Pernahkah kamu berpikir, aktivitas sehari-hari seperti jalan kaki atau lari yang sangat biasa saja, sebenarnya bisa menghasilkan uang? Sweatcoin adalah salah satu contohnya—aplikasi yang mengubah aktivitas fisikmu menjadi aset digital.
Logika Inti Sangat Sederhana
Sweatcoin menggunakan GPS dan sensor ponsel untuk melacak langkah kakimu, setiap 1000 langkah ditukar dengan 0,95 Sweatcoin (mata uang virtual internal). Setelah itu, kamu bisa belanja di toko aplikasi, atau menghubungkan ke Sweat Wallet untuk menukar langkahmu menjadi token on-chain SWEAT, lalu melanjutkan transaksi atau staking di DEX.
Hingga Mei 2024, sudah ada lebih dari 120 juta pengguna di seluruh dunia, menghasilkan lebih dari 50 miliar token SWEAT. Angka ini artinya apa? M2E (Move to Earn—olahraga menghasilkan uang) benar-benar menarik banyak pengguna biasa masuk ke dunia Web3.
Tokenomics: Tekanan Inflasi Cukup Besar
Sejujurnya, mekanisme inflasi Sweatcoin cukup lumayan:
Tahap Awal (rilis September 2022): 1000 langkah = 1 SWEAT
Setelah 1 tahun: Menurun jadi 0,33 SWEAT/1000 langkah
Tahun ke-5: Turun lagi jadi 0,02 SWEAT/1000 langkah
Batas harian: Setiap pengguna maksimal bisa menghasilkan 5 SWEAT per hari (bisa dibuka lewat staking)
Tapi ada masalah di sini—seiring bertambahnya pengguna dan suplai token, menjaga nilai SWEAT akan sangat sulit. Model serupa juga dilakukan oleh STEPN, namun harga koin tetap tertekan. Inflasi selalu jadi masalah inti proyek M2E.
Sweatcoin vs STEPN: Mana yang Lebih Berkelanjutan?
Keduanya aplikasi M2E, tapi pendekatannya sangat berbeda:
Sweatcoin: Gratis, mudah diakses, cocok untuk pemula di dunia kripto; basis pengguna besar (120 juta); tapi tokenomics-nya mengkhawatirkan.
STEPN: Harus beli sepatu NFT untuk bisa menghasilkan uang, biaya masuk tinggi; punya sistem dua token (GST dan GMT), fungsi dan level lebih jelas; model pendapatan lebih kompleks tapi juga lebih mudah membentuk pasar sekunder.
Pilih yang mana? Tergantung tujuanmu—ingin coba Web3 tanpa risiko, pakai Sweatcoin; ingin terlibat lebih dalam dan siap menanggung risiko untuk cuan cepat, STEPN mungkin lebih cocok.
Skenario Penggunaan Nyata
Sweatcoin dan SWEAT terus memperluas skenario penggunaannya:
1. Toko Internal
Perlengkapan olahraga, produk elektronik, gift card
Brand besar seperti Apple, Audible, Headspace mendukung
Mirip mall poin reward, tapi pakai token kripto
2. Donasi Amal
Bisa donasi ke Save the Children, Cancer Research UK, dll.
Membuat Sweatcoin punya nilai sosial, menarik lebih banyak partisipan
3. Operasi DeFi
Staking SWEAT untuk yield
Trading di DEX
Rencana ke depan: pasar NFT dan tata kelola DAO
4. Kerja Sama Brand
Sudah lebih dari 600+ brand dan organisasi bergabung
Termasuk NHS Inggris (layanan kesehatan nasional)
Dukungan B2B seperti ini meningkatkan kepercayaan pengguna
Privasi dan Keamanan: Cara Sweatcoin Menangani
Hal yang paling dikhawatirkan pengguna adalah data lokasi dan data pribadi. Langkah yang diambil Sweatcoin:
Hanya mengumpulkan data yang diperlukan untuk menghitung langkah
Data dianonimkan, tidak dijual ke pengiklan
Menggunakan teknologi enkripsi untuk transfer dan storage
Algoritma verifikasi berlapis untuk mencegah kecurangan langkah palsu
Mendukung 2FA (otentikasi dua faktor)
Singkatnya, mereka bilang: “Kami cuma butuh langkahmu, yang lain tidak.” Ini masih cukup jujur.
Dari Sisi Investor: Risiko dan Peluang
Alasan Optimis:
Basis pengguna sangat besar (120 juta), biaya akuisisi rendah
Semakin banyak orang peduli kesehatan
Model M2E belum benar-benar jenuh
Didukung brand besar dan kerja sama B2B
Risiko yang Tidak Boleh Diabaikan:
Tekanan inflasi token besar, ruang profit early user jadi menipis
Kalau retensi pengguna turun, seluruh ekonomi runtuh
Belajar dari STEPN—hype bisa naik secepat turunnya
Kompetisi makin ramai, aplikasi M2E kian banyak
Panduan Singkat untuk Pemula
Unduh: Cari Sweatcoin di App Store atau Google Play
Daftar: Bisa pakai email, Google, atau nomor HP
Izin: Berikan akses lokasi dan sensor aktivitas (penting)
Koneksikan Perangkat: Sinkronkan dengan Apple Health atau Google Fit, bisa juga Fitbit/Garmin
Mulai Jalan: Aktivitas outdoor otomatis tercatat setiap hari
Tips Biar Dapat Lebih Banyak:
Aktifkan Daily Boost (pilih 20 menit aktivitas tinggi untuk 2x reward)
Ikut tantangan harian di aplikasi
Undang teman (ada bonus referral)
Jaga konsistensi, sistem memberi reward ke user aktif
Penutup
Sweatcoin adalah eksperimen menarik: menggabungkan motivasi olahraga dan insentif kripto, idenya bagus. Tapi apakah bisa bertahan lama, tetap tergantung tokennya bisa stabil, user terus bertambah, dan aplikasi terus berkembang.
Sebagai pengguna, silakan coba, toh gratis, hitung-hitung pedometer dengan bonus kecil. Tapi jangan berharap mendadak kaya dari Sweatcoin—itu tidak realistis.
Peluang besarnya mungkin justru di sini: makin banyak orang biasa akhirnya belajar blockchain, wallet, DEX lewat aplikasi seperti ini. Saat pemahaman mereka naik, ekosistem kripto secara keseluruhan juga ikut tumbuh.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Sweatcoin: Ubah langkahmu menjadi aset kripto, logika ini memang menarik
Pernahkah kamu berpikir, aktivitas sehari-hari seperti jalan kaki atau lari yang sangat biasa saja, sebenarnya bisa menghasilkan uang? Sweatcoin adalah salah satu contohnya—aplikasi yang mengubah aktivitas fisikmu menjadi aset digital.
Logika Inti Sangat Sederhana
Sweatcoin menggunakan GPS dan sensor ponsel untuk melacak langkah kakimu, setiap 1000 langkah ditukar dengan 0,95 Sweatcoin (mata uang virtual internal). Setelah itu, kamu bisa belanja di toko aplikasi, atau menghubungkan ke Sweat Wallet untuk menukar langkahmu menjadi token on-chain SWEAT, lalu melanjutkan transaksi atau staking di DEX.
Hingga Mei 2024, sudah ada lebih dari 120 juta pengguna di seluruh dunia, menghasilkan lebih dari 50 miliar token SWEAT. Angka ini artinya apa? M2E (Move to Earn—olahraga menghasilkan uang) benar-benar menarik banyak pengguna biasa masuk ke dunia Web3.
Tokenomics: Tekanan Inflasi Cukup Besar
Sejujurnya, mekanisme inflasi Sweatcoin cukup lumayan:
Tapi ada masalah di sini—seiring bertambahnya pengguna dan suplai token, menjaga nilai SWEAT akan sangat sulit. Model serupa juga dilakukan oleh STEPN, namun harga koin tetap tertekan. Inflasi selalu jadi masalah inti proyek M2E.
Sweatcoin vs STEPN: Mana yang Lebih Berkelanjutan?
Keduanya aplikasi M2E, tapi pendekatannya sangat berbeda:
Sweatcoin: Gratis, mudah diakses, cocok untuk pemula di dunia kripto; basis pengguna besar (120 juta); tapi tokenomics-nya mengkhawatirkan.
STEPN: Harus beli sepatu NFT untuk bisa menghasilkan uang, biaya masuk tinggi; punya sistem dua token (GST dan GMT), fungsi dan level lebih jelas; model pendapatan lebih kompleks tapi juga lebih mudah membentuk pasar sekunder.
Pilih yang mana? Tergantung tujuanmu—ingin coba Web3 tanpa risiko, pakai Sweatcoin; ingin terlibat lebih dalam dan siap menanggung risiko untuk cuan cepat, STEPN mungkin lebih cocok.
Skenario Penggunaan Nyata
Sweatcoin dan SWEAT terus memperluas skenario penggunaannya:
1. Toko Internal
2. Donasi Amal
3. Operasi DeFi
4. Kerja Sama Brand
Privasi dan Keamanan: Cara Sweatcoin Menangani
Hal yang paling dikhawatirkan pengguna adalah data lokasi dan data pribadi. Langkah yang diambil Sweatcoin:
Singkatnya, mereka bilang: “Kami cuma butuh langkahmu, yang lain tidak.” Ini masih cukup jujur.
Dari Sisi Investor: Risiko dan Peluang
Alasan Optimis:
Risiko yang Tidak Boleh Diabaikan:
Panduan Singkat untuk Pemula
Tips Biar Dapat Lebih Banyak:
Penutup
Sweatcoin adalah eksperimen menarik: menggabungkan motivasi olahraga dan insentif kripto, idenya bagus. Tapi apakah bisa bertahan lama, tetap tergantung tokennya bisa stabil, user terus bertambah, dan aplikasi terus berkembang.
Sebagai pengguna, silakan coba, toh gratis, hitung-hitung pedometer dengan bonus kecil. Tapi jangan berharap mendadak kaya dari Sweatcoin—itu tidak realistis.
Peluang besarnya mungkin justru di sini: makin banyak orang biasa akhirnya belajar blockchain, wallet, DEX lewat aplikasi seperti ini. Saat pemahaman mereka naik, ekosistem kripto secara keseluruhan juga ikut tumbuh.