Ripple sedang memindahkan aset digital dari pinggiran keuangan perusahaan ke inti operasi treasury. Perusahaan mengumumkan pembaruan pada platform manajemen treasury-nya yang menambahkan kemampuan aset digital native, memungkinkan tim keuangan untuk menyimpan, melacak, dan mengelola kriptokurensi bersama saldo fiat tradisional dalam satu sistem.
Peningkatan ini memperkenalkan Digital Asset Accounts dan dasbor terpadu yang mengakumulasi saldo di seluruh rekening bank, penyedia kustodi, dan dompet on-chain. Hasilnya adalah visibilitas real-time terhadap kas dan aset digital, semuanya direkonsiliasi dalam antarmuka treasury Ripple, menurut perusahaan. Platform ini mendukung XRP dan Ripple USD (RLUSD), dengan saldo diperbarui secara real time dan dicatat berdampingan dengan transaksi fiat. API menghubungkan kustodian eksternal dan menyinkronkan aktivitas kembali ke dalam platform.
Ripple menekankan bahwa penyematan fungsionalitas aset digital langsung ke sistem treasury-nya mengurangi kebutuhan akan alat kripto terpisah, berpotensi memangkas rekonsiliasi manual dan pelaporan yang terfragmentasi lintas sistem perbankan dan kustodi. “Perubahan ini bertujuan menjadikan aset digital sebagai bagian inti dari operasi treasury,” kata Mark Johnson, chief product officer Ripple, seraya menyoroti use case seperti penyelesaian stablecoin dan yield atas kas menganggur.
Peluncuran ini mengikuti akuisisi Ripple bulan Oktober atas GTreasury senilai $1 miliar, kesepakatan yang menandakan dorongan strategis ke perangkat lunak treasury perusahaan. Perusahaan menggambarkan produknya sebagai sudah live untuk pelanggan dalam beta sebelum peluncuran yang lebih luas, dengan ketersediaan yang bervariasi menurut yurisdiksi tergantung kebutuhan regulasi dan geografi.
Poin-poin penting
Ripple menambahkan native digital asset accounts dan dasbor terpadu ke platform treasury-nya, memungkinkan visibilitas real-time atas saldo fiat dan kripto dalam satu sistem.
Platform mendukung XRP dan RLUSD, dengan pembaruan saldo live dan aktivitas on-chain yang direkonsiliasi bersama transaksi tradisional.
Fungsionalitas aset digital disematkan langsung ke dalam operasi treasury, berpotensi mengurangi ketergantungan pada alat kripto yang terpisah.
Fitur ini masih dalam beta dengan rollout bertahap berdasarkan yurisdiksi, menyusul akuisisi GTreasury Ripple senilai $1 miliar.
Treasury Ripple yang siap kripto dalam praktiknya
Integrasi aset digital ke dalam alur kerja treasury dirancang untuk menyederhanakan cara perusahaan mengelola likuiditas, settlement, dan operasi treasury. Dengan menampilkan XRP dan RLUSD berdampingan dengan saldo kas, para treasurer dapat mengeksekusi transaksi lintas-aset dan alur kerja persetujuan tanpa keluar dari platform. Pembaruan real-time memastikan tim treasury melihat posisi aset terbaru, sementara pelaporan terpadu membantu mengurangi fragmentasi di seluruh mitra perbankan, penyedia kustodi, dan dompet on-chain.
Dalam menjelaskan langkah tersebut, Mark Johnson dari Ripple membingkainya sebagai evolusi alami dari infrastruktur treasury. “Menjadikan aset digital sebagai bagian inti dari operasi treasury memungkinkan perusahaan mengelolanya bersama saldo tradisional sambil mendukung use case yang praktis seperti stablecoin settlement dan yield atas kas menganggur,” katanya kepada Cointelegraph.
Momentum strategis di balik pengaitan dengan GTreasury
Rilis produk ini sejalan dengan strategi perusahaan Ripple yang lebih luas setelah pembelian GTreasury bulan Oktober senilai $1 miliar. Ripple mengatakan produk treasury tersebut sudah dapat diakses oleh pelanggan terpilih dalam beta, dengan ketersediaan yang lebih luas bergantung pada pertimbangan regulasi dan geografi.
Fokus enterprise tersebut sesuai dengan pola yang lebih luas di sektor keuangan, di mana institusi mendorong agar aset digital dibawa ke infrastruktur keuangan arus utama, bukan dibiarkan terisolasi dalam sistem yang native kripto. Peralihan menuju kelas aset yang terintegrasi mencerminkan gelombang aktivitas institusional di seluruh pembayaran dan pasar modal, saat para praktisi mengeksplorasi bagaimana representasi yang ditokenisasi dapat menyederhanakan settlement dan kustodi.
Konteks industri yang lebih luas: aset digital menjadi bagian dari infrastruktur keuangan
Sebuah survei yang diterbitkan Ripple pada bulan Maret menemukan bahwa 72% dari lebih dari 1.000 pemimpin keuangan global percaya perusahaan harus menawarkan solusi aset digital untuk tetap kompetitif, menandakan pergeseran dari sekadar eksperimen menuju integrasi. Temuan tersebut menegaskan meningkatnya penekanan pada kustodi, keamanan, dan infrastruktur yang andal karena institusi mencari visibilitas end-to-end atas kripto dan fiat dalam satu platform.
Secara paralel, langkah lintas industri menggambarkan tren yang lebih luas menuju uang yang ditokenisasi dan settlement on-chain. Pada bulan Juli, Visa memperluas platform settlement-nya untuk mendukung stablecoin tambahan dan jaringan blockchain, dengan membangun penggunaan awalnya atas USDC untuk settlement pada 2021. JPMorgan memperluas akses ke token setoran JPM Coin pada bulan November, memungkinkan settlement real-time untuk klien institusional di jalur blockchain. Sementara itu, Securitize dan BNY Mellon mengumumkan rencana untuk menghadirkan aset yang ditokenisasi seperti collateralized loan obligations ke dalam jaringan on-chain. Perkembangan-perkembangan ini secara kolektif mencerminkan dorongan yang makin besar untuk menyematkan aset digital dalam infrastruktur keuangan tradisional, alih-alih memperlakukannya sebagai arena terpisah.
Seiring industri melangkah maju, kecepatan dan cakupan adopsi akan bergantung pada kejelasan regulasi dan kemampuan platform untuk memberikan alur kerja treasury yang aman, dapat diaudit, dan dapat diskalakan yang bisa beroperasi lintas yurisdiksi.
Pembaca sebaiknya memantau seberapa cepat pendekatan terintegrasi ini mendapatkan daya tarik di berbagai sektor dan wilayah, serta bagaimana regulator membentuk aturan untuk manajemen aset lintas batas dan settlement di ruang enterprise.
Artikel ini awalnya diterbitkan sebagai Ripple expands treasury platform to include digital asset support on Crypto Breaking News – your trusted source for crypto news, Bitcoin news, and blockchain updates.