Sejak pertengahan Desember, harga emas berhasil menembus resistance dari pola segitiga simetris dan mencatat kenaikan lebih dari 6% dibandingkan bulan sebelumnya. Ketika breakout teknikal serupa terjadi pada Agustus, harga naik sebesar 30% dalam waktu 51 hari setelahnya, sehingga para pelaku pasar menganalisis bahwa pergerakan saat ini juga menunjukkan potensi kenaikan yang cukup signifikan.
Sebagai prospek yang diamati oleh beberapa analis, disebutkan bahwa harga emas dapat mencapai kisaran 5.300 hingga 5.700 dolar AS pada awal 2026. Namun, diperkirakan akan ada fase koreksi mulai pertengahan hingga akhir Januari, sehingga perlu memperhatikan volatilitas jangka pendek yang mungkin terjadi.
Risiko geopolitik mendukung pasar
Latar belakang kenaikan harga emas didukung oleh meningkatnya ketidakpastian global yang mendorong emas sebagai tempat perlindungan dana. Aaron Sei dari Pictet menyoroti bahwa dalam lingkungan di mana nilai mata uang mengalami depresiasi, emas berfungsi sebagai alat pelestari nilai, dan hal ini menjadi faktor utama yang mendukung pergerakan harga yang stabil saat ini.
Di sisi lain, di kalangan trader, selain mengikuti arah pasar emas, mereka juga aktif memantau pergerakan aset dengan volatilitas tinggi seperti altcoin, menunjukkan bahwa hubungan timbal balik antara aset risiko dan aset perlindungan semakin kompleks.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Perkiraan bahwa harga emas akan menembus analisis teknikal, mencapai $5.700 pada awal tahun 2026
Sejak pertengahan Desember, harga emas berhasil menembus resistance dari pola segitiga simetris dan mencatat kenaikan lebih dari 6% dibandingkan bulan sebelumnya. Ketika breakout teknikal serupa terjadi pada Agustus, harga naik sebesar 30% dalam waktu 51 hari setelahnya, sehingga para pelaku pasar menganalisis bahwa pergerakan saat ini juga menunjukkan potensi kenaikan yang cukup signifikan.
Sebagai prospek yang diamati oleh beberapa analis, disebutkan bahwa harga emas dapat mencapai kisaran 5.300 hingga 5.700 dolar AS pada awal 2026. Namun, diperkirakan akan ada fase koreksi mulai pertengahan hingga akhir Januari, sehingga perlu memperhatikan volatilitas jangka pendek yang mungkin terjadi.
Risiko geopolitik mendukung pasar
Latar belakang kenaikan harga emas didukung oleh meningkatnya ketidakpastian global yang mendorong emas sebagai tempat perlindungan dana. Aaron Sei dari Pictet menyoroti bahwa dalam lingkungan di mana nilai mata uang mengalami depresiasi, emas berfungsi sebagai alat pelestari nilai, dan hal ini menjadi faktor utama yang mendukung pergerakan harga yang stabil saat ini.
Di sisi lain, di kalangan trader, selain mengikuti arah pasar emas, mereka juga aktif memantau pergerakan aset dengan volatilitas tinggi seperti altcoin, menunjukkan bahwa hubungan timbal balik antara aset risiko dan aset perlindungan semakin kompleks.