Berita Gate News menyebutkan bahwa para pedagang Bitcoin saat ini sedang mengawasi ultimatum terakhir yang ditetapkan oleh Presiden AS Donald Trump pada Selasa pukul 20:00 waktu setempat, yang menuntut Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz; jika tidak, AS akan menyerang pembangkit listrik dan jembatan milik Iran. Harga Bitcoin saat ini bertahan di kisaran $68.000, dengan sentimen pasar yang sangat tegang; para investor mencari aset pelindung (safe haven) di tengah ketidakpastian.
Direktur Riset CF Benchmarks, Gabe Selby, mengatakan bahwa mata uang kripto adalah satu-satunya kelas aset di pasar global yang dapat mencerminkan ketegangan geopolitik secara real-time. Saat likuiditas menipis pada akhir pekan, Bitcoin pernah mengalami aksi jual lebih dari $200 juta, tetapi dalam waktu singkat dengan cepat pulih kembali ke level sekitar $69.000, menunjukkan kelincahannya selama peristiwa besar. Selby mengatakan bahwa mekanisme perdagangan Bitcoin yang berjalan 24/7 membuatnya menjadi aset pilihan ketika ada kabar terkait gencatan senjata di Timur Tengah.
Iran menolak rancangan gencatan senjata AS yang dimediasi Pakistan, dan mengajukan 10 langkah balasan, menuntut agar konflik di kawasan dihentikan, sanksi dicabut, serta berkomitmen untuk membangun kembali. Menjelang Paskah, Trump meningkatkan tekanan, dengan memperingatkan bahwa jika kesepakatan tidak tercapai, infrastruktur penting Iran berpotensi diserang sebelum tengah malam pada hari Rabu.
Ekonom Ed Yadni mengatakan bahwa hasilnya sulit diprediksi. Iran mungkin tunduk, atau menolak kompromi; atau Trump mungkin akan menunda lagi batas waktu terakhir tersebut, sementara risiko eskalasi perang tetap ada. Pasar sedang melakukan penetapan harga terhadap ketidakpastian ini, dan volatilitas Bitcoin menjadi indikator penting bagi investor untuk menilai arah situasi.
Seiring investor global menaruh perhatian pada gejolak geopolitik ini, perdagangan Bitcoin tetap aktif. Investor perlu mewaspadai risiko volatilitas harga, sekaligus memantau perkembangan perundingan antara Iran dan AS, untuk menilai potensi kebutuhan akan aset pelindung (safe haven) yang mungkin muncul di pasar.