Penambangan Bitcoin kehilangan momentum pada bulan Maret karena semakin banyak penambang besar memindahkan kekuatan dan uang ke kecerdasan buatan. Tingkat hashrate jaringan baru-baru ini turun di bawah angka 1 zettahash per detik, menunjukkan penurunan yang jelas dalam kekuatan penambangan aktif.
Pada 20 Maret, tingkat kesulitan penambangan Bitcoin turun 7,76% menjadi 133,79 triliun. Itu menandai salah satu penyesuaian penurunan terbesar yang terjadi sejauh ini di tahun 2026. Pada saat yang sama, tingkat hashrate jaringan berkisar di antara 800-an exahash per detik hingga 900-an exahash per detik, menunjukkan bahwa semakin sedikit mesin yang secara aktif mengamankan jaringan.
Perlambatan ini terjadi karena para penambang menghadapi iklim bisnis yang jauh lebih sulit. Sejak halving 2024, hadiah telah menyusut sementara biaya operasional terus meningkat. Bagi banyak perusahaan, memproduksi satu bitcoin sekarang jauh lebih mahal daripada hasil penambangan saat ini. Akibatnya, beberapa operator mematikan peralatan lama, menjual cadangan bitcoin, dan mengurangi rencana ekspansi.
Alih-alih hanya bergantung pada penambangan kripto, banyak penambang industri kini melihat infrastruktur AI sebagai taruhan yang lebih baik. Kontrak komputasi berkinerja tinggi dapat memberikan pendapatan yang lebih stabil dan mengurangi paparan langsung terhadap fluktuasi harga Bitcoin. Secara sederhana, para penambang mengejar pendapatan yang lebih dapat diprediksi.
Beberapa perusahaan sudah melakukan langkah tersebut. Perusahaan yang memiliki akses ke pasokan energi besar, sistem pendingin, dan ruang pusat data berada dalam posisi yang kuat untuk mendukung beban kerja AI. Keunggulan ini menjadi semakin berharga dibandingkan hanya memiliki mesin penambangan yang efisien.
Alasan utama penambang beralih ke AI meliputi:
Bitcoin sendiri tidak dalam bahaya. Jaringan dapat menyesuaikan tingkat kesulitan secara otomatis, yang membantu menjaga produksi blok tetap stabil bahkan ketika penambang keluar. Namun, penurunan hashrate ini menunjukkan adanya pergeseran yang lebih besar dalam industri.
Perusahaan penambang tidak lagi hanya bersaing untuk memproduksi bitcoin. Mereka menjadi bisnis energi dan komputasi yang lebih luas. Oleh karena itu, penurunan hashrate terbaru mungkin lebih dari sekadar kemunduran jangka pendek. Ini bisa menjadi tanda paling jelas bahwa AI sedang mengubah masa depan infrastruktur digital.