Apakah Anda sering mendengar istilah “margin maintenance” tetapi selalu bingung apa artinya? Singkatnya, permintaan margin pemeliharaan adalah persentase modal minimum yang harus Anda simpan di akun saat melakukan trading leverage atau derivatif. Ini bukan saran, melainkan aturan wajib—tidak boleh dilanggar.
Aturan Tidak Tertulis dalam Trading Leverage
Misalnya Anda hanya punya 5.000 dolar AS, tetapi ingin membeli saham senilai 10.000 dolar AS. Broker meminjamkan Anda tambahan 5.000 dolar, ini disebut trading margin. Masalahnya: berapa batas minimum modal Anda?
Broker akan menetapkan permintaan margin awal (biasanya sekitar 50%), dan juga menetapkan permintaan margin pemeliharaan (umumnya 30%). Contohnya:
Anda membuka posisi dengan permintaan margin awal 50%: menginvestasikan 5.000 dolar AS
Broker menetapkan margin pemeliharaan sebesar 30%
Ini berarti ekuitas di akun Anda harus tetap di atas 3.000 dolar AS
Jika saham Anda turun, dan ekuitas di akun turun di bawah 3.000 dolar AS, notifikasi margin akan langsung muncul di layar Anda. Saat itu Anda harus segera menambah dana atau posisi akan dipaksa dilikuidasi. Tidak ada ruang untuk negosiasi.
Mengapa broker begitu ketat?
Broker menetapkan permintaan margin pemeliharaan sebenarnya untuk mengendalikan risiko. Saat Anda mengalami kerugian, dana pinjaman mereka juga berisiko. Jika investor secara massal gagal memenuhi margin, bisa memicu default berantai yang mengguncang sistem keuangan. Jadi, permintaan ini bukan untuk menyusahkan Anda, melainkan sebagai mekanisme perlindungan pasar.
Saham yang lebih volatil akan menghadapi permintaan margin yang lebih tinggi. Karena risikonya besar, broker membutuhkan bantalan keamanan yang lebih besar.
Kemajuan teknologi mengubah aturan main
Sekarang platform trading dilengkapi sistem monitoring real-time, Anda bisa melihat tingkat penggunaan margin kapan saja. Saat mendekati batas notifikasi margin, aplikasi akan memberi peringatan. Ini memberi Anda waktu untuk bereaksi: menambah dana atau mengurangi posisi.
Dibandingkan sepuluh tahun lalu yang harus menelepon broker untuk menanyakan kondisi akun, sekarang transparansi jauh lebih baik. Tapi syaratnya—Anda harus aktif memantaunya.
Bukan hanya soal trader saham
Konsep margin pemeliharaan jauh melampaui dunia saham:
Trading futures: juga memiliki permintaan margin
Pasar forex: leverage lebih tinggi, permintaan margin lebih ketat
Trading cryptocurrency: banyak exchange juga menerapkan mekanisme serupa untuk mengelola risiko
Selama melibatkan leverage, Anda harus menghormati aturan margin pemeliharaan ini.
Pesan terakhir
Memahami permintaan margin pemeliharaan adalah pelajaran wajib bagi trader tingkat lanjut. Ini bukan penghalang untuk meraih keuntungan, melainkan sinyal bahwa: leverage adalah pedang bermata dua.
Jika digunakan dengan baik, dapat memperbesar keuntungan
Jika salah, bisa langsung likuidasi
Apapun aset yang Anda tradingkan, berapa pun leverage yang digunakan, selalu ingat garis merah ini. Periksa level margin Anda secara rutin, jangan tunggu sampai menerima notifikasi baru bereaksi. Ini bukan sikap konservatif, melainkan standar profesional dalam berinvestasi.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Akun margin tidak boleh bermain api: Persyaratan margin pemeliharaan yang harus diketahui
Apakah Anda sering mendengar istilah “margin maintenance” tetapi selalu bingung apa artinya? Singkatnya, permintaan margin pemeliharaan adalah persentase modal minimum yang harus Anda simpan di akun saat melakukan trading leverage atau derivatif. Ini bukan saran, melainkan aturan wajib—tidak boleh dilanggar.
Aturan Tidak Tertulis dalam Trading Leverage
Misalnya Anda hanya punya 5.000 dolar AS, tetapi ingin membeli saham senilai 10.000 dolar AS. Broker meminjamkan Anda tambahan 5.000 dolar, ini disebut trading margin. Masalahnya: berapa batas minimum modal Anda?
Broker akan menetapkan permintaan margin awal (biasanya sekitar 50%), dan juga menetapkan permintaan margin pemeliharaan (umumnya 30%). Contohnya:
Jika saham Anda turun, dan ekuitas di akun turun di bawah 3.000 dolar AS, notifikasi margin akan langsung muncul di layar Anda. Saat itu Anda harus segera menambah dana atau posisi akan dipaksa dilikuidasi. Tidak ada ruang untuk negosiasi.
Mengapa broker begitu ketat?
Broker menetapkan permintaan margin pemeliharaan sebenarnya untuk mengendalikan risiko. Saat Anda mengalami kerugian, dana pinjaman mereka juga berisiko. Jika investor secara massal gagal memenuhi margin, bisa memicu default berantai yang mengguncang sistem keuangan. Jadi, permintaan ini bukan untuk menyusahkan Anda, melainkan sebagai mekanisme perlindungan pasar.
Saham yang lebih volatil akan menghadapi permintaan margin yang lebih tinggi. Karena risikonya besar, broker membutuhkan bantalan keamanan yang lebih besar.
Kemajuan teknologi mengubah aturan main
Sekarang platform trading dilengkapi sistem monitoring real-time, Anda bisa melihat tingkat penggunaan margin kapan saja. Saat mendekati batas notifikasi margin, aplikasi akan memberi peringatan. Ini memberi Anda waktu untuk bereaksi: menambah dana atau mengurangi posisi.
Dibandingkan sepuluh tahun lalu yang harus menelepon broker untuk menanyakan kondisi akun, sekarang transparansi jauh lebih baik. Tapi syaratnya—Anda harus aktif memantaunya.
Bukan hanya soal trader saham
Konsep margin pemeliharaan jauh melampaui dunia saham:
Selama melibatkan leverage, Anda harus menghormati aturan margin pemeliharaan ini.
Pesan terakhir
Memahami permintaan margin pemeliharaan adalah pelajaran wajib bagi trader tingkat lanjut. Ini bukan penghalang untuk meraih keuntungan, melainkan sinyal bahwa: leverage adalah pedang bermata dua.
Apapun aset yang Anda tradingkan, berapa pun leverage yang digunakan, selalu ingat garis merah ini. Periksa level margin Anda secara rutin, jangan tunggu sampai menerima notifikasi baru bereaksi. Ini bukan sikap konservatif, melainkan standar profesional dalam berinvestasi.