Pendle bergabung dengan perusahaan Wall Street untuk membahas aset yang ter-tokenisasi dan rencana Vietnam menjadi pusat keuangan internasional.
Pendle berpartisipasi dalam pertemuan tingkat tinggi di New York dengan Wakil Perdana Menteri Vietnam dan lembaga keuangan global terkemuka.
Deutsche Bank, Morgan Stanley, BlackRock, Franklin Templeton, dan Anchorage Digital hadir. Diskusi berfokus pada peluang untuk aset keuangan yang ter-tokenisasi dan potensi Vietnam sebagai pusat keuangan internasional.
**Baca juga: **
Vietnam Membuka Lisensi Pertukaran Kripto dengan Aturan Modal $400M
Vietnam sedang mempertimbangkan produk keuangan yang ter-tokenisasi seperti obligasi, ETF, dan kredit swasta.
Otoritas sedang mengevaluasi model yang diizinkan dan yang tidak diizinkan. Kerangka kerja ini bertujuan untuk mendukung ekosistem keuangan digital modern dan menarik investasi.
Pendle menekankan bakat negara ini dan kapasitas untuk mengadopsi solusi keuangan digital dengan cepat.
TN Lee, yang mewakili Pendle, menyoroti kesiapan Vietnam untuk mengembangkan pasar yang diatur namun inovatif.
Program sandbox juga direncanakan untuk menguji teknologi ini dengan aman.
Saya sangat terhormat bisa berada di ruangan itu di NYC, mewakili Pendle bersama beberapa lembaga keuangan terbesar di dunia dalam percakapan tentang masa depan keuangan Vietnam.
Vietnam memiliki bakat, selera untuk aset yang ter-tokenisasi, dan pemerintah yang secara aktif… https://t.co/CABcNlehBQ
— TN | PendleBoros (@tn_pendle) 29 Maret 2026
Pejabat mencatat pentingnya menggabungkan pengawasan regulasi dengan inovasi. “Vietnam sedang menciptakan kerangka kerja untuk mendukung keuangan yang ter-tokenisasi sambil menjaga keamanan,” kata seorang analis pasar. Inisiatif ini menunjukkan pergeseran menuju integrasi solusi berbasis blockchain.
Pertemuan ini mempertemukan perusahaan Wall Street terkemuka untuk membahas peta jalan keuangan Vietnam.
Deutsche Bank, Morgan Stanley, dan BlackRock mengeksplorasi peluang investasi dan layanan keuangan yang ter-tokenisasi. Franklin Templeton dan Anchorage Digital memberikan wawasan tentang infrastruktur blockchain dan manajemen aset digital.
Minggu lalu, @tn_pendle bertemu dengan Wakil Perdana Menteri Vietnam di New York, bersama Deutsche Bank, Morgan Stanley, BlackRock, Franklin Templeton, dan Anchorage Digital, untuk mengajukan kasus bagi Pusat Keuangan Internasional Vietnam.
Di antara delegasi lembaga keuangan global… pic.twitter.com/mOknZ0BRgE
— Pendle (@pendle_fi) 29 Maret 2026
Kolaborasi difokuskan pada bagaimana lembaga global dapat menyediakan keahlian, teknologi, dan modal.
Para peserta meninjau tata kelola, kepatuhan, dan efisiensi operasional dalam keuangan yang ter-tokenisasi. “Bank-bank global secara aktif mendukung pasar yang sedang berkembang untuk memungkinkan solusi keuangan yang aman dan dapat diskalakan,” kata salah satu peserta.
Lembaga juga mempertimbangkan bagaimana obligasi yang ter-tokenisasi, ETF, dan kredit swasta dapat terintegrasi dengan infrastruktur yang ada di Vietnam.
Diskusi menyoroti pentingnya pendidikan dan pelatihan untuk adopsi teknologi keuangan. Partisipasi perusahaan-perusahaan ini mencerminkan minat global yang berkembang dalam modernisasi keuangan Vietnam.
**Bacaan Terkait: **
Vietnam Bergerak untuk Memblokir Platform Kripto Luar Negeri, Menguji Pertukaran Domestik
Pendle menyoroti kemampuan negara ini untuk mengadopsi aset yang ter-tokenisasi dan layanan keuangan yang inovatif.
TN Lee berbicara tentang meningkatnya bakat dan kesiapan Vietnam untuk keuangan digital.
Delegasi menekankan bahwa negara ini dapat menarik investasi sambil mengikuti standar regulasi yang kuat.
Pejabat mendiskusikan bagaimana produk keuangan yang ter-tokenisasi dapat melengkapi pasar yang ada. Partisipasi Pendle mencerminkan pengakuan internasional terhadap Vietnam sebagai pusat potensial untuk keuangan modern.
Delegasi juga menekankan pentingnya membangun infrastruktur yang mendukung aset tradisional dan digital.
Wakil Perdana Menteri menunjukkan minat yang terus berlanjut dalam mengembangkan kerangka kerja untuk inovasi.
Kepemimpinan Vietnam sedang bekerja untuk menciptakan pusat keuangan internasional yang mengintegrasikan teknologi yang muncul sambil memenuhi standar global.