Belakangan banyak yang tanya: Sebenarnya dompet apa yang paling aman untuk mengelola token Ethereum? Hari ini saya akan kupas tuntas kondisi asli dompet ERC-20 mainstream.
ERC-20 itu apa sih?
Singkatnya, ERC-20 adalah standar token di atas Ethereum. Seperti HTTP adalah protokol internet, ERC-20 mengatur aturan penerbitan, transfer, dan interaksi semua token. Standar ini memungkinkan ribuan token berjalan mulus di satu infrastruktur—mulai dari stablecoin hingga governance token semua mengacu pada aturan ini.
Karena ada standar yang sama, lahirlah banyak dompet yang kompatibel. Dompet-dompet ini dapat menyimpan, mengelola, dan berinteraksi dengan semua aset ERC-20.
Dompet ada tiga jenis, pahami bedanya
Dompet Hardware (Ledger Nano X, Trezor)
Private key disimpan offline, hacker tidak bisa sentuh
Transaksi harus dikonfirmasi di perangkat, ada lapisan keamanan tambahan
Cocok: untuk yang simpan aset besar, tidak masalah ribet
Dompet Software (MetaMask, MyEtherWallet)
Terpasang di komputer/ponsel, bisa dipakai kapan saja
Keamanan tergantung pengguna sendiri menjaga seed phrase
Cocok: pengguna aktif DeFi, NFT
Dompet Mobile (Trust Wallet, MetaMask Mobile)
Khusus smartphone, mudah diakses
Praktis tapi risikonya lebih tinggi
Cocok: sering mobile, tidak simpan dana besar
Perbandingan 7 Dompet: Mana Paling Oke?
MetaMask: Andalan pemain DeFi
Pengguna: 100 juta+ download, 30 juta pengguna aktif bulanan
Kekurangan: Hanya dukung EVM chain, tidak ada versi desktop
Cocok: Pemula yang ingin coba DeFi, dApp
Trust Wallet: Ekosistem paling lengkap
Dukung 65+ blockchain, aset paling beragam
DEX bawaan + banyak opsi staking
Kekurangan: Tidak ada 2FA & multisig, browser dApp di iOS dihapus
Cocok: Manajer aset multi-chain
Ledger Nano X: Standar tertinggi keamanan
Dukung 5500+ aset, hardware paling kuat
Koneksi Bluetooth, bisa untuk mobile
Harga $149, harus belajar cara pakai
Cocok: Dana besar, prioritas utama keamanan
MyEtherWallet: Open source lawas
Berdiri 2015, melewati masa ICO
Dukung ETH, ETC, BSC, Polygon
Bisa dApp, swap cross-chain, staking
Risiko: Rawan phishing, wajib cek URL
Cocok: Pengguna berpengalaman, disiplin keamanan
Exodus: Paling ramah pemula
Dukung 300+ koin, UI paling nyaman
Tersedia desktop, mobile, browser
Kekurangan: Tidak ada 2FA, multisig, fitur canggih
Cocok: Pemula yang ingin pengelolaan simpel
Trezor Model T: Raja hardware open source
1000+ koin, layar sentuh nyaman
Shamir Backup (backup terfragmentasi), U2F auth
Harga $179, tidak ada Bluetooth, tidak ada aplikasi iOS
Cocok: Sangat peduli privasi & transparansi open source
Coinbase Wallet: Jaminan platform besar
Non-custodial, private key di tangan sendiri
Terhubung mulus ke Coinbase Exchange
Kekurangan: Fitur keamanan DeFi kurang (tanpa 2FA, multisig)
Cocok: Pengguna Coinbase Exchange
Cara memilih? Lihat 4 poin ini
Prioritas keamanan?
→ Dana besar pakai Ledger/Trezor, dana kecil pakai MetaMask
Aset multi-chain?
→ Trust Wallet atau Exodus
Pengguna DeFi berat?
→ MetaMask atau MyEtherWallet
Pemula banget?
→ MetaMask (ekosistem luas) atau Exodus (UI user friendly)
Cara setup dompet yang benar
Contoh MetaMask (umumnya mirip):
Download dari situs resmi → Ekstensi Chrome atau aplikasi mobile
Buat dompet baru → Buat password kuat
Backup 12 kata seed phrase → Catat offline, jangan screenshot/unggah ke cloud
Verifikasi seed phrase → Input berurutan untuk validasi
Import ERC-20 → Cari nama token atau copy address kontrak
Selesai → Siap menerima/mengirim
Dompet hardware (contoh Ledger):
Beli + download aplikasi Ledger Live
Hubungkan via USB/Bluetooth → Set PIN
Catat 24 kata recovery phrase (simpan di brankas)
Instal aplikasi Ethereum
Tambah akun → Tanda tangan transaksi dengan perangkat
5 Aturan Emas Anti-Hack
✓ Password harus rumit & rutin diganti
✓ Aktifkan 2FA jika ada (Trust Wallet tidak support, Ledger punya U2F)
✓ Seed phrase wajib simpan offline (bisa ukir di plat besi, box tersegel, jangan di HP)
✓ Update software rutin (patch keamanan harus segera dipasang)
✓ Dana besar simpan di hardware wallet (private key offline tak terjamah hacker)
Penutup
Tahun 2025, pilih dompet itu bukan sihir—cuma soal keamanan, kemudahan, dukungan aset yang harus seimbang.
Kalau pemula, MetaMask adalah tiket masuk risiko terendah. Kalau dana miliaran, hardware wallet wajib. Kalau multi-chain player, Trust Wallet paling lengkap.
Intinya: Pilih dompet sesuai frekuensi pakai, jumlah aset, kemampuan teknis, bukan ikut-ikutan. Setelah dapat dompet, hal terpenting adalah jaga baik-baik seed phrase—itulah garis hidup asetmu.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Bagaimana cara memilih dompet ERC-20? Analisis perbandingan terlengkap tahun 2025
Belakangan banyak yang tanya: Sebenarnya dompet apa yang paling aman untuk mengelola token Ethereum? Hari ini saya akan kupas tuntas kondisi asli dompet ERC-20 mainstream.
ERC-20 itu apa sih?
Singkatnya, ERC-20 adalah standar token di atas Ethereum. Seperti HTTP adalah protokol internet, ERC-20 mengatur aturan penerbitan, transfer, dan interaksi semua token. Standar ini memungkinkan ribuan token berjalan mulus di satu infrastruktur—mulai dari stablecoin hingga governance token semua mengacu pada aturan ini.
Karena ada standar yang sama, lahirlah banyak dompet yang kompatibel. Dompet-dompet ini dapat menyimpan, mengelola, dan berinteraksi dengan semua aset ERC-20.
Dompet ada tiga jenis, pahami bedanya
Dompet Hardware (Ledger Nano X, Trezor)
Dompet Software (MetaMask, MyEtherWallet)
Dompet Mobile (Trust Wallet, MetaMask Mobile)
Perbandingan 7 Dompet: Mana Paling Oke?
MetaMask: Andalan pemain DeFi
Trust Wallet: Ekosistem paling lengkap
Ledger Nano X: Standar tertinggi keamanan
MyEtherWallet: Open source lawas
Exodus: Paling ramah pemula
Trezor Model T: Raja hardware open source
Coinbase Wallet: Jaminan platform besar
Cara memilih? Lihat 4 poin ini
Prioritas keamanan? → Dana besar pakai Ledger/Trezor, dana kecil pakai MetaMask
Aset multi-chain? → Trust Wallet atau Exodus
Pengguna DeFi berat? → MetaMask atau MyEtherWallet
Pemula banget? → MetaMask (ekosistem luas) atau Exodus (UI user friendly)
Cara setup dompet yang benar
Contoh MetaMask (umumnya mirip):
Dompet hardware (contoh Ledger):
5 Aturan Emas Anti-Hack
✓ Password harus rumit & rutin diganti ✓ Aktifkan 2FA jika ada (Trust Wallet tidak support, Ledger punya U2F) ✓ Seed phrase wajib simpan offline (bisa ukir di plat besi, box tersegel, jangan di HP) ✓ Update software rutin (patch keamanan harus segera dipasang) ✓ Dana besar simpan di hardware wallet (private key offline tak terjamah hacker)
Penutup
Tahun 2025, pilih dompet itu bukan sihir—cuma soal keamanan, kemudahan, dukungan aset yang harus seimbang.
Kalau pemula, MetaMask adalah tiket masuk risiko terendah. Kalau dana miliaran, hardware wallet wajib. Kalau multi-chain player, Trust Wallet paling lengkap.
Intinya: Pilih dompet sesuai frekuensi pakai, jumlah aset, kemampuan teknis, bukan ikut-ikutan. Setelah dapat dompet, hal terpenting adalah jaga baik-baik seed phrase—itulah garis hidup asetmu.