Perak Menguat Saat Investor Menilai Ulang Posisi Logam Mulia

robot
Pembuatan abstrak sedang berlangsung

Perak memperpanjang momentum kenaikannya pada hari Rabu, diperdagangkan di $71,66 per troy ons dengan kenaikan 0,19% dari penutupan hari Selasa di $71,53. Logam mulia ini telah memberikan pengembalian yang mengesankan tahun ini, mencatatkan kenaikan sebesar 148,02% sejak Januari dimulai. Satu gram perak saat ini dihargai sebesar $2,30.

Dinamika Pasar: Apa yang Mendorong Perak Lebih Tinggi?

Rasio Emas/Perak, indikator utama yang mengukur berapa banyak ons perak yang setara dengan satu ons emas dalam nilai, bergeser ke 62,59 dari 62,88—menandakan kekuatan relatif perak. Metode ini membantu trader menilai apakah perak sedang undervalued dibandingkan dengan rekan yang lebih prestisius atau sebaliknya.

Daya tarik perak berasal dari berbagai faktor selain spekulasi semata. Sebagai aset yang tidak menghasilkan hasil, logam mulia ini mendapatkan manfaat saat suku bunga menurun, karena tidak menghasilkan pengembalian melalui yield. Perjalanan Dolar AS juga memainkan peran penting: USD yang melemah biasanya mendukung harga perak yang lebih tinggi (dikutip sebagai XAG/USD), sementara dolar yang menguat cenderung membatasi potensi kenaikan.

Permintaan Industri Tetap Menjadi Katalis Utama

Selain narasi investasinya, perak berfungsi sebagai logam industri penting. Produsen elektronik dan sektor energi surya sangat bergantung pada perak karena konduktivitas listriknya yang unggul—mengungguli tembaga dan emas dalam hal ini. Permintaan yang kuat dari industri-industri ini dapat memberikan dukungan harga, membuat perak sensitif terhadap siklus ekonomi global, terutama di pusat manufaktur seperti China.

Permintaan perhiasan konsumen di India juga memengaruhi dinamika harga secara signifikan. Ketika ekonomi ini berkembang dan konsumsi meningkat, perak cenderung mengikuti. Sebaliknya, perlambatan ekonomi dapat menekan harga melalui penurunan permintaan industri dan daya beli perhiasan yang lebih rendah.

Status Safe-Haven dan Tantangan Makroekonomi

Selama periode ketidakpastian geopolitik atau ketakutan resesi, investor sering berbondong-bondong ke logam mulia sebagai lindung nilai portofolio. Meskipun perak memiliki daya tarik safe-haven, biasanya kinerja emas lebih baik selama pelarian ke keamanan ini. Hubungan antara keduanya cukup kuat: ketika emas naik, perak biasanya mengikuti tetapi tetap bergerak dalam arah yang sama.

Kelimpahan tambang juga membedakan perak dari emas—logam putih ini tersedia dalam pasokan yang lebih besar, yang dapat membatasi reli ekstrem tetapi juga memberikan akses lebih luas untuk kendaraan investasi seperti Exchange Traded Funds yang mengikuti pergerakan harga internasional.

Baik Anda mempertimbangkan koin (perak fisik atau batangan) atau mengikuti pergerakan harganya melalui posisi ETF, memahami faktor-faktor saling terkait ini membantu menjelaskan mengapa perak berayun antara permintaan investasi, siklus industri, dan kekuatan makroekonomi.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)