Seiring sistem otonom menjadi semakin canggih, muncul pertanyaan penting: bisakah kita mempercayai mesin dengan keputusan yang menentukan hidup dan mati?



Torsten Reil, salah satu pendiri Helsing, membawa perspektif yang menarik ke dalam perdebatan yang sedang berlangsung ini. Argumen utamanya sederhana—tidak peduli seberapa maju algoritma menjadi, manusia tidak boleh pernah dihapus dari siklus pengambilan keputusan.

Ini bukan sekadar filsafat. Ini tentang akuntabilitas, etika, dan nilai tak tergantikan dari penilaian manusia dalam skenario di mana taruhannya tidak bisa lebih tinggi. Saat perang dan aplikasi militer mendorong teknologi AI ke wilayah yang belum pernah dijelajahi, menjaga manusia tetap mengendalikan tetap bukan hanya disarankan, tetapi sangat penting.

Percakapan ini menimbulkan pertanyaan penting: Di mana kita menarik garis? Bagaimana kita menyeimbangkan kemampuan teknologi dengan tanggung jawab moral? Ini bukan masalah yang bisa diselesaikan hanya dengan kode.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • 9
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
zkNoobvip
· 01-10 11:28
Algoritma sekuat apapun juga harus ada yang menanggung risiko, kalau tidak siapa yang akan bertanggung jawab?
Lihat AsliBalas0
SerNgmivip
· 01-10 06:44
Kewenangan pengambilan keputusan manusia tidak dapat dialihdayakan, ini sudah pasti. Algoritma sekuat apapun juga tidak memiliki moral...
Lihat AsliBalas0
GetRichLeekvip
· 01-09 16:05
Bagus sekali, saya sudah lama mengingatkan tentang mesin pembunuh AI ini. Data di blockchain menunjukkan bahwa gelombang panas AI industri pertahanan ini memang meningkat, tapi apakah kamu berani all in? Saya sendiri tidak berani, terlalu kotak hitam.
Lihat AsliBalas0
TokenDustCollectorvip
· 01-08 19:00
Keputusan hidup atau mati tetap harus bergantung pada manusia, algoritma sekeren apa pun hanyalah alat. Begitu melepas tangan dan tidak mengurus, siapa yang bertanggung jawab? Inilah inti sebenarnya.
Lihat AsliBalas0
AirdropSweaterFanvip
· 01-08 18:58
Keputusan hidup dan mati tetap harus diputuskan oleh manusia, bahkan algoritma yang paling cerdas pun tidak sebanding dengan hati nurani manusia.
Lihat AsliBalas0
ser_we_are_earlyvip
· 01-08 18:54
Keputusan hidup dan mati sebaiknya diputuskan oleh manusia, kalau tidak, jika terjadi masalah siapa yang bertanggung jawab...
Lihat AsliBalas0
NFTRegretfulvip
· 01-08 18:53
Algoritma yang cerdas sekalipun tidak bisa menggantikan manusia dalam bertanggung jawab, saya setuju dengan hal ini
Lihat AsliBalas0
TrustlessMaximalistvip
· 01-08 18:50
Algoritma secerdas apa pun juga harus ada yang bertanggung jawab, inilah poin utamanya
Lihat AsliBalas0
FOMOrektGuyvip
· 01-08 18:49
Sejujurnya, mesin sekecanggih apa pun hanyalah mengikuti pola, bagaimana mungkin menyerahkan keputusan hidup dan mati kepada algoritma... Penggunaan kecerdasan buatan dalam aplikasi militer memang agak meragukan
Lihat AsliBalas0
Lihat Lebih Banyak
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)