Perubahan sikap terbaru di Wall Street cukup menarik—beberapa lembaga keuangan besar secara kolektif mengubah pernyataan mereka, menunda ekspektasi penurunan suku bunga.
Apa sebenarnya yang terjadi? Awalnya Citibank memperkirakan penurunan suku bunga akan dimulai pada Januari, sekarang diubah menjadi Maret. Goldman Sachs bahkan lebih agresif, langsung melompat dari Maret ke Juni. JPMorgan paling ekstrem, secara tegas mengatakan jangan harapkan apa-apa sebelum 2026. Prediksi yang dulu penuh percaya diri ini berubah menjadi "tunggu dulu".
Mengapa tiba-tiba berbalik arah? Sederhananya, ekonomi AS ternyata lebih tahan terhadap perkiraan daripada yang diperkirakan. Data ketenagakerjaan stabil banget, upah terus meningkat, meskipun inflasi sedikit mereda tetapi tetap tinggi. Bahkan Federal Reserve sendiri tidak menunjukkan rasa urgensi.
Pasar akhirnya merespons—era dana murah, memang tidak akan kembali lagi.
Ini membawa beberapa konsekuensi nyata. Kemungkinan besar dolar akan tetap kuat, memberikan tekanan pada komoditas dan aset berisiko. Produk keuangan dengan hasil tinggi masih bisa menikmati manfaat dalam waktu dekat, tetapi biaya pinjaman yang tinggi berarti tantangan pembiayaan tetap ada. Beberapa sektor di pasar saham juga akan menghadapi tekanan penyesuaian.
Irama berikutnya sangat jelas—pertemuan Federal Reserve bulan Maret menjadi pusat perhatian, data inflasi musim semi juga sangat penting, dan arah kebijakan di Juni adalah taruhan pasar berikutnya. Tapi seberapa sering skenario ini bisa berubah, siapa yang tahu. Hari-hari suku bunga tinggi tampaknya akan menemani kita dalam jangka panjang.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
8 Suka
Hadiah
8
6
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
HashRateHustler
· 14jam yang lalu
Orang-orang di Wall Street ini benar-benar kehabisan ide, satu demi satu mundur... Sampai tahun 2026 saat suku bunga turun, mata uang kita pasti sudah terbang ke langit hahaha
Lihat AsliBalas0
BrokenYield
· 14jam yang lalu
Sejujurnya, hal "era uang murah telah berakhir" yang terus-menerus orang tekankan... apakah ada yang benar-benar berpikir itu akan kembali? Matriks korelasi antara ekspektasi suku bunga dan volatilitas aset ini sudah berteriak kepada kita selama berbulan-bulan. Judul-judul WSJ tentang pemotongan suku bunga sebenarnya hanyalah upaya menghibur diri.
Lihat AsliBalas0
LiquidityWhisperer
· 14jam yang lalu
Wall Street secara kolektif mengubah nada, penurunan suku bunga masih jauh dari kenyataan... Sekarang, suku bunga tinggi menjadi norma baru.
Lihat AsliBalas0
4am_degen
· 14jam yang lalu
Suku bunga tinggi yang berkepanjangan, kini pasar cryptocurrency harus merasa sulit. Mereka yang masih menunggu penurunan suku bunga untuk menyelamatkan pasar mungkin harus menunggu sampai bunga layu semua.
Lihat AsliBalas0
0xLostKey
· 14jam yang lalu
Orang-orang di Wall Street ini, tidak konsisten, penurunan suku bunga masih jauh dari kenyataan, dunia kripto kembali akan mendapatkan pukulan.
#美国贸易赤字状况 $XRP $ZEN $ZEC
Perubahan sikap terbaru di Wall Street cukup menarik—beberapa lembaga keuangan besar secara kolektif mengubah pernyataan mereka, menunda ekspektasi penurunan suku bunga.
Apa sebenarnya yang terjadi? Awalnya Citibank memperkirakan penurunan suku bunga akan dimulai pada Januari, sekarang diubah menjadi Maret. Goldman Sachs bahkan lebih agresif, langsung melompat dari Maret ke Juni. JPMorgan paling ekstrem, secara tegas mengatakan jangan harapkan apa-apa sebelum 2026. Prediksi yang dulu penuh percaya diri ini berubah menjadi "tunggu dulu".
Mengapa tiba-tiba berbalik arah? Sederhananya, ekonomi AS ternyata lebih tahan terhadap perkiraan daripada yang diperkirakan. Data ketenagakerjaan stabil banget, upah terus meningkat, meskipun inflasi sedikit mereda tetapi tetap tinggi. Bahkan Federal Reserve sendiri tidak menunjukkan rasa urgensi.
Pasar akhirnya merespons—era dana murah, memang tidak akan kembali lagi.
Ini membawa beberapa konsekuensi nyata. Kemungkinan besar dolar akan tetap kuat, memberikan tekanan pada komoditas dan aset berisiko. Produk keuangan dengan hasil tinggi masih bisa menikmati manfaat dalam waktu dekat, tetapi biaya pinjaman yang tinggi berarti tantangan pembiayaan tetap ada. Beberapa sektor di pasar saham juga akan menghadapi tekanan penyesuaian.
Irama berikutnya sangat jelas—pertemuan Federal Reserve bulan Maret menjadi pusat perhatian, data inflasi musim semi juga sangat penting, dan arah kebijakan di Juni adalah taruhan pasar berikutnya. Tapi seberapa sering skenario ini bisa berubah, siapa yang tahu. Hari-hari suku bunga tinggi tampaknya akan menemani kita dalam jangka panjang.