Siklus penurunan adalah fenomena alami di pasar keuangan, dan bukan kematian pasar. Aset yang matang seperti Bitcoin telah beberapa kali pulih dari penurunan yang dalam dalam sejarah. Kunci utamanya adalah memahami penyebabnya, mengenali strategi respons, dan menyesuaikan posisi dengan fleksibel dalam batas kemampuan psikologis.
Esensi dari Siklus Penurunan
Ketika harga aset terus menurun selama beberapa bulan atau bahkan tahun, maka terbentuklah siklus penurunan. Ini berbeda dengan fluktuasi harga jangka pendek, melainkan mencerminkan penurunan mendalam dalam kepercayaan investor dan memburuknya dasar-dasar ekonomi.
Sejak dilahirkan, BTC telah lama berada dalam tren naik, menjadi salah satu aset yang paling menonjol dalam sejarah. Namun, Bitcoin juga telah mengalami beberapa penurunan serius—kadang-kadang dengan penurunan lebih dari 80%, sementara banyak altcoin mengalami penurunan lebih dari 90%.
Mengapa pasar terjebak dalam penurunan?
Siklus penurunan sering kali dipengaruhi oleh berbagai faktor yang bekerja bersama.
Resesi ekonomi dan perlambatan pertumbuhan GDP akan langsung menekan ekspektasi laba perusahaan, mendorong investor untuk menjual aset berisiko untuk menghindari kerugian.
Konflik geopolitik, gesekan perdagangan, dan kejadian mendadak lainnya dapat memicu kepanikan di pasar, membuat investor cenderung beralih ke aset yang lebih aman—mata uang fiat, obligasi, dan stablecoin.
Keterpurukan aset seperti gelembung internet yang runtuh pada tahun 2000, ketika penilaian sangat menyimpang dari dasar, pasti akan menghadapi penyesuaian.
Perubahan Kebijakan Moneter——Kenaikan suku bunga akan meningkatkan biaya pembiayaan dan menekan sentimen pasar. Penurunan besar pada tahun 2022 sebagian berasal dari ini.
Peristiwa angsa hitam seperti dampak pandemi 2020, memicu penjualan panik dan volatilitas ekstrem.
Faktor-faktor ini kadang-kadang berfungsi secara terpisah, kadang-kadang muncul secara tumpang tindih. Krisis keuangan tahun 2008 adalah hasil dari resonansi gelembung properti, penggunaan leverage yang berlebihan, dan masalah sistemik.
Penurunan dan Kenaikan: Dua Sisi Pasar
Dari sudut pandang grafik, perbedaannya sangat jelas—harga naik selama periode kenaikan, dan harga turun selama periode penurunan. Namun ada hal yang halus: periode penurunan sering disertai dengan konsolidasi horizontal yang panjang, di mana harga tidak bergejolak, perdagangan sepi, dan volatilitas berada pada tingkat rendah. Meskipun periode kenaikan juga dapat memiliki konsolidasi, fenomena ini lebih mudah terjadi pada fase penurunan. Bagi sebagian besar investor, harga yang lesu dalam jangka panjang jelas bukan situasi yang ideal.
Pelajaran Sejarah: Beberapa Kasus Klasik Penurunan BTC
Musim dingin 2017-2019
Bitcoin mencapai puncaknya sekitar 20.000 dolar AS pada bulan Desember 2017, kemudian memasuki jalur bearish. Pada tahun 2018-2019, penurunannya mencapai lebih dari 84%.
Dampak pandemi tahun 2020
Pada awal wabah, BTC mengalami penurunan lebih dari 70% pada paruh pertama tahun 2020. Ini juga merupakan periode terakhir Bitcoin diperdagangkan di bawah 5.000 dolar.
Penurunan dari Puncak Tahun 2021-2022
Dari titik terendah di bawah 4,000 dolar AS pada tahun 2020, BTC melambung hingga hampir 69,000 dolar AS pada akhir 2021, dengan kenaikan lebih dari 1,670%. Namun, disusul dengan penyesuaian yang turun lebih dari 77%, yang pada November 2022 sempat jatuh di bawah 15,600 dolar AS.
Kasus-kasus ini membuktikan sebuah kenyataan: bahkan aset yang paling stabil pun sulit terhindar dari penurunan siklikal.
Lima Strategi untuk Menghadapi Siklus Penurunan
1. Mengendalikan eksposur risiko
Pertahanan yang paling langsung adalah dengan menjual aset dan mengonversinya menjadi mata uang fiat atau stablecoin untuk mengurangi posisi. Jika Anda merasa tidak nyaman melihat angka di akun menurun, itu berarti ukuran posisi sudah melebihi batas risiko yang dapat Anda tanggung.
2. Mengamati perubahan
Dalam beberapa kasus, langkah paling bijak adalah tidak melakukan apa-apa. Data historis menunjukkan bahwa aset lama seperti S&P 500 dan Bitcoin akhirnya bisa bangkit kembali dari setiap penurunan. Jika periode investasi Anda dihitung dalam tahun atau dekade, maka penurunan saat ini sama sekali tidak cukup untuk menjadi alasan untuk menjual.
3. Strategi Investasi Berkala (DCA)
Banyak orang percaya bahwa siklus penurunan adalah waktu yang tepat untuk melakukan investasi tetap, terutama untuk aset yang sudah matang seperti Bitcoin. Kehebatan strategi ini terletak pada pembelian secara teratur tanpa memperhatikan waktu, sehingga Anda bisa membeli dalam jumlah besar saat harga rendah dan meratakan biaya keseluruhan. Misalnya, jika Anda pertama kali membeli 1 BTC dengan harga 100.000 dolar, dan kemudian membeli lagi 1 BTC saat harga turun menjadi 80.000 dolar, maka biaya rata-rata Anda akan turun menjadi 90.000 dolar.
4. Short selling atau hedging
Trader berpengalaman akan mendapatkan keuntungan atau melindungi posisi yang ada melalui posisi short atau strategi hedging. Mereka menghasilkan uang dengan mengikuti tren penurunan melalui perdagangan harian atau perdagangan swing, dan juga dapat menggunakan short untuk mengimbangi risiko dari posisi spot. Misalnya, jika Anda memiliki 2 BTC di dompet Anda, Anda dapat membuka posisi short 2 BTC di bursa untuk menyeimbangkan potensi kerugian jika pasar terus turun.
5. Trading Melawan Arus (Risiko Tinggi)
Ini adalah pendekatan untuk mencari peluang pemulihan dalam penurunan, juga dikenal sebagai “pemulihan pasar beruang” atau “kembalinya cahaya”. Namun, volatilitas terbalik secara alami penuh dengan fluktuasi, karena bullish berusaha untuk melanjutkan pemulihan jangka pendek. Begitu penurunan dikonfirmasi belum berakhir, pasar mungkin segera berbalik, banyak trader akan mengambil keuntungan di titik tinggi lokal. Jika ada kesalahan dalam operasi, mereka mungkin terjebak dalam pemulihan dan melihat penurunan dimulai lagi. Bahkan trader berpengalaman pun dapat mengalami kerugian besar dalam proses ini.
Asal Usul Nama
Istilah “penurunan” berasal dari gambaran beruang—beruang mengayunkan cakarnya dari atas ke bawah, melambangkan jalur penurunan harga. Sebaliknya, “kenaikan” berasal dari banteng yang mengangkat tanduknya, menunjukkan sikap ke atas. Istilah-istilah ini telah digunakan sejak setidaknya abad ke-19, bahkan ada teori yang menyatakan bahwa “beruang” berasal dari pedagang bulu kuno yang menjual kulit beruang sebelum mereka mendapatkannya, yang mirip dengan logika short selling modern.
Pemahaman Umum
Siklus penurunan berasal dari berbagai faktor seperti ekonomi, geopolitik, atau spekulasi. Meskipun mengalami penurunan terasa menyakitkan, ini adalah bagian yang tak terhindarkan dari operasi pasar. Dengan disiplin dan perencanaan yang tepat, investor dapat melindungi aset mereka dan juga mencari peluang dalam penurunan.
Pada fase penurunan, banyak orang memilih untuk memegang atau beralih ke alternatif berisiko rendah (obligasi, mata uang fiat). Strategi investasi tetap populer karena efektivitas jangka panjangnya. Short selling dan trading melawan arus memiliki risiko yang lebih tinggi, hanya cocok untuk trader yang memiliki pengetahuan dan pengalaman yang sesuai. Terlepas dari strategi yang diambil, fokusnya adalah membuat keputusan rasional berdasarkan toleransi risiko dan kerangka waktu investasi yang dimiliki.
Referensi Data Terbaru Bitcoin: Saat ini harga BTC sekitar 88.170 dolar AS, masih memiliki ruang penurunan dari titik tertinggi historis 126.080 dolar AS, sementara juga jauh lebih tinggi dari titik terendah historis 67,81 dolar AS, yang sepenuhnya menjelaskan bahwa meskipun mengalami penyesuaian siklik, tren jangka panjang masih memberikan dukungan nilai bagi para pemegang.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Sinyal mundur atau kesempatan penataan? Memahami siklus penurunan
Ringkasan Cepat
Siklus penurunan adalah fenomena alami di pasar keuangan, dan bukan kematian pasar. Aset yang matang seperti Bitcoin telah beberapa kali pulih dari penurunan yang dalam dalam sejarah. Kunci utamanya adalah memahami penyebabnya, mengenali strategi respons, dan menyesuaikan posisi dengan fleksibel dalam batas kemampuan psikologis.
Esensi dari Siklus Penurunan
Ketika harga aset terus menurun selama beberapa bulan atau bahkan tahun, maka terbentuklah siklus penurunan. Ini berbeda dengan fluktuasi harga jangka pendek, melainkan mencerminkan penurunan mendalam dalam kepercayaan investor dan memburuknya dasar-dasar ekonomi.
Sejak dilahirkan, BTC telah lama berada dalam tren naik, menjadi salah satu aset yang paling menonjol dalam sejarah. Namun, Bitcoin juga telah mengalami beberapa penurunan serius—kadang-kadang dengan penurunan lebih dari 80%, sementara banyak altcoin mengalami penurunan lebih dari 90%.
Mengapa pasar terjebak dalam penurunan?
Siklus penurunan sering kali dipengaruhi oleh berbagai faktor yang bekerja bersama.
Resesi ekonomi dan perlambatan pertumbuhan GDP akan langsung menekan ekspektasi laba perusahaan, mendorong investor untuk menjual aset berisiko untuk menghindari kerugian.
Konflik geopolitik, gesekan perdagangan, dan kejadian mendadak lainnya dapat memicu kepanikan di pasar, membuat investor cenderung beralih ke aset yang lebih aman—mata uang fiat, obligasi, dan stablecoin.
Keterpurukan aset seperti gelembung internet yang runtuh pada tahun 2000, ketika penilaian sangat menyimpang dari dasar, pasti akan menghadapi penyesuaian.
Perubahan Kebijakan Moneter——Kenaikan suku bunga akan meningkatkan biaya pembiayaan dan menekan sentimen pasar. Penurunan besar pada tahun 2022 sebagian berasal dari ini.
Peristiwa angsa hitam seperti dampak pandemi 2020, memicu penjualan panik dan volatilitas ekstrem.
Faktor-faktor ini kadang-kadang berfungsi secara terpisah, kadang-kadang muncul secara tumpang tindih. Krisis keuangan tahun 2008 adalah hasil dari resonansi gelembung properti, penggunaan leverage yang berlebihan, dan masalah sistemik.
Penurunan dan Kenaikan: Dua Sisi Pasar
Dari sudut pandang grafik, perbedaannya sangat jelas—harga naik selama periode kenaikan, dan harga turun selama periode penurunan. Namun ada hal yang halus: periode penurunan sering disertai dengan konsolidasi horizontal yang panjang, di mana harga tidak bergejolak, perdagangan sepi, dan volatilitas berada pada tingkat rendah. Meskipun periode kenaikan juga dapat memiliki konsolidasi, fenomena ini lebih mudah terjadi pada fase penurunan. Bagi sebagian besar investor, harga yang lesu dalam jangka panjang jelas bukan situasi yang ideal.
Pelajaran Sejarah: Beberapa Kasus Klasik Penurunan BTC
Musim dingin 2017-2019
Bitcoin mencapai puncaknya sekitar 20.000 dolar AS pada bulan Desember 2017, kemudian memasuki jalur bearish. Pada tahun 2018-2019, penurunannya mencapai lebih dari 84%.
Dampak pandemi tahun 2020
Pada awal wabah, BTC mengalami penurunan lebih dari 70% pada paruh pertama tahun 2020. Ini juga merupakan periode terakhir Bitcoin diperdagangkan di bawah 5.000 dolar.
Penurunan dari Puncak Tahun 2021-2022
Dari titik terendah di bawah 4,000 dolar AS pada tahun 2020, BTC melambung hingga hampir 69,000 dolar AS pada akhir 2021, dengan kenaikan lebih dari 1,670%. Namun, disusul dengan penyesuaian yang turun lebih dari 77%, yang pada November 2022 sempat jatuh di bawah 15,600 dolar AS.
Kasus-kasus ini membuktikan sebuah kenyataan: bahkan aset yang paling stabil pun sulit terhindar dari penurunan siklikal.
Lima Strategi untuk Menghadapi Siklus Penurunan
1. Mengendalikan eksposur risiko
Pertahanan yang paling langsung adalah dengan menjual aset dan mengonversinya menjadi mata uang fiat atau stablecoin untuk mengurangi posisi. Jika Anda merasa tidak nyaman melihat angka di akun menurun, itu berarti ukuran posisi sudah melebihi batas risiko yang dapat Anda tanggung.
2. Mengamati perubahan
Dalam beberapa kasus, langkah paling bijak adalah tidak melakukan apa-apa. Data historis menunjukkan bahwa aset lama seperti S&P 500 dan Bitcoin akhirnya bisa bangkit kembali dari setiap penurunan. Jika periode investasi Anda dihitung dalam tahun atau dekade, maka penurunan saat ini sama sekali tidak cukup untuk menjadi alasan untuk menjual.
3. Strategi Investasi Berkala (DCA)
Banyak orang percaya bahwa siklus penurunan adalah waktu yang tepat untuk melakukan investasi tetap, terutama untuk aset yang sudah matang seperti Bitcoin. Kehebatan strategi ini terletak pada pembelian secara teratur tanpa memperhatikan waktu, sehingga Anda bisa membeli dalam jumlah besar saat harga rendah dan meratakan biaya keseluruhan. Misalnya, jika Anda pertama kali membeli 1 BTC dengan harga 100.000 dolar, dan kemudian membeli lagi 1 BTC saat harga turun menjadi 80.000 dolar, maka biaya rata-rata Anda akan turun menjadi 90.000 dolar.
4. Short selling atau hedging
Trader berpengalaman akan mendapatkan keuntungan atau melindungi posisi yang ada melalui posisi short atau strategi hedging. Mereka menghasilkan uang dengan mengikuti tren penurunan melalui perdagangan harian atau perdagangan swing, dan juga dapat menggunakan short untuk mengimbangi risiko dari posisi spot. Misalnya, jika Anda memiliki 2 BTC di dompet Anda, Anda dapat membuka posisi short 2 BTC di bursa untuk menyeimbangkan potensi kerugian jika pasar terus turun.
5. Trading Melawan Arus (Risiko Tinggi)
Ini adalah pendekatan untuk mencari peluang pemulihan dalam penurunan, juga dikenal sebagai “pemulihan pasar beruang” atau “kembalinya cahaya”. Namun, volatilitas terbalik secara alami penuh dengan fluktuasi, karena bullish berusaha untuk melanjutkan pemulihan jangka pendek. Begitu penurunan dikonfirmasi belum berakhir, pasar mungkin segera berbalik, banyak trader akan mengambil keuntungan di titik tinggi lokal. Jika ada kesalahan dalam operasi, mereka mungkin terjebak dalam pemulihan dan melihat penurunan dimulai lagi. Bahkan trader berpengalaman pun dapat mengalami kerugian besar dalam proses ini.
Asal Usul Nama
Istilah “penurunan” berasal dari gambaran beruang—beruang mengayunkan cakarnya dari atas ke bawah, melambangkan jalur penurunan harga. Sebaliknya, “kenaikan” berasal dari banteng yang mengangkat tanduknya, menunjukkan sikap ke atas. Istilah-istilah ini telah digunakan sejak setidaknya abad ke-19, bahkan ada teori yang menyatakan bahwa “beruang” berasal dari pedagang bulu kuno yang menjual kulit beruang sebelum mereka mendapatkannya, yang mirip dengan logika short selling modern.
Pemahaman Umum
Siklus penurunan berasal dari berbagai faktor seperti ekonomi, geopolitik, atau spekulasi. Meskipun mengalami penurunan terasa menyakitkan, ini adalah bagian yang tak terhindarkan dari operasi pasar. Dengan disiplin dan perencanaan yang tepat, investor dapat melindungi aset mereka dan juga mencari peluang dalam penurunan.
Pada fase penurunan, banyak orang memilih untuk memegang atau beralih ke alternatif berisiko rendah (obligasi, mata uang fiat). Strategi investasi tetap populer karena efektivitas jangka panjangnya. Short selling dan trading melawan arus memiliki risiko yang lebih tinggi, hanya cocok untuk trader yang memiliki pengetahuan dan pengalaman yang sesuai. Terlepas dari strategi yang diambil, fokusnya adalah membuat keputusan rasional berdasarkan toleransi risiko dan kerangka waktu investasi yang dimiliki.
Referensi Data Terbaru Bitcoin: Saat ini harga BTC sekitar 88.170 dolar AS, masih memiliki ruang penurunan dari titik tertinggi historis 126.080 dolar AS, sementara juga jauh lebih tinggi dari titik terendah historis 67,81 dolar AS, yang sepenuhnya menjelaskan bahwa meskipun mengalami penyesuaian siklik, tren jangka panjang masih memberikan dukungan nilai bagi para pemegang.