最近 Amerika Serikat melakukan beberapa langkah di panggung politik yang langsung mengguncang pasar keuangan global. Setelah berita tentang panggilan pidana terhadap Ketua Federal Reserve muncul, pasar segera bereaksi—sebuah sentimen "jual Amerika" menyebar cepat dari Asia ke seluruh dunia.
Angka berbicara. Pada sesi pagi Asia, indeks dolar Bloomberg turun 0,2%, fluktuasi yang tampaknya kecil ini didukung oleh melemahnya dolar terhadap mata uang G10 secara kolektif. Kontrak berjangka indeks S&P 500 turun 0,6%, sementara kontrak berjangka indeks Nasdaq 100 turun lebih dalam, mencapai 0,9%. Kontrak berjangka obligasi AS juga tidak luput, mengalami tekanan bersamaan. Ini bukan hanya fluktuasi isolasi pada satu instrumen, melainkan sinyal bahwa seluruh aset Amerika sedang mengalami penurunan.
Di mana masalahnya? Singkatnya, kekhawatiran terhadap independensi Federal Reserve. Kebijakan moneter seharusnya menjadi domain otoritas bank sentral, tetapi sekarang garis batasnya tampaknya menjadi kabur. Perbedaan pendapat antara pemerintah dan bank sentral mengenai penurunan suku bunga tidak hanya membuka celah dalam pengambilan keputusan, tetapi juga membuat para investor mulai berpikir: apakah saya harus mengurangi alokasi aset terhadap Amerika?
Logika di balik transaksi ini sebenarnya cukup jelas—jika kebijakan suku bunga tidak lagi independen, kepercayaan terhadap dolar sebagai mata uang cadangan akan melemah. Dan begitu pasar kehilangan kepercayaan terhadap aset Amerika, reaksi berantai berikutnya bisa sebesar apa, saat ini masih sulit dipastikan.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Ketua Federal Reserve dipanggil ke sidang? Haha, batas antara politik dan keuangan di Amerika semakin kabur, ini memang agak mengkhawatirkan
Dasar kepercayaan dolar mulai melemah, investor mulai kabur, bisa dimengerti
Di saat seperti ini justru peluang untuk mengatur posisi, siapa yang panik dia yang mati
Tunggu dulu, apakah ini akhirnya akan berbalik menjadi kabar baik? Jika saham AS turun terlalu dalam, pasti akan rebound
Independensi Federal Reserve hilang, lalu apa lagi yang bisa mereka yakinkan
Logika menjual AS masuk akal, tapi sebenarnya tidak sebanyak itu orang yang benar-benar keluar sepenuhnya, kan?
最近 Amerika Serikat melakukan beberapa langkah di panggung politik yang langsung mengguncang pasar keuangan global. Setelah berita tentang panggilan pidana terhadap Ketua Federal Reserve muncul, pasar segera bereaksi—sebuah sentimen "jual Amerika" menyebar cepat dari Asia ke seluruh dunia.
Angka berbicara. Pada sesi pagi Asia, indeks dolar Bloomberg turun 0,2%, fluktuasi yang tampaknya kecil ini didukung oleh melemahnya dolar terhadap mata uang G10 secara kolektif. Kontrak berjangka indeks S&P 500 turun 0,6%, sementara kontrak berjangka indeks Nasdaq 100 turun lebih dalam, mencapai 0,9%. Kontrak berjangka obligasi AS juga tidak luput, mengalami tekanan bersamaan. Ini bukan hanya fluktuasi isolasi pada satu instrumen, melainkan sinyal bahwa seluruh aset Amerika sedang mengalami penurunan.
Di mana masalahnya? Singkatnya, kekhawatiran terhadap independensi Federal Reserve. Kebijakan moneter seharusnya menjadi domain otoritas bank sentral, tetapi sekarang garis batasnya tampaknya menjadi kabur. Perbedaan pendapat antara pemerintah dan bank sentral mengenai penurunan suku bunga tidak hanya membuka celah dalam pengambilan keputusan, tetapi juga membuat para investor mulai berpikir: apakah saya harus mengurangi alokasi aset terhadap Amerika?
Logika di balik transaksi ini sebenarnya cukup jelas—jika kebijakan suku bunga tidak lagi independen, kepercayaan terhadap dolar sebagai mata uang cadangan akan melemah. Dan begitu pasar kehilangan kepercayaan terhadap aset Amerika, reaksi berantai berikutnya bisa sebesar apa, saat ini masih sulit dipastikan.