Menurut berita terbaru, BTC menembus di bawah batas 88000 USDT pada 31 Desember 2025, dengan harga saat ini 87997.3 USDT. Meskipun penurunan terlihat tidak besar, penyesuaian kali ini mencerminkan beberapa sinyal pasar yang patut diperhatikan. Dari data on-chain hingga dinamika paus besar, dan kondisi likuiditas, semuanya menceritakan sebuah kisah tentang pasar selama liburan.
Pergerakan Harga dan Analisis Teknikal
Dari berbagai kerangka waktu, performa jangka pendek BTC memang tertekan:
Kerangka waktu
Perubahan harga
1 jam
Turun 0.59%
24 jam
Turun 0.46%
7 hari
Naik 1.70%
30 hari
Naik 2.49%
Sinyal yang disampaikan data ini cukup jelas: dalam jangka pendek sedang melakukan koreksi, tetapi tren jangka menengah tetap cenderung naik. Dari sudut pandang teknikal, berdasarkan analisis terbaru, level support utama BTC berada di sekitar 86577 dolar AS, dan level resistance di sekitar 89533 dolar AS. Harga saat ini berada di bagian bawah dari rentang tersebut, menunjukkan kekuatan bullish dan bearish masih bersaing.
Sentimen Pasar dari Data On-Chain
Lebih menarik lagi adalah informasi yang diungkapkan oleh data on-chain. Dalam 24 jam terakhir, CEX mencatat net outflow sebesar 1706.50 BTC, dengan rincian:
Kraken keluar 1115.87 BTC
OKX keluar 426.06 BTC
Binance keluar 392.39 BTC
Ini menunjukkan banyak dana yang ditarik dari bursa, biasanya diartikan sebagai sinyal optimisme terhadap pasar jangka panjang dan kesiapan untuk memegang posisi. Sementara itu, aliran dana spot juga menunjukkan net outflow sebesar 25,98 juta dolar AS, yang dalam konteks liburan menjadi makna yang lebih dalam.
Apa yang Dilakukan Paus Besar
Menariknya, pemain besar di pasar tidak panik. Berdasarkan monitoring on-chain, satu alamat paus besar justru melakukan short BTC 10 kali lipat selama penurunan pasar, dengan posisi saat ini bernilai 36 juta dolar AS, dan harga masuk rata-rata di 87892 dolar AS. Ini menunjukkan adanya institusi profesional yang memanfaatkan volatilitas jangka pendek untuk melakukan strategi, bukan sekadar menjual untuk menghindar.
Likuiditas adalah Kunci
Berdasarkan analisis QCP Capital, alasan utama dari penyesuaian ini patut diperhatikan: kurangnya likuiditas selama liburan menyebabkan pergerakan harga menjadi distorsi. Secara spesifik:
Biaya dana perpetual BTC meningkat di atas 30%, menunjukkan trader berada dalam posisi short gamma terhadap tren naik
Opsi put dengan strike 85000 dolar AS untuk Desember tidak diperpanjang, dan volume open interest yang tidak tertutup berkurang sekitar 50% setelah jatuh tempo
Kondisi pasar saat ini cenderung menunggu dan tidak menunjukkan arah yang jelas
Ini menunjukkan bahwa volatilitas harga saat ini lebih banyak disebabkan oleh kekurangan likuiditas, bukan fundamental yang memburuk.
Pandangan ke Depan
Dari data yang ada, arah pasar mungkin perlu menunggu kembalinya likuiditas. Setelah aktivitas trading kembali normal, pasar akan menghadapi pilihan arah yang jelas. Jika BTC mampu bertahan di atas 94000 dolar AS, kemungkinan akan memperbesar posisi lindung nilai; sebaliknya, 85000 dolar AS menjadi level support utama.
Kesimpulan
Penurunan BTC di bawah 88000 bukanlah sinyal pembalikan tren, melainkan koreksi jangka pendek akibat kekurangan likuiditas selama liburan. Data on-chain menunjukkan dana keluar dari bursa, bukan keluar dari pasar secara keseluruhan, dan strategi short paus besar mencerminkan kepercayaan institusi profesional. Yang penting dipahami adalah bahwa volatilitas harga saat ini cukup distorsi, dan arah pasar yang sebenarnya akan terlihat setelah aktivitas trading tahun baru kembali normal. Bagi investor, strategi saat ini sebaiknya adalah observasi daripada operasi gegabah, fokus pada level support dan resistance, dan menunggu sinyal yang jelas setelah kondisi likuiditas membaik.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
BTC menembus di bawah 88000: Penyesuaian jangka pendek di tengah likuiditas yang tipis selama liburan, kunci pasar selanjutnya ada di sini
Menurut berita terbaru, BTC menembus di bawah batas 88000 USDT pada 31 Desember 2025, dengan harga saat ini 87997.3 USDT. Meskipun penurunan terlihat tidak besar, penyesuaian kali ini mencerminkan beberapa sinyal pasar yang patut diperhatikan. Dari data on-chain hingga dinamika paus besar, dan kondisi likuiditas, semuanya menceritakan sebuah kisah tentang pasar selama liburan.
Pergerakan Harga dan Analisis Teknikal
Dari berbagai kerangka waktu, performa jangka pendek BTC memang tertekan:
Sinyal yang disampaikan data ini cukup jelas: dalam jangka pendek sedang melakukan koreksi, tetapi tren jangka menengah tetap cenderung naik. Dari sudut pandang teknikal, berdasarkan analisis terbaru, level support utama BTC berada di sekitar 86577 dolar AS, dan level resistance di sekitar 89533 dolar AS. Harga saat ini berada di bagian bawah dari rentang tersebut, menunjukkan kekuatan bullish dan bearish masih bersaing.
Sentimen Pasar dari Data On-Chain
Lebih menarik lagi adalah informasi yang diungkapkan oleh data on-chain. Dalam 24 jam terakhir, CEX mencatat net outflow sebesar 1706.50 BTC, dengan rincian:
Ini menunjukkan banyak dana yang ditarik dari bursa, biasanya diartikan sebagai sinyal optimisme terhadap pasar jangka panjang dan kesiapan untuk memegang posisi. Sementara itu, aliran dana spot juga menunjukkan net outflow sebesar 25,98 juta dolar AS, yang dalam konteks liburan menjadi makna yang lebih dalam.
Apa yang Dilakukan Paus Besar
Menariknya, pemain besar di pasar tidak panik. Berdasarkan monitoring on-chain, satu alamat paus besar justru melakukan short BTC 10 kali lipat selama penurunan pasar, dengan posisi saat ini bernilai 36 juta dolar AS, dan harga masuk rata-rata di 87892 dolar AS. Ini menunjukkan adanya institusi profesional yang memanfaatkan volatilitas jangka pendek untuk melakukan strategi, bukan sekadar menjual untuk menghindar.
Likuiditas adalah Kunci
Berdasarkan analisis QCP Capital, alasan utama dari penyesuaian ini patut diperhatikan: kurangnya likuiditas selama liburan menyebabkan pergerakan harga menjadi distorsi. Secara spesifik:
Ini menunjukkan bahwa volatilitas harga saat ini lebih banyak disebabkan oleh kekurangan likuiditas, bukan fundamental yang memburuk.
Pandangan ke Depan
Dari data yang ada, arah pasar mungkin perlu menunggu kembalinya likuiditas. Setelah aktivitas trading kembali normal, pasar akan menghadapi pilihan arah yang jelas. Jika BTC mampu bertahan di atas 94000 dolar AS, kemungkinan akan memperbesar posisi lindung nilai; sebaliknya, 85000 dolar AS menjadi level support utama.
Kesimpulan
Penurunan BTC di bawah 88000 bukanlah sinyal pembalikan tren, melainkan koreksi jangka pendek akibat kekurangan likuiditas selama liburan. Data on-chain menunjukkan dana keluar dari bursa, bukan keluar dari pasar secara keseluruhan, dan strategi short paus besar mencerminkan kepercayaan institusi profesional. Yang penting dipahami adalah bahwa volatilitas harga saat ini cukup distorsi, dan arah pasar yang sebenarnya akan terlihat setelah aktivitas trading tahun baru kembali normal. Bagi investor, strategi saat ini sebaiknya adalah observasi daripada operasi gegabah, fokus pada level support dan resistance, dan menunggu sinyal yang jelas setelah kondisi likuiditas membaik.