Silicon Valley sedang muncul sebuah elemen baru dalam negosiasi gaji. Fortune melaporkan bahwa CEO NVIDIA, Jensen Huang, dalam pidatonya di GTC 2026 menyatakan bahwa AI Token (satuan biaya dasar untuk memproses teks pada model bahasa besar) harus dimasukkan ke dalam sistem kompensasi insinyur, “berapa banyak Token dalam tawaranmu?” telah menjadi elemen baru dalam negosiasi perekrutan di Silicon Valley.
(Prakata: Teks lengkap pidato Jensen Huang di GTC 2026: Permintaan AI mencapai triliunan dolar, daya komputasi melonjak 350 kali lipat, OpenClaw mengubah setiap perusahaan menjadi AaaS)
(Latar belakang tambahan: Profesi paling dicari di era AI: apa itu Prompt Engineer? Gaji tertinggi mulai dari 7,5 juta yuan)
Berapa gajimu?
Pertanyaan ini, para insinyur di Silicon Valley sekarang mulai menambahkan satu pertanyaan lagi, yaitu, berapa kuota Token-mu?
Menurut Jensen Huang di panggung GTC 2026, sebuah tawaran gaji tahunan sebesar 300.000 dolar untuk insinyur teknologi, jika dilengkapi dengan kuota Token yang setara dengan setengah dari gaji tersebut, maka produktivitas insinyur bisa meningkat sepuluh kali lipat. Ini bukan sekadar kiasan, melainkan logika desain kompensasi yang sedang berlangsung.
“Jumlah Token yang menyertai posisi tertentu,” telah menjadi proyek negosiasi konkret antara headhunter dan insinyur saat membahas tawaran, seperti opsi saham yang dimasukkan ke dalam kontrak.
Satu Token kira-kira setara dengan 0,75 kata dalam bahasa Inggris, dan sekarang Token ini akan dicantumkan dalam slip gaji. (Tapi, bagaimana cara memungut pajaknya?)
Sejak tahun 2024, Sam Altman sudah mengemukakan konsep “Daya Komputasi Dasar Universal” (Universal Basic Compute) dalam podcast All-In. Ia membayangkan bahwa di masa depan, setiap “warga bumi” akan mendapatkan kuota daya komputasi GPT-7, yang bisa mereka gunakan sendiri, dijual di pasar, atau disumbangkan ke badan amal.
Ini terdengar seperti fiksi ilmiah, tetapi logikanya tidak rumit. Jika kecerdasan akhirnya mengalir seperti listrik, maka “kepemilikan daya komputasi” adalah sumber daya yang bisa didistribusikan.
Bulan ini, di BlackRock Infrastructure Summit, Sam Altman menjelaskan kembali logika ini. Ia menyatakan bahwa bisnis inti dari penyedia model AI adalah “menjual Token,” sama seperti perusahaan listrik menjual kWh, perusahaan air menjual liter, dan biaya dihitung berdasarkan volume, tanpa pengecualian.
Dari sudut pandang ini, pernyataan Jensen Huang bahwa Token dimasukkan ke dalam slip gaji bukanlah kiasan aneh, melainkan bentuk subsidi biaya listrik bagi karyawan.