区块链 game圈 baru-baru ini sedang membahas fenomena menarik—mengapa pemain mengembangkan 'ketergantungan check-in' pada beberapa game?
Sebagai contoh Fomo Fighters, di balik popularitasnya tersembunyi sebuah logika retensi pengguna yang sistematis. Singkatnya: check-in harian → mendapatkan hadiah kecil → membentuk kebiasaan bermain → terus kembali. Kombinasi ini terlihat sederhana, tetapi sebenarnya sangat cerdas.
Axie Infinity pernah mempertahankan jumlah pemain aktif harian sekitar 3 juta melalui tugas harian, dan inti dari mekanisme ini adalah sistem tersebut. Tapi Fomo Fighters tampaknya menambahkan lapisan insentif yang lebih kompleks—mungkin melibatkan strategi distribusi NFT fragmen atau perbedaan waktu dalam distribusi token, sehingga setiap login pemain membawa 'harapan'.
Namun, metode operasional ini memiliki kelemahan fatal. Begitu hadiah menyusut, pengguna akan kehilangan minat dengan cepat seperti pasang surut. Banyak game dalam sejarah yang gagal di titik ini—mengandalkan airdrop untuk menarik pemain awal, lalu saat popularitas menurun, pengguna pun menghilang. Dan jujur saja, berapa lama mekanisme ini bisa bertahan? Pada akhirnya, tergantung pada kualitas konten game dan keberlanjutan model ekonomi-nya.
Menurutmu, berapa lama strategi retensi berbasis insentif ini bisa bertahan? Atau, mana yang lebih penting: kualitas game atau mekanisme insentif?
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
15 Suka
Hadiah
15
7
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
MEVHunterBearish
· 9jam yang lalu
Singkatnya, ini adalah trik lama untuk menipu investor, hanya mengganti bungkusnya saja.
Lihat AsliBalas0
AirdropHunter007
· 9jam yang lalu
Sejujurnya, ketergantungan pada rutinitas ini sudah terlalu sering saya lihat, dan gelombang Axie itu adalah pelajaran yang sangat berharga.
Lihat AsliBalas0
Blockblind
· 9jam yang lalu
Singkatnya, ini adalah trik untuk memanen keuntungan secara maksimal, hadiah dipotong, pemain langsung kabur dengan sangat cepat.
Lihat AsliBalas0
NotFinancialAdviser
· 9jam yang lalu
Singkatnya, ini adalah mekanisme mencuri keuntungan dengan menggunakan skin game, tidak banyak yang benar-benar bermain game.
Lihat AsliBalas0
NFTRegretDiary
· 9jam yang lalu
Singkatnya, ini adalah topeng baru untuk merampok para pemula, hanya mengganti kulit saja.
Lihat AsliBalas0
PretendingToReadDocs
· 9jam yang lalu
Singkatnya, ini adalah trik lama untuk menipu investor, hanya mengganti identitas saja.
Lihat AsliBalas0
0xDreamChaser
· 9jam yang lalu
Singkatnya, ini adalah mesin panen bagi pemula, hadiah langsung menyusut dan langsung kabur
区块链 game圈 baru-baru ini sedang membahas fenomena menarik—mengapa pemain mengembangkan 'ketergantungan check-in' pada beberapa game?
Sebagai contoh Fomo Fighters, di balik popularitasnya tersembunyi sebuah logika retensi pengguna yang sistematis. Singkatnya: check-in harian → mendapatkan hadiah kecil → membentuk kebiasaan bermain → terus kembali. Kombinasi ini terlihat sederhana, tetapi sebenarnya sangat cerdas.
Axie Infinity pernah mempertahankan jumlah pemain aktif harian sekitar 3 juta melalui tugas harian, dan inti dari mekanisme ini adalah sistem tersebut. Tapi Fomo Fighters tampaknya menambahkan lapisan insentif yang lebih kompleks—mungkin melibatkan strategi distribusi NFT fragmen atau perbedaan waktu dalam distribusi token, sehingga setiap login pemain membawa 'harapan'.
Namun, metode operasional ini memiliki kelemahan fatal. Begitu hadiah menyusut, pengguna akan kehilangan minat dengan cepat seperti pasang surut. Banyak game dalam sejarah yang gagal di titik ini—mengandalkan airdrop untuk menarik pemain awal, lalu saat popularitas menurun, pengguna pun menghilang. Dan jujur saja, berapa lama mekanisme ini bisa bertahan? Pada akhirnya, tergantung pada kualitas konten game dan keberlanjutan model ekonomi-nya.
Menurutmu, berapa lama strategi retensi berbasis insentif ini bisa bertahan? Atau, mana yang lebih penting: kualitas game atau mekanisme insentif?