Berita Gate News: sejak awal tahun 2026, harga XRP mengalami volatilitas. Sejak awal tahun turun hampir 25%, mencapai titik terendah sekitar $1,16, lalu sempat pulih ke $1,60, namun sebagian besar waktu berada di kisaran $1,35 hingga $1,45. Meski perang Iran memicu ketidakpastian pasar, Bitcoin naik 8,3%, Ethereum naik 14,4%, dan kinerja XRP relatif lebih berhati-hati, hanya naik tipis 1,8%.
Analisis menyebutkan bahwa gejolak harga XRP mencerminkan pengaruh sentimen pasar jangka pendek, sementara permintaan jangka panjang dari level perusahaan dan institusi masih terus terakumulasi secara stabil. Misalnya, Ripple menguji stablecoin RLUSD dalam sandbox regulasi di Singapura untuk pembiayaan perdagangan lintas negara, bekerja sama dengan Unloq untuk mewujudkan otomatisasi pembayaran, serta menyelesaikan dana melalui ledger XRP. Ini menunjukkan bahwa mereka sedang memperkuat aplikasi tingkat institusi, bukan sekadar skenario pasar ritel.
Selain itu, Evernorth Holdings terus memperluas kemampuan manajemen aset XRP. Meski valuasi pasar tertekan, perusahaan tersebut tetap mendorong rencana go public melalui SPAC dan memanfaatkan imbal hasil dari cadangan XRP yang dimiliki. Ripple memperoleh izin layanan keuangan di Australia dan memperluas bisnisnya di Brasil, mencakup pembayaran, kustodian, dan manajemen dana, sehingga menyediakan infrastruktur kepatuhan untuk pasar Asia-Pasifik dan Amerika Latin.
Dalam hal prediksi harga, algoritma CoinCodex menunjukkan bahwa XRP diperkirakan mencapai puncak $1,68 pada bulan Juni, dan berpeluang menembus $2,21 pada bulan Oktober. Potensi kenaikan sepanjang tahun dinilai cukup besar, namun jangka pendek masih sensitif terhadap berita terkait perang. Seiring aplikasi institusional dan infrastruktur kepatuhan terus maju, XRP berpeluang secara bertahap menyerap permintaan pasar dalam beberapa bulan ke depan dan secara perlahan membentuk tren kenaikan.
Secara keseluruhan, meskipun XRP menghadapi volatilitas harga yang dipicu perang, nilai jangka panjang dan ruang kenaikan potensial tetap menarik berkat adopsi institusi dan pembangunan infrastruktur. Investor perlu memperhatikan interaksi antara volatilitas jangka pendek dan kebutuhan jangka menengah–panjang.