Bitcoin memasuki April 2026 dalam tekanan, dan angka-angka yang sudah ada menceritakan kisah yang sulit. Setelah mencapai sekitar $126.000 pada Oktober 2025, harga BTC telah turun menjadi sekitar $66.500. Pergerakan itu disertai kerugian 23% pada Q1, yang menandai awal tahun terburuk sejak 2018. Fear and Greed Index juga jatuh menjadi 8, yang menempatkan pasar jauh di wilayah ketakutan ekstrem.
Latar belakang itu menyiapkan panggung untuk pertanyaan serius. Apa yang terjadi pada harga XRP jika Bitcoin tidak berhenti di sini dan malah jatuh lebih jauh menuju $45.000?
Analis dari Austin Hilton menjelaskan bahwa pergerakan dari $66.000 ke $45.000 berarti penurunan sekitar 32% pada harga BTC. Angka itu mungkin terlihat sangat berat pada pandangan pertama, tetapi sejarah menunjukkan bahwa Bitcoin telah mengalami penurunan serupa dalam siklus-siklus sebelumnya.
Jenis penurunan ini biasanya menandakan likuiditas meninggalkan pasar. Bitcoin memiliki dominasi mendekati 58% di seluruh kripto, jadi arah BTC sering menentukan bagaimana aset lain berperilaku. Saat harga BTC turun tajam, kapital cenderung keluar tidak hanya dari Bitcoin tetapi juga dari altcoin seperti XRP.
Hubungan itu adalah kunci untuk memahami mengapa harga XRP tidak akan tetap stabil dalam skenario tersebut.
Austin Hilton menjelaskan bahwa XRP menunjukkan kecenderungan bergerak lebih agresif daripada Bitcoin selama kenaikan maupun penurunan. Data dari beberapa bulan terakhir menunjukkan bahwa Bitcoin turun sekitar 19% hingga 24% pada periode-periode tertentu, sementara harga XRP turun mendekati 25% hingga 29% pada rentang waktu yang sama.
Pola itu menunjukkan efek pengali. Ketika Bitcoin turun, XRP sering jatuh tambahan 5% hingga 10% di atas penurunan Bitcoin. Analis menggunakan hubungan ini untuk memperkirakan apa yang mungkin terjadi jika harga BTC mencapai $45.000.
Penurunan 32% pada Bitcoin bisa berarti penurunan harga XRP sebesar 35% hingga 50%. Rentang itu menempatkan XRP di suatu tempat antara $0,70 dan $0,85 berdasarkan level harga saat ini.
Analis menguraikan skenario ini menggunakan data yang digerakkan AI dari CoinMarketCap. Hasilnya sejalan dengan hubungan historis antara harga BTC dan harga XRP.
Jika Bitcoin jatuh ke $45.000, XRP bisa turun masuk ke rentang $0,70 hingga $0,85. Rentang ini tidak tetap, dan bergantung pada seberapa cepat likuiditas keluar dari pasar serta apakah ada perkembangan khusus XRP yang memberikan dukungan.
Ini Dia Harga Bittensor (TAO) Jika Menjadi “AWS dari AI Terdesentralisasi”_**
Austin Hilton mencatat bahwa penjualan ritel sering dipercepat pada momen-momen seperti ini. Pelaku institusional cenderung mempertahankan posisi lebih lama, namun penarikan ritel tetap dapat menciptakan tekanan penurunan yang tajam di seluruh altcoin.
Respons itu mengungkapkan sesuatu yang penting. Harga XRP tidak bergerak sendirian. Bitcoin menentukan lajunya, dan altcoin mengikuti dengan volatilitas yang diperbesar.
Analis mengaitkan potensi penurunan harga BTC ini dengan kondisi makro yang lebih luas. Harga minyak yang naik di atas $100, ketegangan geopolitik, dan ketidakpastian seputar rute perdagangan global semuanya berkontribusi pada lingkungan pasar saat ini.
Faktor-faktor ini memengaruhi likuiditas di pasar keuangan. Ketika ketidakpastian meningkat, kapital sering bergerak keluar dari aset berisiko. Kripto termasuk dalam kategori itu, itulah sebabnya baik harga BTC maupun harga XRP tetap berada di bawah tekanan.
Austin Hilton juga menyebutkan bahwa arus masuk ETF dan kejelasan regulasi dapat mengubah gambaran ini nanti di tahun ini. Potensi pergeseran itu bisa menciptakan permintaan yang lebih kuat, namun pasar belum mencapai titik tersebut.
Berapa Nilainya $1.035 di Hedera (HBAR) Dalam 10 Tahun (2036)?_**
Tahap berikutnya bergantung pada bagaimana Bitcoin berperilaku di dekat level saat ini. Jika harga BTC stabil di atas $60.000, XRP bisa menghindari kerugian yang lebih dalam dan diperdagangkan dalam kisaran yang lebih ketat. Jika Bitcoin menembus ke bawah menuju $45.000, harga XRP kemungkinan akan mengikuti dengan pergerakan yang lebih tajam ke bawah.
Itu membuat pasar berada pada momen kritis. Bitcoin telah menghadapi penurunan besar sebelumnya dan kemudian pulih, tetapi setiap siklus menguji seberapa lama investor bersedia untuk menunggu.