Krisis Ekonomi Meningkat di Iran: Runtuhnya Mata Uang Memicu Kerusuhan di Seluruh Negeri
Iran sedang bergulat dengan gelombang protes terburuk dalam beberapa tahun terakhir, dengan setidaknya 7 kematian yang dikonfirmasi dilaporkan seiring meningkatnya ketegangan akibat krisis ekonomi yang semakin dalam di negara tersebut.
Kekacauan dimulai ketika pengecer elektronik di seluruh Tehran menutup toko mereka untuk memprotes runtuhnya mata uang lokal. Apa yang dimulai sebagai penutupan bisnis dengan cepat berkembang menjadi kerusuhan sipil yang lebih luas saat warga berjuang dengan daya beli yang memburuk.
Tanggapan pemerintah telah dua arah: menawarkan voucher makanan senilai sekitar $5 untuk mengimbangi kenaikan biaya hidup, sekaligus menaikkan pajak sebesar 53%—langkah yang semakin membebani keuangan rumah tangga dan operasi bisnis. Kontradiksi ini tidak luput dari perhatian warga, yang memicu frustrasi terhadap efektivitas kebijakan.
Depresiasi mata uang mencerminkan tantangan ekonomi struktural yang lebih dalam, mendorong banyak orang mencari penyimpanan nilai alternatif. Episod-episod seperti ini secara historis mendorong minat terhadap solusi keuangan terdesentralisasi dan aset digital sebagai lindung nilai terhadap ketidakstabilan mata uang lokal, terutama di pasar berkembang yang mengalami tekanan makroekonomi.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
16 Suka
Hadiah
16
9
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
PumpDoctrine
· 01-04 20:37
Pemerintah memberikan kupon makanan senilai 5 dolar dan langsung mengenakan pajak sebesar 53%, tindakan ini benar-benar luar biasa... Tidak ada yang bisa menyelamatkan situasi ini
Lihat AsliBalas0
MoonRocketTeam
· 01-04 03:31
Iran benar-benar bermain api kali ini, kenaikan pajak 53% disertai kupon makanan lima dolar, tindakan ini hampir sama dengan bom bunuh diri... mode pembakaran langsung mata uang lokal diaktifkan, langkah selanjutnya adalah melihat aset di rantai yang mengambil alih, pola sejarah sudah jelas di sini
Lihat AsliBalas0
RugDocDetective
· 01-03 00:51
Pemerintah ini benar-benar aneh, satu sisi memberikan kupon makanan sebesar 5 yuan, di sisi lain menaikkan pajak sebesar 53%, ini kan lucu banget
Lihat AsliBalas0
0xDreamChaser
· 01-02 11:55
Pajak langsung naik 53%? Pemerintah ini benar-benar ingin memaksa orang sampai mati, apakah makanan hanya dengan kupon makanan seharga lima yuan? Keruntuhan mata uang fiat sudah lama harus dilihat dengan jelas, tidak heran rakyat Iran mulai membeli aset kripto secara besar-besaran.
Lihat AsliBalas0
MevHunter
· 01-02 11:54
Memberikan 5 kupon makanan terlebih dahulu lalu menambahkan pajak 53%? Tindakan ini benar-benar luar biasa, apakah pemerintah menganggap orang bodoh?
Lihat AsliBalas0
liquidation_surfer
· 01-02 11:54
Wah, lagi lagi peluang di dunia kripto? Ekonomi Iran yang ambruk kali ini terlihat cukup mengerikan...
Tunggu dulu, sambil membagikan kupon makanan yuan dan menaikkan pajak sebesar 53%? Langkah ini benar-benar luar biasa, tidak heran rakyat turun ke jalan
Ngomong-ngomong, setiap kali mata uang lokal runtuh dalam sejarah, bukankah saat itulah para investor ritel membeli stablecoin dan altcoin? Kali ini Iran juga tidak akan bisa lepas
Eh, serius, 7 nyawa melayang, ini bukan sekadar peluang investasi...
Tapi memang, melihat situasinya tidak bagus, pasti ada yang sedang menimbun Bitcoin, kan
Lihat AsliBalas0
CommunityJanitor
· 01-02 11:50
Eh, ada yang tidak beres. Mengirim kupon makanan lima yuan sambil menambahkan pajak 53%, apakah ini sihir yang menghilang?
Lihat AsliBalas0
rugpull_survivor
· 01-02 11:47
Iran benar-benar menyedihkan, kupon makan 5 dolar dengan kenaikan pajak 53%? Operasi ini luar biasa
Krisis Ekonomi Meningkat di Iran: Runtuhnya Mata Uang Memicu Kerusuhan di Seluruh Negeri
Iran sedang bergulat dengan gelombang protes terburuk dalam beberapa tahun terakhir, dengan setidaknya 7 kematian yang dikonfirmasi dilaporkan seiring meningkatnya ketegangan akibat krisis ekonomi yang semakin dalam di negara tersebut.
Kekacauan dimulai ketika pengecer elektronik di seluruh Tehran menutup toko mereka untuk memprotes runtuhnya mata uang lokal. Apa yang dimulai sebagai penutupan bisnis dengan cepat berkembang menjadi kerusuhan sipil yang lebih luas saat warga berjuang dengan daya beli yang memburuk.
Tanggapan pemerintah telah dua arah: menawarkan voucher makanan senilai sekitar $5 untuk mengimbangi kenaikan biaya hidup, sekaligus menaikkan pajak sebesar 53%—langkah yang semakin membebani keuangan rumah tangga dan operasi bisnis. Kontradiksi ini tidak luput dari perhatian warga, yang memicu frustrasi terhadap efektivitas kebijakan.
Depresiasi mata uang mencerminkan tantangan ekonomi struktural yang lebih dalam, mendorong banyak orang mencari penyimpanan nilai alternatif. Episod-episod seperti ini secara historis mendorong minat terhadap solusi keuangan terdesentralisasi dan aset digital sebagai lindung nilai terhadap ketidakstabilan mata uang lokal, terutama di pasar berkembang yang mengalami tekanan makroekonomi.