Jeden Dezember kembali terjadi sebuah ritual lama di pasar keuangan: investor bermimpi tentang Santa Rally yang disebut-sebut – fase mistis antara Natal dan Tahun Baru, di mana harga diperkirakan reli secara andal. Namun, sementara pola ini sering bertahan di pasar saham tradisional seperti S&P 500, pasar kripto menunjukkan gambaran yang jauh lebih tidak stabil. Realitasnya jauh lebih mengecewakan untuk Bitcoin dan aset digital lainnya.
Kisah dan Akar Sejarahnya
Santa Rally bukan penemuan baru. Istilah ini sudah dipopulerkan pada tahun 1970-an oleh analis Yale Hirsch dan menggambarkan periode tertentu: biasanya lima hari terakhir perdagangan di bulan Desember plus dua hari pertama di bulan Januari. Para ahli mengaitkan fenomena ini dengan beberapa faktor. Volume perdagangan yang lebih rendah selama periode ini berperan, karena banyak pelaku pasar institusional sedang libur. Selain itu, ada yang disebut Window Dressing, di mana pengelola aset mempercantik portofolio mereka secara kosmetik, serta penjualan yang didorong oleh motif pajak dari posisi yang rugi.
Di pasar tradisional, pola ini tampaknya berfungsi. S&P 500 menunjukkan kenaikan harga selama periode ini selama bertahun-tahun. Analis seperti Kobeissi Letter berpendapat bahwa Santa Rally “tetap hidup dan utuh” – sebuah argumen yang didukung oleh rekor tertinggi saat ini.
Pasar Kripto Menulis Cerita yang Berbeda
Namun, pasar kripto mengikuti hukum-hukum sendiri. Di sini, kisah Natal menjadi batu uji kritis. Data empiris sangat mengungkapkan: Pada tahun 2020, Bitcoin dan pasar kripto secara umum mengalami kenaikan yang mengesankan sebesar 34,5 persen selama periode ini. Saat itu adalah masa Santa Rally. Tetapi sejak saat itu, gambaran berbeda mulai muncul:
2021: Minus 7,9 persen
2022: Minus 1,5 persen
2023: Plus 4,9 persen
2024: Plus 1,7 persen
Kinerja ini terlihat kurang sebagai pola yang dapat diandalkan dan lebih seperti lempar koin dengan tingkat keberhasilan yang menurun.
Mengapa Narasi Ini Menipu
Para ahli seperti analis kripto Ardi secara tegas memperingatkan terhadap interpretasi yang terlalu optimistis. Tahun 2020 yang luar biasa dengan Santa Rally sebesar 34,5 persen menciptakan ekspektasi yang berlebihan – sebuah distorsi mental yang masih mempengaruhi hingga hari ini. Ardi berargumen meyakinkan bahwa ada fenomena lain di baliknya: pelaku pasar besar memanfaatkan hari libur secara strategis untuk mendorong investor ritel yang optimis agar membeli dan menjual posisi mereka dengan harga lebih tinggi. Ini sesuai dengan pola tahun-tahun lemah, terutama 2021.
Harga Bitcoin saat ini di angka $90.40K dengan pergerakan 24 jam sebesar +0,60 persen menunjukkan pasar kripto yang stabil, tetapi tidak terlalu euforia dalam fase ini.
Kesimpulan: Kalibrasi Ekspektasi dengan Tepat
Santa Rally tetap menjadi fenomena yang dapat diandalkan dalam keuangan tradisional – meskipun tidak dijamin. Di pasar kripto, investor harus lebih berhati-hati dalam menghitung. Narasi Santa Rally bisa menjadi jebakan jika mendorong pengambilan keputusan perdagangan yang terlalu optimistis. Volatilitas dan dinamika pasar kripto mengikuti irama yang berbeda dari pasar saham yang mapan. Investor sebaiknya menahan ekspektasi mereka dan memahami bahwa pasar tetap mengikuti aturan sendiri selama hari libur – bukan mengikuti kalender Natal.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Fenomena Pasar Kripto saat Natal: Data vs. Harapan
Jeden Dezember kembali terjadi sebuah ritual lama di pasar keuangan: investor bermimpi tentang Santa Rally yang disebut-sebut – fase mistis antara Natal dan Tahun Baru, di mana harga diperkirakan reli secara andal. Namun, sementara pola ini sering bertahan di pasar saham tradisional seperti S&P 500, pasar kripto menunjukkan gambaran yang jauh lebih tidak stabil. Realitasnya jauh lebih mengecewakan untuk Bitcoin dan aset digital lainnya.
Kisah dan Akar Sejarahnya
Santa Rally bukan penemuan baru. Istilah ini sudah dipopulerkan pada tahun 1970-an oleh analis Yale Hirsch dan menggambarkan periode tertentu: biasanya lima hari terakhir perdagangan di bulan Desember plus dua hari pertama di bulan Januari. Para ahli mengaitkan fenomena ini dengan beberapa faktor. Volume perdagangan yang lebih rendah selama periode ini berperan, karena banyak pelaku pasar institusional sedang libur. Selain itu, ada yang disebut Window Dressing, di mana pengelola aset mempercantik portofolio mereka secara kosmetik, serta penjualan yang didorong oleh motif pajak dari posisi yang rugi.
Di pasar tradisional, pola ini tampaknya berfungsi. S&P 500 menunjukkan kenaikan harga selama periode ini selama bertahun-tahun. Analis seperti Kobeissi Letter berpendapat bahwa Santa Rally “tetap hidup dan utuh” – sebuah argumen yang didukung oleh rekor tertinggi saat ini.
Pasar Kripto Menulis Cerita yang Berbeda
Namun, pasar kripto mengikuti hukum-hukum sendiri. Di sini, kisah Natal menjadi batu uji kritis. Data empiris sangat mengungkapkan: Pada tahun 2020, Bitcoin dan pasar kripto secara umum mengalami kenaikan yang mengesankan sebesar 34,5 persen selama periode ini. Saat itu adalah masa Santa Rally. Tetapi sejak saat itu, gambaran berbeda mulai muncul:
Kinerja ini terlihat kurang sebagai pola yang dapat diandalkan dan lebih seperti lempar koin dengan tingkat keberhasilan yang menurun.
Mengapa Narasi Ini Menipu
Para ahli seperti analis kripto Ardi secara tegas memperingatkan terhadap interpretasi yang terlalu optimistis. Tahun 2020 yang luar biasa dengan Santa Rally sebesar 34,5 persen menciptakan ekspektasi yang berlebihan – sebuah distorsi mental yang masih mempengaruhi hingga hari ini. Ardi berargumen meyakinkan bahwa ada fenomena lain di baliknya: pelaku pasar besar memanfaatkan hari libur secara strategis untuk mendorong investor ritel yang optimis agar membeli dan menjual posisi mereka dengan harga lebih tinggi. Ini sesuai dengan pola tahun-tahun lemah, terutama 2021.
Harga Bitcoin saat ini di angka $90.40K dengan pergerakan 24 jam sebesar +0,60 persen menunjukkan pasar kripto yang stabil, tetapi tidak terlalu euforia dalam fase ini.
Kesimpulan: Kalibrasi Ekspektasi dengan Tepat
Santa Rally tetap menjadi fenomena yang dapat diandalkan dalam keuangan tradisional – meskipun tidak dijamin. Di pasar kripto, investor harus lebih berhati-hati dalam menghitung. Narasi Santa Rally bisa menjadi jebakan jika mendorong pengambilan keputusan perdagangan yang terlalu optimistis. Volatilitas dan dinamika pasar kripto mengikuti irama yang berbeda dari pasar saham yang mapan. Investor sebaiknya menahan ekspektasi mereka dan memahami bahwa pasar tetap mengikuti aturan sendiri selama hari libur – bukan mengikuti kalender Natal.