Sekuritas tokenized kini menjadi pusat diskusi kebijakan di Amerika Serikat. Komite Layanan Keuangan DPR mengadakan sidang tentang masa depan aset tokenized.
Pada saat yang sama, Ondo Finance telah mengirimkan surat terbuka yang menyatakan bahwa sebagian besar infrastruktur yang sedang ditinjau sudah digunakan. Hal ini terjadi saat perusahaan keuangan besar terus memperluas produk investasi tokenized.
Pembuat kebijakan sedang meninjau bagaimana sekuritas tokenized cocok dengan sistem keuangan yang ada. Sidang ini mencerminkan minat yang meningkat dalam memodernisasi pasar menggunakan teknologi blockchain. Pejabat juga menilai bagaimana hukum yang berlaku saat ini diterapkan pada aset ini.
Washington mengejar ketertinggalan terhadap tokenisasi.
Komite Layanan Keuangan DPR mengadakan sidang hari ini tentang masa depan sekuritas tokenized.
Ondo telah mengirimkan surat terbuka kepada Komite yang menyatakan bahwa infrastruktur yang sedang diperdebatkan Kongres sudah ada.… pic.twitter.com/xBhNVsOzyD
— Ondo Finance (@OndoFinance) 25 Maret 2026
Dalam suratnya, Ondo Finance menyatakan bahwa aset tokenized sudah memenuhi standar kepemilikan hukum. Perusahaan menjelaskan bahwa kepemilikan diatur melalui kendaraan khusus yang sesuai regulasi. Ini memungkinkan token mewakili kepemilikan hukum dan manfaat.
Surat tersebut juga menyebutkan bahwa smart contract dapat mengotomatisasi pemeriksaan AML dan KYC. Ini mengurangi ketergantungan pada proses manual. Selain itu, akses global ke aset tokenized sudah aktif saat ini.
Ondo mengatakan platformnya sudah mendukung penyelesaian hampir instan untuk aset tokenized. Saat ini, mereka menawarkan akses ke lebih dari 250 saham dan ETF tokenized AS. Aset ini tersedia melalui dompet digital.
Platform ini beroperasi secara terus-menerus, memungkinkan pengguna untuk bertransaksi kapan saja. Ini berbeda dari pasar tradisional yang memiliki jam operasional tetap. Akses berkelanjutan memberikan fleksibilitas lebih bagi investor.
Ondo juga melaporkan kehadiran pasar yang kuat. Perusahaan menyatakan bahwa mereka memegang sekitar 60% pangsa pasar di segmen ini. Mereka juga melayani puluhan ribu pengguna dan telah memproses jutaan perdagangan Onchain.
Angka-angka ini disajikan sebagai bukti bahwa pasar tokenized sudah aktif. Perusahaan menggambarkan sistemnya sebagai contoh nyata infrastruktur keuangan modern.
Menurut Bloomberg, Franklin Templeton bermitra dengan Ondo Finance untuk meluncurkan versi tokenized dari lima ETF. Dana ini melacak saham, obligasi, dan emas, dan dirancang untuk investor yang menginginkan akses digital.
ETF tokenized ini akan diperdagangkan 24/7 dan dapat digunakan dalam sistem keuangan terdesentralisasi, sementara Ondo akan menyediakan likuiditas dan memegang aset dasar. Struktur ini memastikan setiap token didukung oleh saham nyata.
Franklin Templeton telah aktif dalam tokenisasi sejak 2021, dan dana BENJI-nya tetap menjadi salah satu produk treasury Onchain terbesar. Langkah terbaru ini memperluas perannya di pasar aset tokenized yang berkembang.
Tokenisasi menjadi topik utama dalam regulasi keuangan. Pembuat kebijakan kini meninjau bagaimana mengintegrasikan sistem ini ke dalam kerangka kerja yang ada. Sidang saat ini mencerminkan diskusi yang sedang berlangsung di Washington.
Sementara beberapa institusi sedang menguji program percontohan, yang lain sudah menjalankan platform secara langsung. Ondo menyatakan bahwa sistemnya menunjukkan bagaimana tokenisasi dapat bekerja secara praktis. Mereka juga menambahkan bahwa teknologi ini tidak memerlukan waktu pengembangan yang lama.
Perusahaan menyebutkan bahwa peluang bagi Amerika Serikat bersifat langsung. Mereka menyoroti akses global, penyelesaian yang lebih cepat, dan kepatuhan otomatis sebagai fitur utama. Elemen-elemen ini sudah berfungsi dalam sistem saat ini.