Geopolitik telah memperbarui skenarionya lagi. Amerika Serikat mengumumkan akan melakukan tindakan di Venezuela, bahkan menyatakan akan terlibat dalam pengelolaan selama masa transisi, sekaligus berencana memperkenalkan perusahaan minyak besar AS untuk melakukan perbaikan infrastruktur. Kombinasi ini tampaknya penuh semangat dan memiliki ruang imajinasi yang cukup besar — mengingat ini adalah negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia.
Namun, reaksi pasar minyak justru sangat terkendali secara tak terduga. Kenapa? Sederhananya: produksi Venezuela saat ini memang tidak tinggi, selama fasilitas minyak dan gas inti tidak dihancurkan secara besar-besaran, kekurangan pasokan nyata dalam jangka pendek sulit untuk muncul. Ditambah lagi, pasar secara umum memperkirakan pasokan minyak tahun ini akan cukup longgar, sehingga guncangan geopolitik semacam ini lebih mudah dicerna sebagai fluktuasi emosional, dan harga minyak pun tidak mungkin bereaksi secara tidak terkendali.
Inilah dilema Venezuela — cadangan melimpah, tetapi produksi sangat lemah. Secara angka, negara ini memegang cadangan minyak mentah terbukti terbesar di dunia, angka yang sangat besar; tetapi produksi harian aktual hanya sekitar jutaan barel, dan proporsi dalam pasokan global terbatas, sehingga sama sekali bukan faktor penentu harga minyak.
Kesenjangan besar antara cadangan dan kapasitas produksi ini langsung mematahkan mimpi "menguasai Venezuela akan mampu mengubah pasar minyak global." Apapun kekuatan politiknya, kenyataannya kapasitas produksi menghadapi batasan. Perbaikan infrastruktur membutuhkan waktu, dan peningkatan produksi juga membutuhkan waktu — semua ini adalah variabel yang tidak bisa dengan cepat direspons pasar minyak dalam jangka pendek.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
18 Suka
Hadiah
18
10
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
TrustMeBro
· 01-08 07:22
Cadangan banyak omong kosong, produksi lah yang utama
Lihat AsliBalas0
DecentralizeMe
· 01-08 06:41
Cadangan hanyalah perbincangan di atas kertas, produksi adalah emas dan perak yang sesungguhnya
Lihat AsliBalas0
LucidSleepwalker
· 01-07 06:57
Apa gunanya cadangan melimpah, kalau tidak bisa diproduksi jadi kertas bekas. Argumen Amerika ini masih pakai pola lama, pasar minyak sudah lama menyadarinya.
Lihat AsliBalas0
TokenTherapist
· 01-06 19:17
Cadangan melimpah produksi rendah, ini adalah macan kertas, Amerika Serikat ingin bermain juga harus menunggu, harga minyak jangka pendek pun tidak bisa melonjak
Lihat AsliBalas0
NotSatoshi
· 01-05 08:48
Angka-angka di atas kertas menipu, kapasitas produksi sebenarnya adalah yang nyata, dan ini adalah pertunjukan geopolitik yang "palsu dan gemuk".
Lihat AsliBalas0
BridgeTrustFund
· 01-05 08:47
Ini adalah kebenaran tentang Venezuela
Lihat AsliBalas0
DataPickledFish
· 01-05 08:44
Cadangan pertama, produksi terbawah, ini benar-benar gila haha
Lihat AsliBalas0
BearWhisperGod
· 01-05 08:43
Cadangan melimpah, produksi mengecewakan, angka di atas kertas hanya menipu saja
Lihat AsliBalas0
MemeEchoer
· 01-05 08:32
Cadangan besar produksi mengecewakan, hanya harimau kertas saja
Lihat AsliBalas0
MEVHunterLucky
· 01-05 08:26
Cadangan tertinggi, produksi terbawah, inilah tragedi Venezuela.
Geopolitik telah memperbarui skenarionya lagi. Amerika Serikat mengumumkan akan melakukan tindakan di Venezuela, bahkan menyatakan akan terlibat dalam pengelolaan selama masa transisi, sekaligus berencana memperkenalkan perusahaan minyak besar AS untuk melakukan perbaikan infrastruktur. Kombinasi ini tampaknya penuh semangat dan memiliki ruang imajinasi yang cukup besar — mengingat ini adalah negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia.
Namun, reaksi pasar minyak justru sangat terkendali secara tak terduga. Kenapa? Sederhananya: produksi Venezuela saat ini memang tidak tinggi, selama fasilitas minyak dan gas inti tidak dihancurkan secara besar-besaran, kekurangan pasokan nyata dalam jangka pendek sulit untuk muncul. Ditambah lagi, pasar secara umum memperkirakan pasokan minyak tahun ini akan cukup longgar, sehingga guncangan geopolitik semacam ini lebih mudah dicerna sebagai fluktuasi emosional, dan harga minyak pun tidak mungkin bereaksi secara tidak terkendali.
Inilah dilema Venezuela — cadangan melimpah, tetapi produksi sangat lemah. Secara angka, negara ini memegang cadangan minyak mentah terbukti terbesar di dunia, angka yang sangat besar; tetapi produksi harian aktual hanya sekitar jutaan barel, dan proporsi dalam pasokan global terbatas, sehingga sama sekali bukan faktor penentu harga minyak.
Kesenjangan besar antara cadangan dan kapasitas produksi ini langsung mematahkan mimpi "menguasai Venezuela akan mampu mengubah pasar minyak global." Apapun kekuatan politiknya, kenyataannya kapasitas produksi menghadapi batasan. Perbaikan infrastruktur membutuhkan waktu, dan peningkatan produksi juga membutuhkan waktu — semua ini adalah variabel yang tidak bisa dengan cepat direspons pasar minyak dalam jangka pendek.