Iran mengalami gangguan jaringan, mengapa perdagangan kripto tetap berlangsung
Baru-baru ini, peningkatan demonstrasi di dalam negeri Iran menyebabkan nilai rial terhadap dolar AS jatuh ke level terendah dalam sejarah, dan pemerintah segera memberlakukan langkah pemutusan jaringan secara menyeluruh. Keputusan ini mempengaruhi sekitar 7 juta pengguna mata uang kripto dalam melakukan transaksi normal.
Yang menarik adalah, meskipun jaringan internet di seluruh negeri terputus, perdagangan mata uang kripto tetap belum sepenuhnya berhenti. Berdasarkan analisis data di blockchain, dari awal 2025 hingga Juli, volume pergerakan aset kripto di Iran mencapai 3,7 miliar dolar AS. Ini menunjukkan bahwa pengguna sedang mencari solusi jaringan alternatif untuk menghindari dampak pemutusan jaringan—baik melalui VPN, node lokal, maupun alat jaringan terdesentralisasi lainnya.
Fenomena ini mengindikasikan masalah yang lebih mendalam: ketika sistem keuangan tradisional dan infrastruktur jaringan tidak stabil, mata uang kripto sebagai alat transfer aset yang anti sensor dan tanpa batas negara, semakin memainkan peran penting. Dari sudut pandang pasar, ini juga membuktikan mengapa di daerah dengan risiko geopolitik yang tinggi, adopsi aset kripto cenderung lebih tinggi.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
11 Suka
Hadiah
11
7
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
Token_Sherpa
· 01-11 11:08
nah ini sebenarnya alasan mengapa narasi "adopsi di pasar berkembang" benar-benar memiliki bobot... bukan versi hype-nya, tetapi yang struktural sebenarnya. ketika mata uangmu mengalami kejatuhan bebas dan pemerintah memotong internet, tiba-tiba crypto bukan lagi fantasi libertarian—itu infrastruktur keuangan dasar. 7 juta pengguna menemukan solusi sementara sementara rial dihancurkan? itu masalah kecepatan dalam menyelesaikan masalah secara nyata jujur
Lihat AsliBalas0
OnChain_Detective
· 01-10 14:29
tunggu sebentar... 37 miliar ditandai di seluruh Iran meskipun pemadaman total? analisis pola menunjukkan aktivitas pengelompokan dompet besar atau... volume transit mencurigakan jujur. perlu menarik data tentang konfigurasi node tersebut fr fr
Lihat AsliBalas0
DegenApeSurfer
· 01-09 11:56
3,7 miliar dolar AS? Astaga, angka ini agak gila, bahkan pemadaman jaringan pun tidak bisa menghentikan transaksi, crypto benar-benar makhluk yang tak terkalahkan
Lihat AsliBalas0
Liquidated_Larry
· 01-09 11:56
Bahkan pemadaman jaringan pun tidak bisa menghentikan ini, inilah nilai sebenarnya dari crypto... aliran sebesar 3,7 miliar dolar AS menunjukkan bahwa orang-orang benar-benar takut
Lihat AsliBalas0
MetaverseLandlord
· 01-09 11:51
Bahkan mati jaringan pun tidak bisa menghalangi, inilah kebebasan finansial yang sejati
Lihat AsliBalas0
ProbablyNothing
· 01-09 11:43
Volume perdagangan yang bahkan tidak bisa dihentikan oleh pemadaman jaringan, ini baru benar-benar anti sensor, bikin ngakak
Lihat AsliBalas0
NFTArchaeologist
· 01-09 11:43
Bahkan pemadaman jaringan pun tidak mampu menghentikan ini, inilah keuangan tanpa batas yang sesungguhnya
Iran mengalami gangguan jaringan, mengapa perdagangan kripto tetap berlangsung
Baru-baru ini, peningkatan demonstrasi di dalam negeri Iran menyebabkan nilai rial terhadap dolar AS jatuh ke level terendah dalam sejarah, dan pemerintah segera memberlakukan langkah pemutusan jaringan secara menyeluruh. Keputusan ini mempengaruhi sekitar 7 juta pengguna mata uang kripto dalam melakukan transaksi normal.
Yang menarik adalah, meskipun jaringan internet di seluruh negeri terputus, perdagangan mata uang kripto tetap belum sepenuhnya berhenti. Berdasarkan analisis data di blockchain, dari awal 2025 hingga Juli, volume pergerakan aset kripto di Iran mencapai 3,7 miliar dolar AS. Ini menunjukkan bahwa pengguna sedang mencari solusi jaringan alternatif untuk menghindari dampak pemutusan jaringan—baik melalui VPN, node lokal, maupun alat jaringan terdesentralisasi lainnya.
Fenomena ini mengindikasikan masalah yang lebih mendalam: ketika sistem keuangan tradisional dan infrastruktur jaringan tidak stabil, mata uang kripto sebagai alat transfer aset yang anti sensor dan tanpa batas negara, semakin memainkan peran penting. Dari sudut pandang pasar, ini juga membuktikan mengapa di daerah dengan risiko geopolitik yang tinggi, adopsi aset kripto cenderung lebih tinggi.