutang buruk.

Dana membatasi penarikan, bank-bank Wall Street buru-buru “menutup payung saat hujan”

Menghadapi tekanan penarikan yang semakin tinggi dan keraguan terhadap penilaian, beberapa dana besar kredit swasta telah mengaktifkan mekanisme perlindungan, mulai membatasi penarikan dana (capped withdrawals) dari investor untuk mencegah risiko likuiditas yang parah. Namun, langkah ini justru memperburuk suasana panik di pasar.

Sebagai penyedia utama dana pasar kredit swasta, bank-bank besar di Wall Street juga mencium bahaya, dan mulai melakukan langkah perlindungan diri seperti “menutup payung saat hujan”. Dipimpin oleh JPMorgan Chase, bank-bank ini baru-baru ini mulai menurunkan penilaian aset pinjaman kepada perusahaan kredit swasta dan secara substansial memperketat syarat pembiayaan berikutnya, memaksa lembaga swasta mengurangi preferensi risiko dan bersiap menghadapi lingkungan yang lebih keras.

Risiko eksposur hampir 1 triliun dolar! Efek sistemik yang meluas menjadi kekhawatiran

Kekhawatiran Wall Street bukan tanpa dasar. Meskipun kredit swasta sering dipandang sebagai “perbankan bayangan” (shadow banking), sistem keuangan tradisional sebenarnya sangat terlibat di dalamnya. Menurut data dari lembaga pemeringkat Moody’s, eksposur bank-bank AS terhadap potensi ledakan ini sangat besar:

  • Hingga Juni 2025, total pinjaman yang belum dibayar dari bank-bank AS kepada penyedia kredit swasta mendekati 300 miliar dolar.
  • Bank juga memberikan pinjaman sekitar 285 miliar dolar kepada dana ekuitas swasta.
  • Selain itu, mereka memiliki komitmen pinjaman yang belum digunakan sebesar 340 miliar dolar.

Ini berarti, jika pasar kredit swasta mengalami gagal bayar besar-besaran atau ledakan berantai, eksposur risiko yang mendekati 1 triliun dolar ini sangat mungkin memicu efek berantai yang meluas ke seluruh sistem keuangan AS.

CEO Apollo Global Management, Marc Rowan, baru-baru ini mengeluarkan peringatan keras, menyatakan bahwa dengan meningkatnya tingkat gagal bayar, industri kredit swasta pasti akan mengalami “pembersihan brutal”. Dalam situasi geopolitik yang semakin tegang dan efek samping dari suku bunga tinggi yang mulai terasa, selera investor terhadap kredit berisiko tinggi sedang menurun dengan cepat.

Lihat Asli
Penafian: Informasi di halaman ini dapat berasal dari pihak ketiga dan tidak mewakili pandangan atau opini Gate. Konten yang ditampilkan hanya untuk tujuan referensi dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Gate tidak menjamin keakuratan maupun kelengkapan informasi dan tidak bertanggung jawab atas kerugian apa pun yang timbul akibat penggunaan informasi ini. Investasi aset virtual memiliki risiko tinggi dan rentan terhadap volatilitas harga yang signifikan. Anda dapat kehilangan seluruh modal yang diinvestasikan. Harap pahami sepenuhnya risiko yang terkait dan buat keputusan secara bijak berdasarkan kondisi keuangan serta toleransi risiko Anda sendiri. Untuk detail lebih lanjut, silakan merujuk ke Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar