【区块律动】Yang menarik adalah, beberapa waktu lalu dari penjara, SBF mengajukan pertanyaan yang memancing pemikiran—mengapa media Amerika dan Barat menerapkan standar yang sama sekali berbeda terhadap pemimpin negara yang berbeda?
Dia membandingkan Presiden Venezuela Maduro dan mantan Presiden Honduras Juan Orlando Hernández (JOH). Latar belakang kedua orang ini sebenarnya tidak sederhana, keduanya pernah memimpin negara yang penuh dengan masalah narkoba. Tapi kisah kedua orang ini kemudian menjadi sangat berbeda—JOH kemudian bekerja sama dengan Amerika Serikat untuk memerangi kejahatan narkoba, dan setelah masa jabatannya berakhir, dia menyerahkan kekuasaan secara damai; sementara Maduro dituduh bersekongkol dengan kelompok narkoba, mengabaikan hasil pemilihan, dan akhirnya menuju kediktatoran.
Ada satu detail menarik di sini: pemerintah AS setelah masa jabatan JOH berakhir menangkapnya dan mengekstradisinya ke dalam negeri, sementara setelah Maduro menolak mengakui hasil pemilihan, AS juga memilih langkah yang serupa.
Titik pertanyaan SBF adalah, media liberal sangat keras mengkritik “apakah penangkapan Maduro di Venezuela oleh Amerika Serikat legal”, tetapi dia tidak mengerti, mengapa saat Amerika menangkap JOH di Honduras, media-media ini justru diam seribu bahasa? Dia berpendapat bahwa alasan utamanya sangat politis—media mendukung Maduro, menentang JOH, hanya karena Maduro pernah ditentang oleh Trump, sementara JOH malah mendapatkan pengampunan dari Trump.
Kesimpulan akhir SBF adalah, ini sama sekali bukan soal “hukum dan keadilan”, melainkan pilihan narasi opini yang didorong oleh posisi politik. Pandangan ini cukup menyentuh—terlepas dari bagaimana pandanganmu terhadap dia, topik ini memang layak untuk dibahas di komunitas.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
7 Suka
Hadiah
7
4
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
OvertimeSquid
· 01-07 03:43
Haha SBF masih di penjara memikirkan hal yang sama, logikanya... memang agak menarik
---
Lagi-lagi dengan argumen yang sama, standar ganda memang ada tapi bukan seperti yang dia pahami
---
Jelas saja, siapa yang bekerja sama dengan ayah Amerika adalah pembela demokrasi, ini sudah sangat jelas
---
Di penjara masih menjadi komentator politik, itu luar biasa
---
Daripada mengeluh tentang media, lebih baik pikirkan bagaimana cara menghancurkan FTX sendiri
---
Orang ini benar-benar menganggap dirinya sebagai korban... tolong fokus saja pada pengurangan hukuman
---
Standar ganda memang benar-benar ada, tapi kalau diucapkan dari mulut SBF jadi agak lucu
---
Baiklah, baiklah, aku hanya dengar saja tuduhan saling menyalahkan antar penjahat
Lihat AsliBalas0
NftRegretMachine
· 01-06 13:16
Haha SBF di dalam sana juga mulai bermain double standard, hal ini memang menarik, tapi sudah terlalu sering mendengar argumen penegakan hukum secara selektif...
Kesadaran yang muncul dari refleksi di penjara memang benar, tapi menggunakan argumen ini untuk membela diri selalu terasa kurang pas
Amerika Serikat memang seperti itu, kerjasama adalah negara yang baik, tidak patuh adalah diktator, bagaimana lagi permainan politik ini bisa dimainkan
SBF mulai jadi filsuf ya haha, lebih baik urus dulu catatan keuangannya sendiri sebelum mengeluarkan teori besar bro
Lihat AsliBalas0
NotSatoshi
· 01-06 13:12
SBF ini memang sedang merenungkan hidup di penjara, dan tidak sepenuhnya tidak beralasan... Tapi jujur saja, baru mulai mengeluh saat ditangkap, pola argumentasi ini terdengar agak ada aromanya.
Lihat AsliBalas0
FlatlineTrader
· 01-06 13:07
Tunggu dulu, SBF masih bermain dengan cara yang sama di dalam penjara? Saya sudah bosan mendengar teori double standard, tapi memang menarik... Tapi dibandingkan itu, saya lebih ingin tahu apakah dia juga bermain permainan yang sama dulu
Narasi media selamanya adalah pemenang yang menulis sejarah, bukankah ini pengetahuan umum
Benarkah, JOH akhirnya juga ditangkap? Jadi contoh ini sebenarnya... cukup ironis, apapun kerjasamanya akhirnya tidak bisa lepas
Pernyataan SBF memang agak nekat, tapi topiknya memang tepat sasaran
Politik memang begitu kotor, mereka yang memilih pihak selalu punya alasan, yang tidak memilih pihak... bersiaplah untuk dimusnahkan
Tidak perlu dikatakan lagi, perbandingan ini benar-benar membuat orang berpikir, standar ganda media Barat benar-benar keren
SBF berbicara dari penjara: Menuduh media Barat menerapkan standar ganda, membahas politik Amerika dan penegakan hukum selektif
【区块律动】Yang menarik adalah, beberapa waktu lalu dari penjara, SBF mengajukan pertanyaan yang memancing pemikiran—mengapa media Amerika dan Barat menerapkan standar yang sama sekali berbeda terhadap pemimpin negara yang berbeda?
Dia membandingkan Presiden Venezuela Maduro dan mantan Presiden Honduras Juan Orlando Hernández (JOH). Latar belakang kedua orang ini sebenarnya tidak sederhana, keduanya pernah memimpin negara yang penuh dengan masalah narkoba. Tapi kisah kedua orang ini kemudian menjadi sangat berbeda—JOH kemudian bekerja sama dengan Amerika Serikat untuk memerangi kejahatan narkoba, dan setelah masa jabatannya berakhir, dia menyerahkan kekuasaan secara damai; sementara Maduro dituduh bersekongkol dengan kelompok narkoba, mengabaikan hasil pemilihan, dan akhirnya menuju kediktatoran.
Ada satu detail menarik di sini: pemerintah AS setelah masa jabatan JOH berakhir menangkapnya dan mengekstradisinya ke dalam negeri, sementara setelah Maduro menolak mengakui hasil pemilihan, AS juga memilih langkah yang serupa.
Titik pertanyaan SBF adalah, media liberal sangat keras mengkritik “apakah penangkapan Maduro di Venezuela oleh Amerika Serikat legal”, tetapi dia tidak mengerti, mengapa saat Amerika menangkap JOH di Honduras, media-media ini justru diam seribu bahasa? Dia berpendapat bahwa alasan utamanya sangat politis—media mendukung Maduro, menentang JOH, hanya karena Maduro pernah ditentang oleh Trump, sementara JOH malah mendapatkan pengampunan dari Trump.
Kesimpulan akhir SBF adalah, ini sama sekali bukan soal “hukum dan keadilan”, melainkan pilihan narasi opini yang didorong oleh posisi politik. Pandangan ini cukup menyentuh—terlepas dari bagaimana pandanganmu terhadap dia, topik ini memang layak untuk dibahas di komunitas.