Pasar batu bara Indonesia baru-baru ini mengirimkan beberapa sinyal kunci yang patut diperhatikan.
Pertama, mari kita lihat bagian produksi. Sektor pertambangan Indonesia menyatakan bahwa kuota produksi nikel tahun depan akan disesuaikan berdasarkan kebutuhan aktual, dan kemungkinan juga akan menyetujui indikator produksi batu bara sekitar 6 miliar ton. Dari data historis, produksi batu bara Indonesia pada 2024 diperkirakan mencapai 8,36 miliar ton, dan pada 2025 diperkirakan akan menurun menjadi sekitar 7,5 miliar ton, menunjukkan tren penurunan yang jelas. Angka 6 miliar ton terdengar sangat mengkhawatirkan, tetapi dalam praktiknya kemungkinan besar tidak akan turun sebanyak itu—arah yang lebih realistis seharusnya berada di sekitar 7 miliar ton.
Namun, itu belum semuanya. Permintaan batu bara domestik Indonesia terus meningkat, yang berarti cadangan untuk ekspor akan semakin tertekan. Akibatnya: meskipun produksi tidak mengalami penurunan drastis, volume ekspor justru semakin menyusut, secara langsung mendorong harga batu bara internasional naik.
Selanjutnya, mari kita lihat perubahan tarif ekspor. Kementerian Keuangan Indonesia mengungkapkan pada 5 Januari bahwa meskipun dokumen hukum belum resmi keluar, tarif bea keluar batu bara sudah mulai diberlakukan sejak 1 Januari dan akan dikenakan pembayaran kembali secara retrospektif. Tarifnya menggunakan sistem bertingkat: 5%, 8%, 11%, tergantung pada harga batu bara. Untuk mengatasi tekanan biaya, penjual Indonesia telah menaikkan harga tawar mereka, dan indeks harga batu bara kalori menengah ke rendah umumnya naik sebesar 2 hingga 2,5 dolar AS per ton.
Dua faktor ini—pengetatan pasokan dan biaya tarif—menggabung, sehingga tren kenaikan harga batu bara Indonesia hampir pasti sudah menjadi kenyataan.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
15 Suka
Hadiah
15
10
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
CryptoMom
· 16jam yang lalu
Sial, batu bara Indonesia akan naik lagi? Betapa menyakitkannya, sektor energi akan kembali bergolak
Lihat AsliBalas0
OldLeekNewSickle
· 20jam yang lalu
Ketatnya pasokan + tarif ganda, harga batu bara Indonesia akan melonjak... Ngomong-ngomong, kombinasi ini terlihat akrab, teknik memanen rumput tetangga memang sangat canggih.
Lihat AsliBalas0
AirdropHunterXiao
· 23jam yang lalu
Operasi Indonesia kali ini benar-benar kejam, mematikan sisi pasokan, menambah bea masuk lagi, harga batu bara ini akan segera melambung.
---
6 miliar ton terdengar bagus, kenyataannya hanya menaikkan harga secara tidak langsung, semua yang paham pasti tahu.
---
Pertumbuhan permintaan domestik, ekspor ditekan, kombinasi ini membuat harga batu bara internasional tidak naik, itu sudah pasti.
---
Langkah penarikan pajak ini luar biasa, semua biaya dialihkan ke hilir, penjual sudah mulai menaikkan harga.
---
Sistem tarif ekspor bertingkat, ini seperti melihat cuaca untuk menentukan makan? Semakin tinggi harga batu bara, semakin berat pajaknya, ada sesuatu di situ.
---
Rasa-rasanya Indonesia ingin mengambil jalur premium, meskipun ekspor sedikit, tapi mau mendapatkan lebih banyak, toh permintaan domestik tetap ada.
---
Kenaikan 2 sampai 2,5 dolar/ton terlihat tidak banyak, tapi ini adalah guncangan besar bagi seluruh rantai industri.
---
Logika ini sebenarnya hanya dua kata: keluar. Mengeluarkan kapasitas, mengeluarkan pesaing, mengeluarkan ruang keuntungan.
Lihat AsliBalas0
RugpullTherapist
· 01-11 23:38
Operasi ini di Indonesia, pengurangan pasokan dan peningkatan pajak ekspor, pasti akan memotong sebagian pembeli batu bara global.
Lihat AsliBalas0
LiquidationAlert
· 01-09 09:54
Operasi di Indonesia ini, pengenaan kembali bea masuk dan pembayaran kembali benar-benar keras, volume ekspor menyusut dan harga langsung naik, keuntungan jangka pendek untuk bullish batu bara, kan
Lihat AsliBalas0
ser_ngmi
· 01-09 09:54
Operasi ini di Indonesia benar-benar luar biasa, pengurangan pasokan dan pajak ganda membunuh sekaligus, harga batu bara melambung tanpa kompromi
Lihat AsliBalas0
ShitcoinArbitrageur
· 01-09 09:52
Wah, operasi Indonesia kali ini langsung menjatuhkan pasar? Pasokan yang ketat dan tarif lagi, harga batu bara ini mau terbang nih
Lihat AsliBalas0
tx_pending_forever
· 01-09 09:40
Operasi ini di Indonesia benar-benar hebat, pengenaan kembali bea keluar dan pembayaran kembali? Langsung memberikan dorongan pada harga batu bara
Lihat AsliBalas0
FlippedSignal
· 01-09 09:30
Operasi Indonesia kali ini cukup keras, penarikan bea keluar secara retrospektif, harga batu bara langsung melambung...
Lihat AsliBalas0
GasFeeTherapist
· 01-09 09:29
Operasi ini di Indonesia, kombinasi pembatasan pasokan dan kenaikan tarif bea cukai membunuh dua burung dengan satu batu, harga batu bara melambung tidak bisa dihindari
Pasar batu bara Indonesia baru-baru ini mengirimkan beberapa sinyal kunci yang patut diperhatikan.
Pertama, mari kita lihat bagian produksi. Sektor pertambangan Indonesia menyatakan bahwa kuota produksi nikel tahun depan akan disesuaikan berdasarkan kebutuhan aktual, dan kemungkinan juga akan menyetujui indikator produksi batu bara sekitar 6 miliar ton. Dari data historis, produksi batu bara Indonesia pada 2024 diperkirakan mencapai 8,36 miliar ton, dan pada 2025 diperkirakan akan menurun menjadi sekitar 7,5 miliar ton, menunjukkan tren penurunan yang jelas. Angka 6 miliar ton terdengar sangat mengkhawatirkan, tetapi dalam praktiknya kemungkinan besar tidak akan turun sebanyak itu—arah yang lebih realistis seharusnya berada di sekitar 7 miliar ton.
Namun, itu belum semuanya. Permintaan batu bara domestik Indonesia terus meningkat, yang berarti cadangan untuk ekspor akan semakin tertekan. Akibatnya: meskipun produksi tidak mengalami penurunan drastis, volume ekspor justru semakin menyusut, secara langsung mendorong harga batu bara internasional naik.
Selanjutnya, mari kita lihat perubahan tarif ekspor. Kementerian Keuangan Indonesia mengungkapkan pada 5 Januari bahwa meskipun dokumen hukum belum resmi keluar, tarif bea keluar batu bara sudah mulai diberlakukan sejak 1 Januari dan akan dikenakan pembayaran kembali secara retrospektif. Tarifnya menggunakan sistem bertingkat: 5%, 8%, 11%, tergantung pada harga batu bara. Untuk mengatasi tekanan biaya, penjual Indonesia telah menaikkan harga tawar mereka, dan indeks harga batu bara kalori menengah ke rendah umumnya naik sebesar 2 hingga 2,5 dolar AS per ton.
Dua faktor ini—pengetatan pasokan dan biaya tarif—menggabung, sehingga tren kenaikan harga batu bara Indonesia hampir pasti sudah menjadi kenyataan.