Jika Anda adalah investor atau manajer perusahaan, kata “balance” dalam konteks keuangan bukan hanya arti harfiah biasa, tetapi mencerminkan keseimbangan antara apa yang dimiliki perusahaan dan apa yang menjadi hutangnya. Disebut dalam bahasa Indonesia sebagai Laporan Posisi Keuangan atau dulu dikenal sebagai Neraca (Balance Sheet)
Mengapa laporan posisi keuangan penting untuk pengambilan keputusan investasi
Misalnya Anda sedang mempertimbangkan untuk berinvestasi di perusahaan atau memberikan pinjaman, hal pertama yang harus dilihat adalah dokumen ini. Dokumen ini mengungkapkan kebenaran lengkap tentang kondisi keuangan perusahaan saat itu, apakah perusahaan tersebut sehat atau sedang mengalami kesulitan.
Laporan posisi keuangan membantu Anda:
Menilai kemampuan perusahaan dalam membayar hutang
Mengukur tingkat risiko investasi
Membandingkan dengan perusahaan lain dalam industri yang sama
Melacak perubahan keuangan dari tahun ke tahun
Rumus dasar yang harus diingat: Neraca harus seimbang
Aset = Hutang + Ekuitas
Ini adalah inti dari neraca. Mengapa disebut “balance”? Karena persamaan ini harus selalu seimbang, kiri sama dengan kanan. Pertama-tama, bayangkan:
Aset = hal-hal yang dimiliki perusahaan (kas, persediaan, mesin, piutang)
Hutang = kewajiban perusahaan (hutang dagang, pinjaman, pajak yang harus dibayar)
Ekuitas = bagian pemilik perusahaan (modal + laba ditahan)
Komponen utama laporan posisi keuangan
1. Aset: sumber daya yang akan menghasilkan pendapatan
Aset dibagi menjadi dua kategori berdasarkan kecepatan konversinya menjadi kas
Aset lancar (Current Assets) – dapat dikonversi menjadi kas dalam satu tahun
Kas dan setara kas
Piutang usaha (belum ditagih)
Persediaan barang
Biaya dibayar di muka
Aset tidak lancar (Non-Current Assets) – membutuhkan waktu lebih lama untuk dijual
Tanah, bangunan, mesin
Kendaraan
Investasi jangka panjang
Hak paten, lisensi, franchise
2. Hutang: kewajiban yang harus dilunasi
Hutang juga dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan jangka waktu pembayaran
Hutang lancar (Current Liabilities) – harus dibayar dalam tahun ini
Hutang dagang
Pinjaman jangka panjang yang jatuh tempo tahun ini
Pajak yang harus dibayar
Subsidi jangka pendek
Hutang tidak lancar (Non-Current Liabilities) – jatuh tempo lebih dari satu tahun
Pinjaman bank jangka panjang
Obligasi jangka panjang
Sewa leasing
3. Ekuitas: modal dan laba ditahan
Ini adalah bagian sebenarnya dari pemilik perusahaan
Modal dari pemilik saham – dana yang disetor sejak awal
Laba (atau rugi) yang ditahan – hasil akumulasi dari operasi
Laba tahun berjalan yang belum dibagikan sebagai dividen
Rugi yang ditahan (jika ada)
Cara penyusunan neraca: dua format yang umum digunakan
Format 1: Neraca bentuk akun (Accounting Form)
Ini adalah salah satu format berbentuk T yang mungkin sudah Anda kenal
Kiri menunjukkan Aset, kanan menunjukkan Hutang + Ekuitas
Langkah-langkah penyusunan:
Tuliskan judul 3 baris: Nama perusahaan, kata “Neraca”, tanggal penyusunan
Di sisi kiri: tuliskan seluruh aset dan jumlah totalnya
Di sisi kanan: tuliskan seluruh hutang + ekuitas dan jumlah totalnya
Pastikan kedua sisi seimbang
Format 2: Neraca laporan (Report Form)
Format ini disusun secara vertikal dari atas ke bawah, cocok untuk laporan resmi
Langkah-langkah penyusunan:
Judul 3 baris: sama seperti format akun
Bagian pertama: tampilkan semua aset dan totalnya
Bagian kedua: tampilkan semua hutang
Bagian ketiga: tampilkan semua ekuitas
Jumlah hutang + ekuitas harus sama dengan aset
Mengapa nama diubah menjadi “Laporan Posisi Keuangan”
Dulu disebut “Neraca” karena seimbang, tetapi nama ini tidak menjelaskan apa sebenarnya fungsinya.
Luar negeri beralih menjadi “Statement of Financial Position” agar nama mencerminkan tujuan utamanya: menunjukkan posisi keuangan.
Di Indonesia juga diubah menjadi “Laporan Posisi Keuangan” agar sesuai dengan standar internasional.
Cara menganalisis laporan posisi keuangan
Langkah 1: Lihat gambaran umum terlebih dahulu
Saat membuka neraca, perhatikan angka total aset, hutang, dan ekuitas. Anda langsung mendapatkan gambaran awal tentang ukuran perusahaan.
Langkah 2: Analisis likuiditas
Perusahaan mampu membayar hutang atau tidak? Lihat rasio likuiditas:
Current Ratio = Aset lancar ÷ Hutang lancar
Jika > 1,5: aman
Jika < 1: berisiko tinggi
Langkah 3: Analisis profitabilitas
Berapa besar ekuitas? Ekuitas menunjukkan berapa banyak investasi nyata dari pemilik dalam bisnis. Jika besar, berarti perusahaan tidak terlalu bergantung pada utang.
Langkah 4: Bandingkan dengan tahun sebelumnya
Lihat perubahan angka:
Aset meningkat atau menurun?
Hutang berubah?
Ekuitas bertumbuh dari laba ditahan atau tidak?
Tempat melihat laporan posisi keuangan
Jika ingin memeriksa neraca perusahaan Indonesia, Anda bisa mengakses di website Datawarehouse.dbd.go.th
Caranya:
Kunjungi Datawarehouse.dbd.go.th
Pilih kategori “Data Perusahaan dan Laporan Keuangan”
Ketik nama perusahaan
Klik tab “Data Laporan Keuangan”
Bisa melihat laporan laba rugi, rasio keuangan, perbandingan tahunan, dan industri sejenis
Perhatian penting saat membaca neraca
1. Data adalah data masa lalu
Neraca menunjukkan posisi pada satu hari tertentu, bukan data real-time. Jika ada berita penting setelah tanggal penyusunan, angka mungkin tidak mencerminkan keadaan sebenarnya.
2. Keandalan data
Laporan keuangan bisa saja mengandung kesalahan, atau terkadang dimanipulasi agar terlihat lebih baik. Periksa juga laporan laba rugi dan laporan audit dari auditor.
3. Perubahan konteks ekonomi
Inflasi, perubahan suku bunga, depresiasi mata uang semuanya mempengaruhi angka. Jadi, perlu juga memperhatikan kondisi ekonomi saat itu.
4. Perlu dilihat bersama dokumen lain
Jangan hanya melihat neraca saja. Periksa laporan laba rugi, laporan arus kas, dan penjelasan dari manajemen.
Ringkasan: Seberapa penting neraca?
Laporan Posisi Keuangan atau Neraca adalah alat penting yang membantu Anda memahami posisi keuangan perusahaan melalui gambaran keseimbangan antara aset, hutang, dan ekuitas.
Bagi investor: membantu menilai risiko dan peluang investasi
Bagi manajer: membantu merencanakan dan mengambil keputusan operasional
Namun, membaca neraca saja tidak cukup. Perlu juga mempelajari dokumen keuangan lain dan konteks bisnis secara umum agar pengambilan keputusan lebih bijaksana
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Laporan posisi keuangan dan Balance yang harus diketahui oleh investor
Jika Anda adalah investor atau manajer perusahaan, kata “balance” dalam konteks keuangan bukan hanya arti harfiah biasa, tetapi mencerminkan keseimbangan antara apa yang dimiliki perusahaan dan apa yang menjadi hutangnya. Disebut dalam bahasa Indonesia sebagai Laporan Posisi Keuangan atau dulu dikenal sebagai Neraca (Balance Sheet)
Mengapa laporan posisi keuangan penting untuk pengambilan keputusan investasi
Misalnya Anda sedang mempertimbangkan untuk berinvestasi di perusahaan atau memberikan pinjaman, hal pertama yang harus dilihat adalah dokumen ini. Dokumen ini mengungkapkan kebenaran lengkap tentang kondisi keuangan perusahaan saat itu, apakah perusahaan tersebut sehat atau sedang mengalami kesulitan.
Laporan posisi keuangan membantu Anda:
Rumus dasar yang harus diingat: Neraca harus seimbang
Aset = Hutang + Ekuitas
Ini adalah inti dari neraca. Mengapa disebut “balance”? Karena persamaan ini harus selalu seimbang, kiri sama dengan kanan. Pertama-tama, bayangkan:
Komponen utama laporan posisi keuangan
1. Aset: sumber daya yang akan menghasilkan pendapatan
Aset dibagi menjadi dua kategori berdasarkan kecepatan konversinya menjadi kas
Aset lancar (Current Assets) – dapat dikonversi menjadi kas dalam satu tahun
Aset tidak lancar (Non-Current Assets) – membutuhkan waktu lebih lama untuk dijual
2. Hutang: kewajiban yang harus dilunasi
Hutang juga dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan jangka waktu pembayaran
Hutang lancar (Current Liabilities) – harus dibayar dalam tahun ini
Hutang tidak lancar (Non-Current Liabilities) – jatuh tempo lebih dari satu tahun
3. Ekuitas: modal dan laba ditahan
Ini adalah bagian sebenarnya dari pemilik perusahaan
Modal dari pemilik saham – dana yang disetor sejak awal
Laba (atau rugi) yang ditahan – hasil akumulasi dari operasi
Cara penyusunan neraca: dua format yang umum digunakan
Format 1: Neraca bentuk akun (Accounting Form)
Ini adalah salah satu format berbentuk T yang mungkin sudah Anda kenal
Kiri menunjukkan Aset, kanan menunjukkan Hutang + Ekuitas
Langkah-langkah penyusunan:
Format 2: Neraca laporan (Report Form)
Format ini disusun secara vertikal dari atas ke bawah, cocok untuk laporan resmi
Langkah-langkah penyusunan:
Mengapa nama diubah menjadi “Laporan Posisi Keuangan”
Dulu disebut “Neraca” karena seimbang, tetapi nama ini tidak menjelaskan apa sebenarnya fungsinya.
Luar negeri beralih menjadi “Statement of Financial Position” agar nama mencerminkan tujuan utamanya: menunjukkan posisi keuangan.
Di Indonesia juga diubah menjadi “Laporan Posisi Keuangan” agar sesuai dengan standar internasional.
Cara menganalisis laporan posisi keuangan
Langkah 1: Lihat gambaran umum terlebih dahulu
Saat membuka neraca, perhatikan angka total aset, hutang, dan ekuitas. Anda langsung mendapatkan gambaran awal tentang ukuran perusahaan.
Langkah 2: Analisis likuiditas
Perusahaan mampu membayar hutang atau tidak? Lihat rasio likuiditas:
Current Ratio = Aset lancar ÷ Hutang lancar
Langkah 3: Analisis profitabilitas
Berapa besar ekuitas? Ekuitas menunjukkan berapa banyak investasi nyata dari pemilik dalam bisnis. Jika besar, berarti perusahaan tidak terlalu bergantung pada utang.
Langkah 4: Bandingkan dengan tahun sebelumnya
Lihat perubahan angka:
Tempat melihat laporan posisi keuangan
Jika ingin memeriksa neraca perusahaan Indonesia, Anda bisa mengakses di website Datawarehouse.dbd.go.th
Caranya:
Perhatian penting saat membaca neraca
1. Data adalah data masa lalu
Neraca menunjukkan posisi pada satu hari tertentu, bukan data real-time. Jika ada berita penting setelah tanggal penyusunan, angka mungkin tidak mencerminkan keadaan sebenarnya.
2. Keandalan data
Laporan keuangan bisa saja mengandung kesalahan, atau terkadang dimanipulasi agar terlihat lebih baik. Periksa juga laporan laba rugi dan laporan audit dari auditor.
3. Perubahan konteks ekonomi
Inflasi, perubahan suku bunga, depresiasi mata uang semuanya mempengaruhi angka. Jadi, perlu juga memperhatikan kondisi ekonomi saat itu.
4. Perlu dilihat bersama dokumen lain
Jangan hanya melihat neraca saja. Periksa laporan laba rugi, laporan arus kas, dan penjelasan dari manajemen.
Ringkasan: Seberapa penting neraca?
Laporan Posisi Keuangan atau Neraca adalah alat penting yang membantu Anda memahami posisi keuangan perusahaan melalui gambaran keseimbangan antara aset, hutang, dan ekuitas.
Bagi investor: membantu menilai risiko dan peluang investasi Bagi manajer: membantu merencanakan dan mengambil keputusan operasional
Namun, membaca neraca saja tidak cukup. Perlu juga mempelajari dokumen keuangan lain dan konteks bisnis secara umum agar pengambilan keputusan lebih bijaksana