① Data Penjualan Ritel Bulanan Amerika Serikat Desember (“Data Menakutkan”)
- Makna Inti: Secara langsung mencerminkan vitalitas konsumsi akhir tahun di AS, menjadi indikator kunci dalam menilai ketahanan ekonomi. - Ekspektasi Pasar: Diperkirakan 0.4%, lebih lambat dari nilai sebelumnya 0.6%, menunjukkan ekspektasi pasar terhadap pendinginan konsumsi. - Logika Pengaruh: - Data Lebih Baik dari Ekspektasi: Menguatkan harapan “soft landing” ekonomi, kemungkinan menunda pemotongan suku bunga Federal Reserve, menguatkan dolar AS, dan menekan aset risiko seperti cryptocurrency dan emas. - Data Lebih Lemah dari Ekspektasi: Memperburuk kekhawatiran perlambatan ekonomi, memperkuat ekspektasi pemotongan suku bunga, menguntungkan aset risiko, dan mungkin mendorong rebound Bitcoin dan cryptocurrency lainnya.
② Indeks Biaya Tenaga Kerja Kuartalan Kuartal Keempat Amerika Serikat
- Makna Inti: Mengukur pertumbuhan gaji dan manfaat, menjadi indikator utama dalam menilai ketahanan inflasi oleh Federal Reserve. - Ekspektasi Pasar: Diperkirakan 0.80%, tetap sama dengan nilai sebelumnya. - Logika Pengaruh: - Data Lebih Tinggi dari Ekspektasi: Menunjukkan tekanan inflasi gaji masih ada, memperkuat posisi “hawkish” Federal Reserve, dan berdampak negatif pada pasar saham dan cryptocurrency. - Data Lebih Rendah dari Ekspektasi: Meredakan kekhawatiran inflasi, memberi ruang bagi Federal Reserve untuk menurunkan suku bunga, dan menguntungkan aset risiko.
③ Indeks Harga Impor Bulanan Amerika Serikat Desember
- Makna Inti: Mencerminkan tekanan inflasi dari impor, menjadi indikator awal inflasi PCE. - Ekspektasi Pasar: Diperkirakan 0.1%. - Logika Pengaruh: - Data Lebih Tinggi dari Ekspektasi: Tekanan inflasi dari impor kembali meningkat, memperlambat laju pemotongan suku bunga, dan berdampak negatif pada aset risiko. - Data Lebih Rendah dari Ekspektasi: Inflasi menurun, memperkuat ekspektasi pemotongan suku bunga, dan menguntungkan pasar saham...
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
① Data Penjualan Ritel Bulanan Amerika Serikat Desember (“Data Menakutkan”)
- Makna Inti: Secara langsung mencerminkan vitalitas konsumsi akhir tahun di AS, menjadi indikator kunci dalam menilai ketahanan ekonomi.
- Ekspektasi Pasar: Diperkirakan 0.4%, lebih lambat dari nilai sebelumnya 0.6%, menunjukkan ekspektasi pasar terhadap pendinginan konsumsi.
- Logika Pengaruh:
- Data Lebih Baik dari Ekspektasi: Menguatkan harapan “soft landing” ekonomi, kemungkinan menunda pemotongan suku bunga Federal Reserve, menguatkan dolar AS, dan menekan aset risiko seperti cryptocurrency dan emas.
- Data Lebih Lemah dari Ekspektasi: Memperburuk kekhawatiran perlambatan ekonomi, memperkuat ekspektasi pemotongan suku bunga, menguntungkan aset risiko, dan mungkin mendorong rebound Bitcoin dan cryptocurrency lainnya.
② Indeks Biaya Tenaga Kerja Kuartalan Kuartal Keempat Amerika Serikat
- Makna Inti: Mengukur pertumbuhan gaji dan manfaat, menjadi indikator utama dalam menilai ketahanan inflasi oleh Federal Reserve.
- Ekspektasi Pasar: Diperkirakan 0.80%, tetap sama dengan nilai sebelumnya.
- Logika Pengaruh:
- Data Lebih Tinggi dari Ekspektasi: Menunjukkan tekanan inflasi gaji masih ada, memperkuat posisi “hawkish” Federal Reserve, dan berdampak negatif pada pasar saham dan cryptocurrency.
- Data Lebih Rendah dari Ekspektasi: Meredakan kekhawatiran inflasi, memberi ruang bagi Federal Reserve untuk menurunkan suku bunga, dan menguntungkan aset risiko.
③ Indeks Harga Impor Bulanan Amerika Serikat Desember
- Makna Inti: Mencerminkan tekanan inflasi dari impor, menjadi indikator awal inflasi PCE.
- Ekspektasi Pasar: Diperkirakan 0.1%.
- Logika Pengaruh:
- Data Lebih Tinggi dari Ekspektasi: Tekanan inflasi dari impor kembali meningkat, memperlambat laju pemotongan suku bunga, dan berdampak negatif pada aset risiko.
- Data Lebih Rendah dari Ekspektasi: Inflasi menurun, memperkuat ekspektasi pemotongan suku bunga, dan menguntungkan pasar saham...