Harga emas di Arab Saudi mencapai rekor baru pada 15 Desember, mencerminkan momentum pasar yang lebih luas. Logam mulia ini naik ke 521,91 SAR per gram, menandai kenaikan yang solid dari penutupan hari Jumat sebelumnya di 518,67 SAR. Dalam denominasi yang lebih besar, harga mencapai 6.087,57 SAR per tola, naik dari 6.049,62 SAR—tren kenaikan yang konsisten di semua satuan pengukuran.
Berikut cara harga emas di Arab Saudi diterjemahkan dalam satuan umum:
Pengukuran
Harga (SAR)
1 Gram
521,91
10 Gram
5.219,12
Tola
6.087,57
Troy Ounce
16.233,20
Mengapa Emas Terus Naik di 2024
Kenaikan terbaru di pasar emas Arab Saudi mengangkat cerita yang lebih besar: emas sebagai asuransi keuangan utama. Secara historis berfungsi sebagai penyimpan kekayaan dan alat tukar, emas telah berkembang menjadi aset safe-haven pilihan saat pasar tidak stabil atau mata uang melemah.
Apa yang mendorong permintaan institusional? Bank sentral di seluruh dunia membeli 1.136 ton emas senilai sekitar $70 miliar pada tahun 2022 saja—jumlah tertinggi dalam satu tahun yang pernah tercatat. Ekonomi berkembang utama seperti China, India, dan Turki secara agresif menimbun cadangan, menandakan kepercayaan mendalam terhadap stabilitas emas.
Peran Mata Uang di Balik Harga
Jangan abaikan faktor dolar. Emas mempertahankan hubungan terbalik dengan Dolar AS dan Surat Utang AS—ketika dolar melemah, emas biasanya menguat. Dinamika ini membuatnya sangat menarik selama volatilitas mata uang. Demikian pula, pergerakan harga emas di Arab Saudi sering mencerminkan kelemahan USD yang lebih luas, karena harga bullion internasional langsung dikonversi ke dalam mata uang lokal.
Aset risiko menceritakan kisah lain: reli pasar saham cenderung menekan harga emas ke bawah, sementara gejolak pasar biasanya meningkatkan permintaan logam mulia. Pola ini jelas—ketika ketidakpastian meningkat, uang pintar berputar ke emas.
Suku Bunga & Sentimen Pasar
Sebagai aset yang tidak menghasilkan imbal hasil, emas berkinerja terbaik dalam lingkungan suku bunga rendah. Ketika bank sentral memberi sinyal pemotongan suku bunga atau risiko resesi meningkat, emas menjadi semakin menarik. Ketegangan geopolitik dan ketakutan resesi secara historis memicu lonjakan harga cepat berkat kredensial safe-haven emas.
Intinya: Pergerakan harga emas di Arab Saudi mencerminkan dinamika mata uang lokal dan daya tarik global logam ini sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan asuransi portofolio selama masa turbulensi.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Pembaruan Pasar Emas Saudi: Sinyal Bullish Muncul Saat Harga Menembus Lebih Tinggi
Harga emas di Arab Saudi mencapai rekor baru pada 15 Desember, mencerminkan momentum pasar yang lebih luas. Logam mulia ini naik ke 521,91 SAR per gram, menandai kenaikan yang solid dari penutupan hari Jumat sebelumnya di 518,67 SAR. Dalam denominasi yang lebih besar, harga mencapai 6.087,57 SAR per tola, naik dari 6.049,62 SAR—tren kenaikan yang konsisten di semua satuan pengukuran.
Berikut cara harga emas di Arab Saudi diterjemahkan dalam satuan umum:
Mengapa Emas Terus Naik di 2024
Kenaikan terbaru di pasar emas Arab Saudi mengangkat cerita yang lebih besar: emas sebagai asuransi keuangan utama. Secara historis berfungsi sebagai penyimpan kekayaan dan alat tukar, emas telah berkembang menjadi aset safe-haven pilihan saat pasar tidak stabil atau mata uang melemah.
Apa yang mendorong permintaan institusional? Bank sentral di seluruh dunia membeli 1.136 ton emas senilai sekitar $70 miliar pada tahun 2022 saja—jumlah tertinggi dalam satu tahun yang pernah tercatat. Ekonomi berkembang utama seperti China, India, dan Turki secara agresif menimbun cadangan, menandakan kepercayaan mendalam terhadap stabilitas emas.
Peran Mata Uang di Balik Harga
Jangan abaikan faktor dolar. Emas mempertahankan hubungan terbalik dengan Dolar AS dan Surat Utang AS—ketika dolar melemah, emas biasanya menguat. Dinamika ini membuatnya sangat menarik selama volatilitas mata uang. Demikian pula, pergerakan harga emas di Arab Saudi sering mencerminkan kelemahan USD yang lebih luas, karena harga bullion internasional langsung dikonversi ke dalam mata uang lokal.
Aset risiko menceritakan kisah lain: reli pasar saham cenderung menekan harga emas ke bawah, sementara gejolak pasar biasanya meningkatkan permintaan logam mulia. Pola ini jelas—ketika ketidakpastian meningkat, uang pintar berputar ke emas.
Suku Bunga & Sentimen Pasar
Sebagai aset yang tidak menghasilkan imbal hasil, emas berkinerja terbaik dalam lingkungan suku bunga rendah. Ketika bank sentral memberi sinyal pemotongan suku bunga atau risiko resesi meningkat, emas menjadi semakin menarik. Ketegangan geopolitik dan ketakutan resesi secara historis memicu lonjakan harga cepat berkat kredensial safe-haven emas.
Intinya: Pergerakan harga emas di Arab Saudi mencerminkan dinamika mata uang lokal dan daya tarik global logam ini sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan asuransi portofolio selama masa turbulensi.