Dalam dunia investasi akhir-akhir ini sedang terjadi gelombang besar. Legenda investor berusia 82 tahun, Jim Rogers, secara terbuka menyatakan bahwa krisis keuangan terparah dalam sejarah akan meledak pada tahun 2026, dengan sikap yang sangat tegas dan tanpa ragu sedikit pun. Pernyataan ini langsung memicu perbincangan hangat di pasar—ada yang buru-buru ingin mengosongkan posisi, dan ada juga yang menganggap ini hanyalah alarm palsu.
Sebagai pengamat yang telah lama berkecimpung di pasar cryptocurrency, saya ingin jujur: peringatan ini tidak boleh diabaikan, tetapi pasar crypto sama sekali bukan tempat kiamat. Sebaliknya, di tengah krisis, investor yang mampu berpikir secara kontra arus mungkin akan menemukan peluang.
**Mengapa penting memperhatikan suara Rogers?**
Rekam jejak investasi dari pria tua ini sangat berpengaruh. Pada tahun 1970, Rogers bersama Soros mendirikan Quantum Fund, dan dalam sepuluh tahun saja, mereka meraih keuntungan sebesar 4200%. Para elit Wall Street di masa itu sangat mengakui kemampuan beliau. Setelah mencapai kesuksesan di usia 37 tahun, dia tidak memilih pensiun nyaman, melainkan berkeliling dunia dengan motor, mencari peluang investasi yang terabaikan pasar.
Yang paling penting adalah catatan prediksinya. Pada tahun 2005, saat Wall Street secara kolektif optimistis terhadap pasar properti, Rogers justru berseru keras bahwa ada risiko besar di pasar real estate AS. Tiga tahun kemudian, krisis subprime mortgage pun meledak sesuai prediksi, dan sistem keuangan AS hampir runtuh. Mereka yang mengejeknya akhirnya harus mengakui kebenarannya. Akurasi prediksi seperti ini di dunia investasi bisa dibilang level legenda.
**Situasi nyata pasar crypto**
Menghadapi kemungkinan krisis keuangan, pasar cryptocurrency pasti akan terkena dampak, itu sudah pasti. Tetapi berbeda dengan pasar keuangan tradisional, aset kripto memiliki sifat hedging alami. Saat sistem keuangan menghadapi tekanan, sebagian investor malah beralih ke pasar crypto sebagai aset pengganti. Sejarah menunjukkan bahwa setiap kali terjadi gejolak ekonomi besar, pasar crypto selalu mengalami siklus pertumbuhan baru.
Daripada panik, lebih baik melakukan penataan awal—itulah cara cerdas berinvestasi sebelum krisis datang.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
11 Suka
Hadiah
11
7
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
PumpBeforeRug
· 01-06 11:46
Rogers, bro, tidak salah. Dia sudah meramalkan gelombang subprime mortgage tahun 2008, dan kali ini 2026 bukan hal kecil... Tapi eh, jangan buru-buru bersih-bersih, kripto malah bisa jadi tempat perlindungan.
Lihat AsliBalas0
NFTRegretter
· 01-06 11:30
Rogers memang bukan omong kosong, dia sudah memprediksi krisis subprime sebelumnya, dan jika memang 2026, kita benar-benar harus mendengarkan.
Namun, pasar kripto justru merupakan peluang untuk membeli saat harga rendah, dan sejarah telah membuktikannya.
Lihat AsliBalas0
LiquidityNinja
· 01-05 12:04
Mulut Rogers, kaki vampir, berbicara lebih baik daripada bernyanyi, tetapi tahun 2026 masih jauh...
Lihat AsliBalas0
just_vibin_onchain
· 01-03 17:45
Rogers ini orangnya terpercaya, ramalannya dari tahun 2005 sudah tepat, kali ini saya percaya
Tunggu dulu, masih ada dua tahun lagi sampai 2026, bukankah saat ini waktu yang tepat untuk membeli kripto?
Sejarah selalu berulang, krisis = peluang, saya sudah mulai menimbun
Lihat AsliBalas0
alpha_leaker
· 01-03 17:43
Rekor Rogers ini memang terkenal, saat krisis subprime dia benar dan pantas diacungi jempol. Tapi apakah pada 2026 harus meledaknya krisis keuangan? Saya rasa belum tentu… Di dunia kripto justru menjadi tempat yang baik untuk menghindari risiko, semua sejarah sudah membuktikannya.
Lihat AsliBalas0
SchrodingerWallet
· 01-03 17:42
Rogers ini prediksinya cukup akurat, saya percaya akan terjadi crash pada tahun 2026... tapi menjual semua posisi terlalu takut, justru saat seperti ini seharusnya membeli crypto secara besar-besaran
Bagaimanapun, saat krisis datang, tetap ada orang yang mendapatkan keuntungan di dunia crypto, masalahnya adalah apakah kamu berani mengambil risiko ini
Kakek ini sudah mengatakan hal ini dengan sangat pasti, orang yang tidak mau dengar memang pantas dipangkas
Lihat AsliBalas0
DegenTherapist
· 01-03 17:23
Rogers memang orang yang harus didengarkan, dia benar-benar meramalkan krisis subprime itu dengan tepat, tapi kenapa harus meledak lagi di 2026? Bro, kok kamu begitu yakin? Waktu yang dipilih begitu pas... Ya sudah, bagaimanapun juga risiko di dunia kripto memang besar, saat krisis datang justru saatnya membeli di harga murah, siapa yang panik dia bodoh.
Dalam dunia investasi akhir-akhir ini sedang terjadi gelombang besar. Legenda investor berusia 82 tahun, Jim Rogers, secara terbuka menyatakan bahwa krisis keuangan terparah dalam sejarah akan meledak pada tahun 2026, dengan sikap yang sangat tegas dan tanpa ragu sedikit pun. Pernyataan ini langsung memicu perbincangan hangat di pasar—ada yang buru-buru ingin mengosongkan posisi, dan ada juga yang menganggap ini hanyalah alarm palsu.
Sebagai pengamat yang telah lama berkecimpung di pasar cryptocurrency, saya ingin jujur: peringatan ini tidak boleh diabaikan, tetapi pasar crypto sama sekali bukan tempat kiamat. Sebaliknya, di tengah krisis, investor yang mampu berpikir secara kontra arus mungkin akan menemukan peluang.
**Mengapa penting memperhatikan suara Rogers?**
Rekam jejak investasi dari pria tua ini sangat berpengaruh. Pada tahun 1970, Rogers bersama Soros mendirikan Quantum Fund, dan dalam sepuluh tahun saja, mereka meraih keuntungan sebesar 4200%. Para elit Wall Street di masa itu sangat mengakui kemampuan beliau. Setelah mencapai kesuksesan di usia 37 tahun, dia tidak memilih pensiun nyaman, melainkan berkeliling dunia dengan motor, mencari peluang investasi yang terabaikan pasar.
Yang paling penting adalah catatan prediksinya. Pada tahun 2005, saat Wall Street secara kolektif optimistis terhadap pasar properti, Rogers justru berseru keras bahwa ada risiko besar di pasar real estate AS. Tiga tahun kemudian, krisis subprime mortgage pun meledak sesuai prediksi, dan sistem keuangan AS hampir runtuh. Mereka yang mengejeknya akhirnya harus mengakui kebenarannya. Akurasi prediksi seperti ini di dunia investasi bisa dibilang level legenda.
**Situasi nyata pasar crypto**
Menghadapi kemungkinan krisis keuangan, pasar cryptocurrency pasti akan terkena dampak, itu sudah pasti. Tetapi berbeda dengan pasar keuangan tradisional, aset kripto memiliki sifat hedging alami. Saat sistem keuangan menghadapi tekanan, sebagian investor malah beralih ke pasar crypto sebagai aset pengganti. Sejarah menunjukkan bahwa setiap kali terjadi gejolak ekonomi besar, pasar crypto selalu mengalami siklus pertumbuhan baru.
Daripada panik, lebih baik melakukan penataan awal—itulah cara cerdas berinvestasi sebelum krisis datang.