Ketika waktu untuk berkarya terlalu banyak, itu berubah menjadi sebuah tugas. Tetapi ketika pekerjaan sehari-hari hanya menyisakan sedikit waktu untuk berkarya, perasaan itu adalah kebahagiaan sejati.
Paradoks ini sangat nyata di komunitas kreatif Web3. Mereka yang bekerja penuh waktu di bidang seni NFT dan output kreatif sering mengatakan bahwa mereka kehilangan semangat yang dulu mereka miliki. Sedangkan mereka yang sibuk di siang hari dan hanya bisa memanfaatkan waktu senggang untuk berkarya, setiap kali mereka mulai menulis bersinar terang.
Kelangkaan menciptakan keinginan. Tekanan memicu inspirasi. Mungkin seni sejati tidak membutuhkan waktu yang cukup, tetapi rasa lapar terhadap waktu.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
22 Suka
Hadiah
22
6
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
AirdropNinja
· 01-11 07:56
Saya langsung merasa ahli, kelompok pembuat konten penuh waktu memang umumnya merasa tidak berdaya, sebaliknya mereka yang menyisihkan waktu karya mereka lebih bersemangat
Lihat AsliBalas0
BlockBargainHunter
· 01-09 11:50
Saya telah melihat terlalu banyak contoh kreator penuh waktu di komunitas ini yang akhirnya menyerah, memang seperti itu
Karya yang dibuat di waktu senggang memang punya rasa tersendiri, mungkin karena itu berharga
Jujur saja, tetap harus merasa lapar sedikit, terlalu banyak kebebasan malah merusak orang
Saya dulu juga begitu, saat punya waktu malah bingung mau buat apa, justru saat proyek sedang sibuk otak paling aktif
Logika ini terutama jelas di Web3, mereka yang penuh waktu mengurus NFT malah tidak sebersemangat yang main-main
Lihat AsliBalas0
ContractExplorer
· 01-09 09:59
Sejujurnya, selama dua tahun menjadi kreator penuh waktu, saya juga sedikit merasakan, semakin banyak waktu malah membuat saya lebih mudah menunda-nunda.
Seniman NFT yang tidak laku akhirnya mulai merenungkan hidup mereka.
Hanya hal-hal yang dipaksa oleh deadline yang benar-benar memiliki jiwa.
Ini juga menjelaskan mengapa mereka yang bekerja paruh waktu di Web3 akhirnya menjadi orang besar.
Zaman kelaparan melahirkan jenius, itu adalah pepatah kuno.
Waktu yang bebas malah tidak benar-benar bebas? Menarik banget.
Lihat AsliBalas0
GateUser-e19e9c10
· 01-09 09:36
Ini benar-benar menyentuh saya... Saya adalah tipe orang yang justru kehilangan perasaan saat menjadi kreator penuh waktu, sekarang malah merindukan masa sebagai karyawan di mana diam-diam menggambar.
Lihat AsliBalas0
ShibaMillionairen't
· 01-09 09:35
Saat bekerja penuh waktu dalam bidang kreatif, justru merasa santai, sebaliknya saat mengejar waktu untuk berkarya, kondisi paling maksimal
Hal ini memang sedikit ironis di dunia NFT, semakin banyak waktu semakin santai
Jelas ini soal rasa lapar, tanpa deadline mudah menyerah
Keinginan untuk berkarya dari pekerja kantoran benar-benar tidak bisa ditahan, haha
Kata-kata ini menyentuh, kenyataannya kelangkaan memang menjadi katalis terbaik
Saya tipe orang seperti ini, baru bisa benar-benar hidup setelah pulang kerja
Waktu yang cukup malah menjadi tempat berkembangnya kebiasaan menunda-nunda, benar
Kontradiksi yang menarik, pembatasan justru memberi ruang lebih besar untuk kreativitas
Ketika waktu untuk berkarya terlalu banyak, itu berubah menjadi sebuah tugas. Tetapi ketika pekerjaan sehari-hari hanya menyisakan sedikit waktu untuk berkarya, perasaan itu adalah kebahagiaan sejati.
Paradoks ini sangat nyata di komunitas kreatif Web3. Mereka yang bekerja penuh waktu di bidang seni NFT dan output kreatif sering mengatakan bahwa mereka kehilangan semangat yang dulu mereka miliki. Sedangkan mereka yang sibuk di siang hari dan hanya bisa memanfaatkan waktu senggang untuk berkarya, setiap kali mereka mulai menulis bersinar terang.
Kelangkaan menciptakan keinginan. Tekanan memicu inspirasi. Mungkin seni sejati tidak membutuhkan waktu yang cukup, tetapi rasa lapar terhadap waktu.