Menjelang akhir Desember 2025, sementara kekhawatiran mengenai gelembung AI melanda pasar teknologi global, sebuah fenomena berbeda sedang terjadi di lantai perdagangan Wall Street. Penambang Bitcoin dan pengembang pusat data tetap menawarkan harga agresiflagi untuk megawatt listrik, menciptakan cerita kesepakatan yang terus berlanjut di balik pemberitaan negatif. Dalam contoh pasar harian yang menggambarkan dinamika industri ini, investasi substantif masih mengalir ke infrastruktur daya dan kapasitas GPU.
Joe Nardini, kepala perbankan investasi di B. Riley Securities, menawarkan perspektif unik tentang apa yang sesungguhnya terjadi di balik layar. Menurut pengamatannya terhadap aktivitas M&A di sektor ini, fundamental bisnis tetap kuat meskipun sentiment pasar bergejolak.
Kekhawatiran AI dan Kenyataan Pasar Operasional
Awal 2026 membawa sejumlah keraguan pasar. Harga Bitcoin yang sempat menyentuh $100,000 kini berada di level $78.10K, sementara saham-saham teknologi AI besar seperti Nvidia mengalami koreksi signifikan. CoreWeave (CRWV), perusahaan spesialis infrastruktur AI, bahkan anjlok lebih dari 50% dari puncaknya di bulan Juni. Pertanyaan wajar muncul: apakah tren AI sudah melampaui fase pertumbuhannya?
Namun, dalam contoh pasar harian yang diobservasi oleh para eksekutif industri, narasi berbeda terungkap. Permintaan kapasitas pusat data tetap membara. Penambang Bitcoin dengan kredibilitas kuat terus mencari lokasi berdaya tinggi, dan demikian pula pengembang AI yang membutuhkan GPU dalam skala besar. Ini menciptakan lingkungan transaksi yang paradoks: valuasi pasar turun, tapi deal terus berjalan.
“Pekerjaan M&A masih berlangsung karena orang-orang masih membutuhkan listrik,” demikian penjelasan sederhana namun mendasar dari Nardini. Frasa ini merangkum realitas yang sering terlewatkan dalam diskusi gelembung valuasi.
Setelah bitcoin halving yang memangkas reward setengahnya, margin keuntungan penambang tertekan berat. Meskipun harga BTC mendekati atau melampaui $100,000 di periode sebelumnya, profitabilitas mining berkurang. Akibatnya, banyak penambang mengambil langkah strategis: mereka mengonversi fasilitas mining mereka atau membuka kapasitas baru untuk menyediakan layanan AI dan HPC (High Performance Computing).
Perubahan diversifikasi ini menciptakan efek tak terduga yang positif. Penambang Bitcoin yang berhasil melakukan pivoting ke HPC mengalami peningkatan valuasi dan akses modal dengan biaya lebih kompetitif. Ini adalah contoh pasar harian yang menunjukkan bahwa adaptasi bisnis membawa peluang baru di tengah tekanan margin mining.
Dalam contoh nyata dari pasar pusat data, permintaan untuk fasilitas siap GPU tetap besar dari klien berkualitas tinggi. Penyewa yang memiliki kelayakan kredit kuat bersedia membayar tarif premium untuk lokasi strategis dengan daya listrik tersedia dan stabil.
Kesepakatan Multi-Miliar Dollar: Snapshot Pasar Terkini
Aktivitas transaksi bulan Desember 2025 memberikan gambaran jelas tentang kekuatan fundamental pasar. Hut 8, perusahaan infrastruktur Bitcoin mining terkemuka, sahamnya meluncur 20% setelah mengumumkan kontrak sewa jangka panjang senilai $7 miliar dengan Fluidstack. Kesepakatan ini mencakup kapasitas IT sebesar 245 megawatt di kampus River Bend mereka.
Dari contoh pasar harian semacam ini, kita melihat beberapa pola:
Valuasi per Megawatt yang Menarik
Dalam transaksi infrastruktur pusat data, metrik kunci yang digunakan adalah dolar per megawatt. Nardini mengungkapkan bahwa dalam lingkungan kompetitif dengan daya berkualitas tinggi dan lokasi yang layak, valuasi dapat mencapai tingkat yang sangat menarik—mulai dari $400,000 hingga $450,000 per megawatt, bahkan lebih. Dalam kasus ekstrem sebelumnya, beberapa kesepakatan dihargai antara $500,000 hingga $550,000 per megawatt.
Tentu saja, lokasi bermasalah atau kurang diminati menarik penawaran yang lebih rendah—berkisar $100,000 hingga $250,000 per megawatt—dari pembeli yang tetap menginginkan daya tapi menerima diskon kualitas atau lokasi.
Ekosistem Pembeli Meluas
Siapa yang membeli dan menjual dalam contoh pasar harian ini? Pembeli meliputi hyperscaler besar (perusahaan teknologi penyedia infrastruktur cloud seperti Google, Amazon, Meta), perusahaan AI native, dan penambang Bitcoin. Penjual semakin beragam: tidak hanya operator kripto asli, tetapi juga fasilitas industri tradisional dan pemilik pribadi yang melihat peluang monetisasi daya listrik mereka.
Nardini bahkan menyaksikan proses transaksi melibatkan fasilitas industri berusia 160 tahun, di mana electricity menjadi aset bernilai tinggi. Dalam satu kasus lain, seorang penjual pribadi dari aset serupa menerima perhatian dari sekitar 25 calon pembeli potensial—termasuk penambang Bitcoin, hyperscaler, dan perusahaan AI—yang semuanya mencari klausul NDA (Non-Disclosure Agreement).
Strategi Pemilik Aset: Menjual atau Mengembangkan?
Dalam contoh pasar harian yang lebih luas, pemilik aset infrastruktur menghadapi keputusan strategis: menjual kepada hyperscaler atau pengembang pusat data besar, atau mencoba menjadi pengembang sendiri?
Nardini melihat perusahaan industri dengan fasilitas yang lebih tua, tidak aktif, atau hampir tidak aktif mulai mempertimbangkan untuk memasuki ekosistem AI/HPC dan Bitcoin. Salah satu klien Nardini telah mengonversi blok kantor tua menjadi kapasitas daya modular, membangun unit 30 megawatt secara bertahap, dan kini mencari pendanaan lebih untuk ekspansi.
Tingkat urgensi pembeli juga mencolok. Dalam setidaknya satu negosiasi, seorang penyewa bahkan bersedia membayar sewa di muka sebelum penyelesaian proyek—fenomena yang mengindikasikan betapa kelangkaan dan permintaan kapasitas berkualitas di pasar saat ini.
Prospek Pasar dan Scenario Risk-On 2026
Melihat ke depan ke tahun 2026, Nardini tetap optimis. Jika suku bunga turun sebagaimana diharapkan beberapa analis, kondisi pasar akan menciptakan “lingkungan risk-on” yang menguntungkan aset infrastruktur dan sektor yang berhubungan dengan Bitcoin serta AI. Ini akan menjadi tailwind positif untuk volume transaksi di industri perbankan investasi.
Dia mengakui mungkin ada bias kepentingan dalam optimismenya—bank investasi mendapat fee dari M&A—tetapi realitas operasional yang dia dengar dari para eksekutif sangat meyakinkan. Dalam contoh pasar harian yang dia pantau, penyewa ada, harga tetap kuat, dan jika satu pelanggan tidak mengambil lokasi tertentu, ada pembeli lain yang siap menggantikannya.
Peringatannya sederhana: jika pengembang pusat data tidak dapat menyewakan kapasitas yang mereka bangun, atau tidak mendapatkan tarif yang mereka butuhkan untuk sustainable, itulah saatnya untuk khawatir. Saat ini, dalam contoh pasar harian yang Nardini amati, sinyal bahaya itu belum muncul.
Fundamental Bisnis Tetap Terjaga
Kesimpulannya, Nardini merangkum posisinya dengan tegas: “Dasar-dasar bisnis tetap utuh.”
Permintaan untuk kapasitas pusat data daya tinggi dan infrastruktur AI HPC terus berlanjut tanpa henti. Pengembang yang memiliki kapasitas pusat data berhasil menyewa kepada multiple penyewa berkualitas tinggi dengan tarif menguntungkan. Ekonomi core dari bisnis tetap solid. Pembeli masih sangat menginginkan energi, dan penjual melihat valuasi yang baik untuk aset mereka.
Meskipun peliputan media menekankan kekhawatiran valuasi AI dan koreksi saham teknologi, contoh pasar harian yang terjadi di lantai trading menampilkan cerita berbeda: perdagangan AI dan infrastruktur tetap hidup dan berkembang, didorong oleh kebutuhan fundamental yang tak terbantahkan—listrik dan komputasi berkinerja tinggi yang terus meningkat.
Seperti yang dinyatakan Nardini saat menutup wawancaranya, mengacu pada data pasar terkini hingga akhir Desember 2025: “Perdagangan AI masih hidup, dan data pasar harian menunjukkan momentum tetap berlanjut.”
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Contoh Pasar Harian: Perdagangan AI Tetap Kukuh Meskipun Valuasi Bergejolak
Menjelang akhir Desember 2025, sementara kekhawatiran mengenai gelembung AI melanda pasar teknologi global, sebuah fenomena berbeda sedang terjadi di lantai perdagangan Wall Street. Penambang Bitcoin dan pengembang pusat data tetap menawarkan harga agresiflagi untuk megawatt listrik, menciptakan cerita kesepakatan yang terus berlanjut di balik pemberitaan negatif. Dalam contoh pasar harian yang menggambarkan dinamika industri ini, investasi substantif masih mengalir ke infrastruktur daya dan kapasitas GPU.
Joe Nardini, kepala perbankan investasi di B. Riley Securities, menawarkan perspektif unik tentang apa yang sesungguhnya terjadi di balik layar. Menurut pengamatannya terhadap aktivitas M&A di sektor ini, fundamental bisnis tetap kuat meskipun sentiment pasar bergejolak.
Kekhawatiran AI dan Kenyataan Pasar Operasional
Awal 2026 membawa sejumlah keraguan pasar. Harga Bitcoin yang sempat menyentuh $100,000 kini berada di level $78.10K, sementara saham-saham teknologi AI besar seperti Nvidia mengalami koreksi signifikan. CoreWeave (CRWV), perusahaan spesialis infrastruktur AI, bahkan anjlok lebih dari 50% dari puncaknya di bulan Juni. Pertanyaan wajar muncul: apakah tren AI sudah melampaui fase pertumbuhannya?
Namun, dalam contoh pasar harian yang diobservasi oleh para eksekutif industri, narasi berbeda terungkap. Permintaan kapasitas pusat data tetap membara. Penambang Bitcoin dengan kredibilitas kuat terus mencari lokasi berdaya tinggi, dan demikian pula pengembang AI yang membutuhkan GPU dalam skala besar. Ini menciptakan lingkungan transaksi yang paradoks: valuasi pasar turun, tapi deal terus berjalan.
“Pekerjaan M&A masih berlangsung karena orang-orang masih membutuhkan listrik,” demikian penjelasan sederhana namun mendasar dari Nardini. Frasa ini merangkum realitas yang sering terlewatkan dalam diskusi gelembung valuasi.
Penambang Bitcoin Beralih Fungsi, Permintaan Meningkat
Setelah bitcoin halving yang memangkas reward setengahnya, margin keuntungan penambang tertekan berat. Meskipun harga BTC mendekati atau melampaui $100,000 di periode sebelumnya, profitabilitas mining berkurang. Akibatnya, banyak penambang mengambil langkah strategis: mereka mengonversi fasilitas mining mereka atau membuka kapasitas baru untuk menyediakan layanan AI dan HPC (High Performance Computing).
Perubahan diversifikasi ini menciptakan efek tak terduga yang positif. Penambang Bitcoin yang berhasil melakukan pivoting ke HPC mengalami peningkatan valuasi dan akses modal dengan biaya lebih kompetitif. Ini adalah contoh pasar harian yang menunjukkan bahwa adaptasi bisnis membawa peluang baru di tengah tekanan margin mining.
Dalam contoh nyata dari pasar pusat data, permintaan untuk fasilitas siap GPU tetap besar dari klien berkualitas tinggi. Penyewa yang memiliki kelayakan kredit kuat bersedia membayar tarif premium untuk lokasi strategis dengan daya listrik tersedia dan stabil.
Kesepakatan Multi-Miliar Dollar: Snapshot Pasar Terkini
Aktivitas transaksi bulan Desember 2025 memberikan gambaran jelas tentang kekuatan fundamental pasar. Hut 8, perusahaan infrastruktur Bitcoin mining terkemuka, sahamnya meluncur 20% setelah mengumumkan kontrak sewa jangka panjang senilai $7 miliar dengan Fluidstack. Kesepakatan ini mencakup kapasitas IT sebesar 245 megawatt di kampus River Bend mereka.
Dari contoh pasar harian semacam ini, kita melihat beberapa pola:
Valuasi per Megawatt yang Menarik
Dalam transaksi infrastruktur pusat data, metrik kunci yang digunakan adalah dolar per megawatt. Nardini mengungkapkan bahwa dalam lingkungan kompetitif dengan daya berkualitas tinggi dan lokasi yang layak, valuasi dapat mencapai tingkat yang sangat menarik—mulai dari $400,000 hingga $450,000 per megawatt, bahkan lebih. Dalam kasus ekstrem sebelumnya, beberapa kesepakatan dihargai antara $500,000 hingga $550,000 per megawatt.
Tentu saja, lokasi bermasalah atau kurang diminati menarik penawaran yang lebih rendah—berkisar $100,000 hingga $250,000 per megawatt—dari pembeli yang tetap menginginkan daya tapi menerima diskon kualitas atau lokasi.
Ekosistem Pembeli Meluas
Siapa yang membeli dan menjual dalam contoh pasar harian ini? Pembeli meliputi hyperscaler besar (perusahaan teknologi penyedia infrastruktur cloud seperti Google, Amazon, Meta), perusahaan AI native, dan penambang Bitcoin. Penjual semakin beragam: tidak hanya operator kripto asli, tetapi juga fasilitas industri tradisional dan pemilik pribadi yang melihat peluang monetisasi daya listrik mereka.
Nardini bahkan menyaksikan proses transaksi melibatkan fasilitas industri berusia 160 tahun, di mana electricity menjadi aset bernilai tinggi. Dalam satu kasus lain, seorang penjual pribadi dari aset serupa menerima perhatian dari sekitar 25 calon pembeli potensial—termasuk penambang Bitcoin, hyperscaler, dan perusahaan AI—yang semuanya mencari klausul NDA (Non-Disclosure Agreement).
Strategi Pemilik Aset: Menjual atau Mengembangkan?
Dalam contoh pasar harian yang lebih luas, pemilik aset infrastruktur menghadapi keputusan strategis: menjual kepada hyperscaler atau pengembang pusat data besar, atau mencoba menjadi pengembang sendiri?
Nardini melihat perusahaan industri dengan fasilitas yang lebih tua, tidak aktif, atau hampir tidak aktif mulai mempertimbangkan untuk memasuki ekosistem AI/HPC dan Bitcoin. Salah satu klien Nardini telah mengonversi blok kantor tua menjadi kapasitas daya modular, membangun unit 30 megawatt secara bertahap, dan kini mencari pendanaan lebih untuk ekspansi.
Tingkat urgensi pembeli juga mencolok. Dalam setidaknya satu negosiasi, seorang penyewa bahkan bersedia membayar sewa di muka sebelum penyelesaian proyek—fenomena yang mengindikasikan betapa kelangkaan dan permintaan kapasitas berkualitas di pasar saat ini.
Prospek Pasar dan Scenario Risk-On 2026
Melihat ke depan ke tahun 2026, Nardini tetap optimis. Jika suku bunga turun sebagaimana diharapkan beberapa analis, kondisi pasar akan menciptakan “lingkungan risk-on” yang menguntungkan aset infrastruktur dan sektor yang berhubungan dengan Bitcoin serta AI. Ini akan menjadi tailwind positif untuk volume transaksi di industri perbankan investasi.
Dia mengakui mungkin ada bias kepentingan dalam optimismenya—bank investasi mendapat fee dari M&A—tetapi realitas operasional yang dia dengar dari para eksekutif sangat meyakinkan. Dalam contoh pasar harian yang dia pantau, penyewa ada, harga tetap kuat, dan jika satu pelanggan tidak mengambil lokasi tertentu, ada pembeli lain yang siap menggantikannya.
Peringatannya sederhana: jika pengembang pusat data tidak dapat menyewakan kapasitas yang mereka bangun, atau tidak mendapatkan tarif yang mereka butuhkan untuk sustainable, itulah saatnya untuk khawatir. Saat ini, dalam contoh pasar harian yang Nardini amati, sinyal bahaya itu belum muncul.
Fundamental Bisnis Tetap Terjaga
Kesimpulannya, Nardini merangkum posisinya dengan tegas: “Dasar-dasar bisnis tetap utuh.”
Permintaan untuk kapasitas pusat data daya tinggi dan infrastruktur AI HPC terus berlanjut tanpa henti. Pengembang yang memiliki kapasitas pusat data berhasil menyewa kepada multiple penyewa berkualitas tinggi dengan tarif menguntungkan. Ekonomi core dari bisnis tetap solid. Pembeli masih sangat menginginkan energi, dan penjual melihat valuasi yang baik untuk aset mereka.
Meskipun peliputan media menekankan kekhawatiran valuasi AI dan koreksi saham teknologi, contoh pasar harian yang terjadi di lantai trading menampilkan cerita berbeda: perdagangan AI dan infrastruktur tetap hidup dan berkembang, didorong oleh kebutuhan fundamental yang tak terbantahkan—listrik dan komputasi berkinerja tinggi yang terus meningkat.
Seperti yang dinyatakan Nardini saat menutup wawancaranya, mengacu pada data pasar terkini hingga akhir Desember 2025: “Perdagangan AI masih hidup, dan data pasar harian menunjukkan momentum tetap berlanjut.”