Pasar stablecoin sedang menampilkan pertumbuhan yang spektakuler. Berdasarkan prediksi terbaru dari lembaga analisis Artemis Analytics, pada tahun 2025 volume perdagangan stablecoin diperkirakan akan menembus angka 33 triliun dolar AS, dengan dua proyek utama USDC dan USDT akan menguasai separuh pasar.
Seberapa mengagumkannya angka ini? Bayangkan dari sudut pandang lain—Peringkat GDP global ketiga, Jepang, memiliki GDP tahunan sekitar 10 triliun dolar AS. Dan stablecoin dalam tiga tahun ke depan akan mencapai volume perdagangan tahunan sebesar 33 triliun? Kecepatan pertumbuhan ini setara dengan roller coaster, cukup untuk mengguncang seluruh pasar keuangan.
Mengapa stablecoin bisa mengalami ledakan seperti ini? Ada beberapa kekuatan pendorong inti yang tidak boleh diabaikan. Pertama, stablecoin dolar AS merupakan infrastruktur dasar yang sangat dibutuhkan dalam ekosistem kripto. Setiap transaksi, transfer, dan penyelesaian tidak lepas dari jangkar stabilitas harga. USDC dan USDT telah lama menjadi alat pembayaran standar di dunia kripto. Kedua, bidang pembayaran lintas negara sedang mengalami revolusi. Transfer bank tradisional biasanya memakan waktu minimal 3 hari dan dikenai biaya berlapis; sementara menggunakan stablecoin hanya butuh beberapa detik untuk sampai ke penerima, biayanya hampir bisa diabaikan, ini adalah solusi nyata untuk masalah utama bagi usaha kecil dan menengah serta pedagang lintas negara. Ketiga, kekuatan pendorong berasal dari masuknya pemain tingkat institusi—hedge fund dan perusahaan publik sudah menganggap stablecoin sebagai alat pengelolaan kas, yang tentu saja menambah kekuatan pasar.
Namun, peluang sering disertai risiko. Perlu diingat bahwa lembaga data sendiri mungkin memiliki hubungan kepentingan dengan beberapa proyek stablecoin tertentu, sehingga prediksi data harus dilihat dengan sudut pandang rasional. Lebih penting lagi, variabel regulasi—otoritas pengawas seperti Departemen Keuangan AS bisa kapan saja memulai pengawasan baru terhadap stablecoin. Risiko teknologi juga tidak boleh diabaikan; keruntuhan proyek Terra tahun lalu masih segar dalam ingatan, dan bahkan proyek stablecoin terbesar pun tidak mampu menahan guncangan krisis kepercayaan.
Secara keseluruhan, prediksi data tentang stablecoin ini membuat semangat sekaligus mengingatkan untuk tetap waspada. Apakah volume perdagangan sebesar 33 triliun pada tahun 2025 benar-benar akan terwujud masih harus dilihat, tetapi kompetisi di dalam ekosistem ini sudah mulai meningkat—USDT sedang menjelajahi ekosistem NFT, USDC meluncurkan versi baru yang lebih optimal, dan persaingan pasar semakin memanas.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
9 Suka
Hadiah
9
5
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
PhantomHunter
· 01-12 00:16
33万亿?Angka ini terdengar menyenangkan, tapi saya masih tidak percaya dengan prediksi Artemis, rasanya mereka mungkin mendapatkan komisi dari proyek tertentu
---
Pembayaran lintas negara memang menjadi titik sakit, tapi benar-benar meledak tergantung bagaimana regulasi mengatur, Kementerian Keuangan bisa saja datang kapan saja
---
Terra belum benar-benar sepi, sudah mulai membicarakan hal besar berikutnya... Sejarah selalu berulang
---
USDT dan USDC saling bersaing, ini yang benar-benar layak diperhatikan, siapa yang tersingkir adalah poin utamanya
---
33万亿?Bangunlah, ini prediksi bukan fakta, nanti tahun 2025 saja
---
Masuknya institusi memang nyata, tapi angka 33万亿 ini saya rasa meragukan
---
Takutnya muncul krisis kepercayaan lagi, saat itu bahkan stablecoin sebesar apa pun akan sia-sia
---
Persaingan mulai memanas, tapi syaratnya harus bertahan sampai tahun 2025 dulu
Lihat AsliBalas0
RugResistant
· 01-10 08:24
33万亿?听起来很诱人但感觉有点吹过头了,数据机构这套预测得打个问号
Terra masih ada di benak, bahkan proyek sebesar apapun tidak mampu menahan krisis kepercayaan
USDT dan USDC terlibat seperti ini, pendatang baru benar-benar tidak punya peluang
Lihat AsliBalas0
SandwichVictim
· 01-09 10:52
33万亿?Artemis那帮人怕不是算盘算崩了吧哈哈
---
跨境支付这块确实香,但真到2025年能落地多少还不好说
---
Terra的教训还没学够呢,又开始吹下一个风口了
---
USDT dan USDC menggelinding, bagaimana trader ritel bermain
---
Stablecoin memang kebutuhan pokok, tapi prediksi 33万亿 ini murni untuk menarik perhatian
---
Masuknya institusi adalah hal baik, tapi sikap regulasi di sana belum pasti
---
Data bagus secara visual, aku cuma mau tahu nanti siapa yang untung dan siapa yang rugi
---
Tiga tahun 33万亿, kecepatan ini agak gila memang
---
Jadi versi baru USDC lebih hebat dari USDT? Tunggu dan lihat hasilnya
Lihat AsliBalas0
GetRichLeek
· 01-09 10:32
3.3 juta triliun? Sudah membual terlalu jauh, apakah institusi ini bekerja sama dengan stablecoin tertentu, aku jadi paham kenapa mereka berani membuat prediksi seperti ini
Ketika menghasilkan uang, mereka membuat prediksi, ketika rugi mereka menyalahkan regulasi. Bagaimanapun Terra runtuh dan aku kehilangan banyak darah, kali ini siapa dari USDT, USDC yang berani mengangkat aku?
Revolusi pembayaran lintas batas, aku percaya, tapi kalau benar-benar sampai 3.3 juta triliun, harus lolos dari gerbang regulasi dulu. Departemen Keuangan AS bisa kapan saja mengejutkan, nanti lagi-lagi akan berdarah-darah
Lihat AsliBalas0
LiquidationOracle
· 01-09 10:23
33万亿?Kebanyakan nih, data ini cuma buat bikin kamu turun tangan dan ambil alih.
Pasar stablecoin sedang menampilkan pertumbuhan yang spektakuler. Berdasarkan prediksi terbaru dari lembaga analisis Artemis Analytics, pada tahun 2025 volume perdagangan stablecoin diperkirakan akan menembus angka 33 triliun dolar AS, dengan dua proyek utama USDC dan USDT akan menguasai separuh pasar.
Seberapa mengagumkannya angka ini? Bayangkan dari sudut pandang lain—Peringkat GDP global ketiga, Jepang, memiliki GDP tahunan sekitar 10 triliun dolar AS. Dan stablecoin dalam tiga tahun ke depan akan mencapai volume perdagangan tahunan sebesar 33 triliun? Kecepatan pertumbuhan ini setara dengan roller coaster, cukup untuk mengguncang seluruh pasar keuangan.
Mengapa stablecoin bisa mengalami ledakan seperti ini? Ada beberapa kekuatan pendorong inti yang tidak boleh diabaikan. Pertama, stablecoin dolar AS merupakan infrastruktur dasar yang sangat dibutuhkan dalam ekosistem kripto. Setiap transaksi, transfer, dan penyelesaian tidak lepas dari jangkar stabilitas harga. USDC dan USDT telah lama menjadi alat pembayaran standar di dunia kripto. Kedua, bidang pembayaran lintas negara sedang mengalami revolusi. Transfer bank tradisional biasanya memakan waktu minimal 3 hari dan dikenai biaya berlapis; sementara menggunakan stablecoin hanya butuh beberapa detik untuk sampai ke penerima, biayanya hampir bisa diabaikan, ini adalah solusi nyata untuk masalah utama bagi usaha kecil dan menengah serta pedagang lintas negara. Ketiga, kekuatan pendorong berasal dari masuknya pemain tingkat institusi—hedge fund dan perusahaan publik sudah menganggap stablecoin sebagai alat pengelolaan kas, yang tentu saja menambah kekuatan pasar.
Namun, peluang sering disertai risiko. Perlu diingat bahwa lembaga data sendiri mungkin memiliki hubungan kepentingan dengan beberapa proyek stablecoin tertentu, sehingga prediksi data harus dilihat dengan sudut pandang rasional. Lebih penting lagi, variabel regulasi—otoritas pengawas seperti Departemen Keuangan AS bisa kapan saja memulai pengawasan baru terhadap stablecoin. Risiko teknologi juga tidak boleh diabaikan; keruntuhan proyek Terra tahun lalu masih segar dalam ingatan, dan bahkan proyek stablecoin terbesar pun tidak mampu menahan guncangan krisis kepercayaan.
Secara keseluruhan, prediksi data tentang stablecoin ini membuat semangat sekaligus mengingatkan untuk tetap waspada. Apakah volume perdagangan sebesar 33 triliun pada tahun 2025 benar-benar akan terwujud masih harus dilihat, tetapi kompetisi di dalam ekosistem ini sudah mulai meningkat—USDT sedang menjelajahi ekosistem NFT, USDC meluncurkan versi baru yang lebih optimal, dan persaingan pasar semakin memanas.