Ini bukan karena nasib buruk, pada akhirnya ini karena matematika yang belum dipahami dengan baik.
Saya sudah berada di komunitas trading selama bertahun-tahun, dan menemukan satu pola: trader yang bisa menghasilkan uang dan trader ritel yang mengalami margin call, perbedaannya bukan pada seberapa hebat analisis teknikal mereka, tetapi pada tingkat pemahaman mereka terhadap beberapa logika matematika dasar. Hari ini saya akan membongkar tiga kebenaran matematika ini yang sudah dipahami oleh trader profesional, tetapi kebanyakan orang masih menebak-nebak.
**Kebenaran pertama: Tinggi tingkat kemenangan adalah jebakan besar**
Ini adalah lubang paling mudah untuk dipijak. Dalam pandangan trader ritel, semakin tinggi tingkat kemenangan semakin baik—70%, 80%, bahkan ada yang mengklaim 90%. Tapi saya pernah melihat kasus nyata yang justru memberi tahu saya cerita lain.
Seorang trader memiliki tingkat kemenangan hingga 92%, terdengar tak terkalahkan, kan? Tapi akhirnya dia mengalami margin call. Kenapa? Karena logikanya adalah mendapatkan sedikit uang—setiap transaksi hanya mendapatkan 1% sampai 2%. Tapi jika terjadi gelombang pasar besar, kerugian per transaksi bisa mencapai 25%. 100 transaksi yang benar pun jadi sia-sia.
Apa kata data? Dalam komunitas trader profesional yang pernah saya temui, angka statistiknya menunjukkan bahwa tingkat kemenangan tertinggi hanya sekitar 50% sampai 60%, tetapi rasio profit dan loss mereka bisa mencapai lebih dari 1.5:1. Hasilnya? Mereka bisa menghasilkan lebih banyak uang dalam setahun dibandingkan dengan trader yang memiliki tingkat kemenangan tinggi.
Dari sudut pandang lain, jika kamu bisa menerima bahwa kamu akan salah beberapa kali, tetapi setiap kali benar mendapatkan keuntungan lebih besar, maka keuntungan jangka panjang justru akan lebih stabil. Ini bukan ilmu gaib, ini murni matematika.
Apa yang harus kamu lakukan sekarang? Ambil 30 transaksi terakhir dan lihat. Jika tingkat kemenanganmu lebih dari 70%, segera periksa profit per transaksi. Kemungkinan besar kamu sedang mendapatkan uang kecil tetapi mengalami kerugian besar. Solusinya bukan meningkatkan tingkat kemenangan, tetapi memperbesar ruang keuntungan dan memperkecil kerugian.
**Kebenaran kedua: Posisi (size) adalah faktor penentu hidup dan mati**
Ini yang paling penting. Berapa banyak orang yang mengalami margin call saat mereka merasa "Transaksi ini sangat stabil, saya akan ambil posisi besar"? Saya sudah mendengar banyak cerita seperti ini.
Tapi bagaimana cara menghitung posisi yang benar? Ada rumus yang sangat sederhana:
Kerugian maksimal per transaksi = Total dana akun kamu × Rasio risiko
Contohnya, kamu punya saldo 10.000 USDT. Jika rasio risiko yang kamu tetapkan adalah 2% (ini pilihan mayoritas trader profesional), maka kerugian maksimal per transaksi adalah 200 USDT.
Selanjutnya, fokus utama. Misalnya, Bitcoin saat ini sedang bullish, dan kamu menetapkan stop loss di level kerugian 1000 USDT. Berapa unit posisi yang harus kamu ambil? Balik perhitungannya: 200 USDT kerugian ÷ 1000 USDT jarak stop loss = 0.2 Bitcoin. Itu adalah posisi yang harus kamu ambil.
Masalah utama kebanyakan trader ritel di mana? Mereka malah sebaliknya: mereka sudah tentukan mau ambil 0.5 Bitcoin, lalu mencari level stop loss yang dekat dengan harga saat ini. Risiko seperti ini tidak bisa dikendalikan.
Rasio risiko kamu tidak harus 2%. Orang yang konservatif bisa menurunkannya ke 1%, yang agresif bisa sampai 3%. Tapi yang penting adalah menyadari: setiap kerugian maksimal dari satu transaksi harus dihitung secara tepat sebelumnya.
**Kebenaran ketiga: Lama posisi dan keuntungan berbanding terbalik, coba buktikan**
Ini mungkin akan mengubah pandanganmu. Banyak orang berpikir harus memegang posisi dalam jangka panjang, tapi kenyataannya bukan keuntungan yang didapat, melainkan sering keluar karena terkejut oleh pergerakan pasar.
Untuk aset yang volatil seperti Bitcoin, trader profesional biasanya mengikuti pola: entah itu trading sangat jangka pendek—mengambil keuntungan dalam beberapa jam; atau menengah—memegang selama tiga sampai lima hari. Yang paling memalukan adalah zona tengah—memegang posisi selama tiga sampai lima jam, di mana jarak stop loss harus sangat kecil (karena belum mencapai target harga), tetapi jika pasar berbalik sedikit, posisi langsung tersentuh stop loss dan keluar.
Apakah data mendukung pandangan ini? Dari data komunitas trading yang saya akses, trader jangka sangat pendek (memegang posisi dalam hitungan menit sampai jam) dan trader menengah (memegang dalam hitungan hari) secara umum memiliki rata-rata keuntungan tahunan yang lebih baik daripada trader yang ingin memegang posisi jangka panjang tetapi sering berubah-ubah.
Jadi, kamu perlu menetapkan aturan: sebelum masuk pasar, tentukan jenis transaksi ini. Apakah ingin mendapatkan keuntungan dari fluktuasi hari ini? Atau ingin mengikuti tren minggu ini? Setelah memutuskan, harus konsisten dalam jangka waktu tersebut. Jangan masuk lalu melihat pasar berbalik dan buru-buru keluar—itu biasanya tanda kamu akan keluar dari posisi.
Kesimpulannya: meningkatkan keuntungan bukan dengan meningkatkan tingkat kemenangan, tetapi dengan mengelola rasio profit dan loss. Posisi tidak berdasarkan feeling, tetapi berdasarkan perhitungan matematika. Lama posisi juga tidak berdasarkan angan-angan, tetapi berdasarkan rencana yang sudah dibuat sebelum masuk pasar. Ketiga kebenaran matematika ini terlihat sangat sederhana, tetapi orang yang benar-benar mampu menerapkannya di pasar sudah pasti mendapatkan keuntungan besar.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
7 Suka
Hadiah
7
6
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
DegenWhisperer
· 10jam yang lalu
Saya harus bilang, artikel ini menyentuh poin penting... Strategi dengan tingkat kemenangan tinggi itu juga pernah saya coba dan gagal, benar-benar sia-sia saja
Lihat AsliBalas0
TokenDustCollector
· 10jam yang lalu
Tingkat kemenangan yang tinggi memang benar-benar jebakan, aku dulu pernah terjebak seperti itu haha
Lihat AsliBalas0
FancyResearchLab
· 10jam yang lalu
Satu lagi cerita tentang "perasaan sangat stabil" lalu mengalami kerugian besar secara mendadak, bukankah ini selalu menjadi bahan eksperimen mingguan saya
Secara teori rasio risiko-imbalan dan manajemen posisi seharusnya bisa menyelamatkan saya, tetapi dalam praktik saya tetap terkunci di kontrak sendiri, nilai akademiknya MAX, nilai praktisnya MIN
90% kemenangan tetapi tetap mengalami margin call, ini benar-benar luar biasa. Singkatnya, ini adalah trik lama yang mengandalkan keuntungan kecil dan kerugian besar.
Lihat AsliBalas0
MevShadowranger
· 11jam yang lalu
Sial, ini lagi-lagi teori yang sama. Saya rasa yang paling penting tetap disiplin, kalau tidak, meskipun paham matematika tetap sia-sia
你有没有经历过这种无奈?连赚七八单,一次巨亏就血本无归。感觉要大涨了,满仓冲进去反而被套死。好不容易抓住一波行情,却在启动的时候先跑了。
Ini bukan karena nasib buruk, pada akhirnya ini karena matematika yang belum dipahami dengan baik.
Saya sudah berada di komunitas trading selama bertahun-tahun, dan menemukan satu pola: trader yang bisa menghasilkan uang dan trader ritel yang mengalami margin call, perbedaannya bukan pada seberapa hebat analisis teknikal mereka, tetapi pada tingkat pemahaman mereka terhadap beberapa logika matematika dasar. Hari ini saya akan membongkar tiga kebenaran matematika ini yang sudah dipahami oleh trader profesional, tetapi kebanyakan orang masih menebak-nebak.
**Kebenaran pertama: Tinggi tingkat kemenangan adalah jebakan besar**
Ini adalah lubang paling mudah untuk dipijak. Dalam pandangan trader ritel, semakin tinggi tingkat kemenangan semakin baik—70%, 80%, bahkan ada yang mengklaim 90%. Tapi saya pernah melihat kasus nyata yang justru memberi tahu saya cerita lain.
Seorang trader memiliki tingkat kemenangan hingga 92%, terdengar tak terkalahkan, kan? Tapi akhirnya dia mengalami margin call. Kenapa? Karena logikanya adalah mendapatkan sedikit uang—setiap transaksi hanya mendapatkan 1% sampai 2%. Tapi jika terjadi gelombang pasar besar, kerugian per transaksi bisa mencapai 25%. 100 transaksi yang benar pun jadi sia-sia.
Apa kata data? Dalam komunitas trader profesional yang pernah saya temui, angka statistiknya menunjukkan bahwa tingkat kemenangan tertinggi hanya sekitar 50% sampai 60%, tetapi rasio profit dan loss mereka bisa mencapai lebih dari 1.5:1. Hasilnya? Mereka bisa menghasilkan lebih banyak uang dalam setahun dibandingkan dengan trader yang memiliki tingkat kemenangan tinggi.
Dari sudut pandang lain, jika kamu bisa menerima bahwa kamu akan salah beberapa kali, tetapi setiap kali benar mendapatkan keuntungan lebih besar, maka keuntungan jangka panjang justru akan lebih stabil. Ini bukan ilmu gaib, ini murni matematika.
Apa yang harus kamu lakukan sekarang? Ambil 30 transaksi terakhir dan lihat. Jika tingkat kemenanganmu lebih dari 70%, segera periksa profit per transaksi. Kemungkinan besar kamu sedang mendapatkan uang kecil tetapi mengalami kerugian besar. Solusinya bukan meningkatkan tingkat kemenangan, tetapi memperbesar ruang keuntungan dan memperkecil kerugian.
**Kebenaran kedua: Posisi (size) adalah faktor penentu hidup dan mati**
Ini yang paling penting. Berapa banyak orang yang mengalami margin call saat mereka merasa "Transaksi ini sangat stabil, saya akan ambil posisi besar"? Saya sudah mendengar banyak cerita seperti ini.
Tapi bagaimana cara menghitung posisi yang benar? Ada rumus yang sangat sederhana:
Kerugian maksimal per transaksi = Total dana akun kamu × Rasio risiko
Contohnya, kamu punya saldo 10.000 USDT. Jika rasio risiko yang kamu tetapkan adalah 2% (ini pilihan mayoritas trader profesional), maka kerugian maksimal per transaksi adalah 200 USDT.
Selanjutnya, fokus utama. Misalnya, Bitcoin saat ini sedang bullish, dan kamu menetapkan stop loss di level kerugian 1000 USDT. Berapa unit posisi yang harus kamu ambil? Balik perhitungannya: 200 USDT kerugian ÷ 1000 USDT jarak stop loss = 0.2 Bitcoin. Itu adalah posisi yang harus kamu ambil.
Masalah utama kebanyakan trader ritel di mana? Mereka malah sebaliknya: mereka sudah tentukan mau ambil 0.5 Bitcoin, lalu mencari level stop loss yang dekat dengan harga saat ini. Risiko seperti ini tidak bisa dikendalikan.
Rasio risiko kamu tidak harus 2%. Orang yang konservatif bisa menurunkannya ke 1%, yang agresif bisa sampai 3%. Tapi yang penting adalah menyadari: setiap kerugian maksimal dari satu transaksi harus dihitung secara tepat sebelumnya.
**Kebenaran ketiga: Lama posisi dan keuntungan berbanding terbalik, coba buktikan**
Ini mungkin akan mengubah pandanganmu. Banyak orang berpikir harus memegang posisi dalam jangka panjang, tapi kenyataannya bukan keuntungan yang didapat, melainkan sering keluar karena terkejut oleh pergerakan pasar.
Untuk aset yang volatil seperti Bitcoin, trader profesional biasanya mengikuti pola: entah itu trading sangat jangka pendek—mengambil keuntungan dalam beberapa jam; atau menengah—memegang selama tiga sampai lima hari. Yang paling memalukan adalah zona tengah—memegang posisi selama tiga sampai lima jam, di mana jarak stop loss harus sangat kecil (karena belum mencapai target harga), tetapi jika pasar berbalik sedikit, posisi langsung tersentuh stop loss dan keluar.
Apakah data mendukung pandangan ini? Dari data komunitas trading yang saya akses, trader jangka sangat pendek (memegang posisi dalam hitungan menit sampai jam) dan trader menengah (memegang dalam hitungan hari) secara umum memiliki rata-rata keuntungan tahunan yang lebih baik daripada trader yang ingin memegang posisi jangka panjang tetapi sering berubah-ubah.
Jadi, kamu perlu menetapkan aturan: sebelum masuk pasar, tentukan jenis transaksi ini. Apakah ingin mendapatkan keuntungan dari fluktuasi hari ini? Atau ingin mengikuti tren minggu ini? Setelah memutuskan, harus konsisten dalam jangka waktu tersebut. Jangan masuk lalu melihat pasar berbalik dan buru-buru keluar—itu biasanya tanda kamu akan keluar dari posisi.
Kesimpulannya: meningkatkan keuntungan bukan dengan meningkatkan tingkat kemenangan, tetapi dengan mengelola rasio profit dan loss. Posisi tidak berdasarkan feeling, tetapi berdasarkan perhitungan matematika. Lama posisi juga tidak berdasarkan angan-angan, tetapi berdasarkan rencana yang sudah dibuat sebelum masuk pasar. Ketiga kebenaran matematika ini terlihat sangat sederhana, tetapi orang yang benar-benar mampu menerapkannya di pasar sudah pasti mendapatkan keuntungan besar.