Banyak teman yang melakukan transaksi di chain pernah mengalami jebakan ini: ingin menggunakan robot arbitrase otomatis pasar prediksi, logikanya jelas dan tepat, tetapi saat AI harus menulis kode, malah tersendat. Frame apa yang dipilih? Data bagaimana yang harus dihubungkan? Bagaimana mendorong pesanan berdasarkan data pasar secara real-time? Banyak jebakan.
Sebenarnya masalahnya bukan pada pemikiran, melainkan pada keterbatasan satu alat AI saja. Hari ini ingin berbagi satu rangkaian pengembangan gabungan lintas model, yang hampir bisa menyelesaikan seluruh rangkaian mulai dari desain arsitektur hingga eksekusi transaksi.
Gagasan inti sangat sederhana: biarkan AI yang berbeda menjalankan tugasnya masing-masing. Menggunakan satu untuk pengaturan arsitektur, satu lagi untuk logika inti, dan satu lagi untuk debugging dan optimisasi—bekerja sama secara kolaboratif. Dengan cara ini, tidak hanya efisiensi meningkat dua kali lipat, tetapi juga kualitas kode bisa naik ke level yang lebih tinggi.
Bahkan pemula sekalipun bisa langsung memulai, kuncinya adalah menemukan ritme. Saya telah menyusun seluruh proses praktis lengkap, termasuk pemilihan model, desain prompt, integrasi kode hingga pengujian, semua dengan metode yang lengkap.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
11 Suka
Hadiah
11
4
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
MEVictim
· 01-05 04:30
Saya harus mencoba trik ini, mengandalkan satu AI saja memang mudah mengalami kegagalan
Lihat AsliBalas0
fork_in_the_road
· 01-05 04:29
Sudah lama ingin mencoba kombinasi multi-model, satu AI tidak mampu mengatasi memang merepotkan
Lihat AsliBalas0
unrekt.eth
· 01-05 04:29
Saya harus mencoba rangkaian ini, AI tunggal memang mudah mengalami kegagalan.
Lihat AsliBalas0
BearMarketLightning
· 01-05 04:19
Pernah mencoba kombinasi multi-model ini, benar-benar luar biasa.
Ide AI menulis kode dengan tugas masing-masing tidak buruk, tapi apakah benar-benar bisa berjalan lancar.
Terdengar indah, tapi dalam praktiknya, lagi-lagi jadi jebakan.
Kerja sama beberapa AI terdengar menjanjikan, tapi saat debugging pasti bikin capek.
Pengaturan arsitektur, logika, dan debugging dipisahkan, rasanya agak berlebihan dalam desain.
Kalau proses ini benar-benar bisa dimulai dari nol, saya akan percaya.
Integrasi data selalu bagian yang paling menyebalkan, tidak peduli berapa banyak AI yang digunakan.
Banyak teman yang melakukan transaksi di chain pernah mengalami jebakan ini: ingin menggunakan robot arbitrase otomatis pasar prediksi, logikanya jelas dan tepat, tetapi saat AI harus menulis kode, malah tersendat. Frame apa yang dipilih? Data bagaimana yang harus dihubungkan? Bagaimana mendorong pesanan berdasarkan data pasar secara real-time? Banyak jebakan.
Sebenarnya masalahnya bukan pada pemikiran, melainkan pada keterbatasan satu alat AI saja. Hari ini ingin berbagi satu rangkaian pengembangan gabungan lintas model, yang hampir bisa menyelesaikan seluruh rangkaian mulai dari desain arsitektur hingga eksekusi transaksi.
Gagasan inti sangat sederhana: biarkan AI yang berbeda menjalankan tugasnya masing-masing. Menggunakan satu untuk pengaturan arsitektur, satu lagi untuk logika inti, dan satu lagi untuk debugging dan optimisasi—bekerja sama secara kolaboratif. Dengan cara ini, tidak hanya efisiensi meningkat dua kali lipat, tetapi juga kualitas kode bisa naik ke level yang lebih tinggi.
Bahkan pemula sekalipun bisa langsung memulai, kuncinya adalah menemukan ritme. Saya telah menyusun seluruh proses praktis lengkap, termasuk pemilihan model, desain prompt, integrasi kode hingga pengujian, semua dengan metode yang lengkap.