The Federal Reserve telah memutuskan untuk mempertahankan suku bunga tidak berubah di angka 3.50–3.75%, berhenti setelah tiga kali pemotongan suku bunga pada 2025 yang dirancang untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, mendorong pinjaman, dan menstabilkan pasar tenaga kerja. Sepanjang 2025, The Fed secara bertahap menurunkan suku bunga untuk membuat pinjaman, hipotek, dan kredit usaha menjadi lebih terjangkau, merangsang pengeluaran dan investasi, serta menyediakan likuiditas di tengah tekanan inflasi dan ketidakpastian global. Dengan mempertahankan tingkat saat ini, The Fed memberi sinyal kehati-hatian, karena inflasi tetap sedikit di atas target 2% sekitar 2.7–2.8%, sementara pertumbuhan PDB dan lapangan kerja tetap tangguh. Sikap netral ini memastikan biaya pinjaman bagi konsumen dan bisnis tetap stabil dan mencerminkan keseimbangan hati-hati antara mendukung pertumbuhan ekonomi dan mencegah inflasi lebih lanjut.
Keputusan ini memiliki efek langsung di berbagai pasar. Bitcoin dan Ethereum mengalami kenaikan jangka pendek sebesar 2–5%, sementara altcoin dengan likuiditas tinggi naik 3–7% mengikuti tren BTC. Emas melonjak sekitar 4% dan perak naik 3–5% saat investor mencari aset safe-haven di tengah ketidakpastian. Pasar saham menunjukkan volatilitas kecil, berfluktuasi ±1–2%, sementara hasil obligasi bergerak antara 3.6–3.8%, mencerminkan ekspektasi investor tentang langkah suku bunga di masa depan. Keputusan The Fed juga menjaga stabilitas likuiditas untuk bank dan bisnis, menjaga kondisi pinjaman tetap netral dan memastikan sistem keuangan tetap seimbang.
Secara ekonomi, jeda ini menunjukkan bahwa The Fed dengan hati-hati memantau tren inflasi, data ketenagakerjaan, dan risiko global sebelum melakukan penyesuaian lebih lanjut. Meskipun pemotongan suku bunga di masa depan tetap mungkin jika inflasi terus melambat, sikap saat ini menekankan stabilitas di pasar aset tradisional maupun digital. Konsumen, investor, dan trader dapat mengharapkan pergerakan harga moderat, biaya pinjaman yang stabil, dan perilaku pasar yang berhati-hati di seluruh mata uang kripto, komoditas seperti emas dan perak, saham, dan obligasi. Pendekatan Federal Reserve menunjukkan strategi yang terukur dan berbasis data yang bertujuan mempertahankan pertumbuhan ekonomi sambil mengendalikan tekanan inflasi dalam lingkungan global yang kompleks.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
#FedKeepsRatesUnchanged
The Federal Reserve telah memutuskan untuk mempertahankan suku bunga tidak berubah di angka 3.50–3.75%, berhenti setelah tiga kali pemotongan suku bunga pada 2025 yang dirancang untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, mendorong pinjaman, dan menstabilkan pasar tenaga kerja. Sepanjang 2025, The Fed secara bertahap menurunkan suku bunga untuk membuat pinjaman, hipotek, dan kredit usaha menjadi lebih terjangkau, merangsang pengeluaran dan investasi, serta menyediakan likuiditas di tengah tekanan inflasi dan ketidakpastian global. Dengan mempertahankan tingkat saat ini, The Fed memberi sinyal kehati-hatian, karena inflasi tetap sedikit di atas target 2% sekitar 2.7–2.8%, sementara pertumbuhan PDB dan lapangan kerja tetap tangguh. Sikap netral ini memastikan biaya pinjaman bagi konsumen dan bisnis tetap stabil dan mencerminkan keseimbangan hati-hati antara mendukung pertumbuhan ekonomi dan mencegah inflasi lebih lanjut.
Keputusan ini memiliki efek langsung di berbagai pasar. Bitcoin dan Ethereum mengalami kenaikan jangka pendek sebesar 2–5%, sementara altcoin dengan likuiditas tinggi naik 3–7% mengikuti tren BTC. Emas melonjak sekitar 4% dan perak naik 3–5% saat investor mencari aset safe-haven di tengah ketidakpastian. Pasar saham menunjukkan volatilitas kecil, berfluktuasi ±1–2%, sementara hasil obligasi bergerak antara 3.6–3.8%, mencerminkan ekspektasi investor tentang langkah suku bunga di masa depan. Keputusan The Fed juga menjaga stabilitas likuiditas untuk bank dan bisnis, menjaga kondisi pinjaman tetap netral dan memastikan sistem keuangan tetap seimbang.
Secara ekonomi, jeda ini menunjukkan bahwa The Fed dengan hati-hati memantau tren inflasi, data ketenagakerjaan, dan risiko global sebelum melakukan penyesuaian lebih lanjut. Meskipun pemotongan suku bunga di masa depan tetap mungkin jika inflasi terus melambat, sikap saat ini menekankan stabilitas di pasar aset tradisional maupun digital. Konsumen, investor, dan trader dapat mengharapkan pergerakan harga moderat, biaya pinjaman yang stabil, dan perilaku pasar yang berhati-hati di seluruh mata uang kripto, komoditas seperti emas dan perak, saham, dan obligasi. Pendekatan Federal Reserve menunjukkan strategi yang terukur dan berbasis data yang bertujuan mempertahankan pertumbuhan ekonomi sambil mengendalikan tekanan inflasi dalam lingkungan global yang kompleks.