#USCoreCPIHitsFour-YearLow BERITA TERKINI: CPI Inti AS Menembus Level Terendah Empat Tahun, Tekanan Inflasi Berkurang Signifikan 🔥
Data terbaru menunjukkan Indeks Harga Konsumen inti AS bulan Januari (CPI) naik hanya 2,5% tahun-ke-tahun, menandai level terendah sejak awal 2021! CPI headline juga melambat menjadi 2,4%, di bawah ekspektasi. Ini menandai titik balik penting dalam inflasi tinggi yang telah membebani ekonomi AS selama bertahun-tahun.
📊 Sorotan Data:
CPI Inti: +2,5% YoY (vs 2,6% sebelumnya) — terlemah dalam empat tahun
CPI Headline: +2,4% YoY (vs 2,7% sebelumnya) — terendah sejak Mei 2025
Angka Bulanan: CPI headline naik hanya 0,2%, CPI inti naik 0,3%
🔍 Alasan Pendinginan: Penurunan harga bensin sebesar 1,5% dan penurunan harga mobil bekas sebesar 1,8% adalah kontributor utama. Yang menarik, biaya perumahan, yang memiliki bobot signifikan dalam CPI, naik hanya 0,2% bulan-ke-bulan, dengan kenaikan tahunan melambat menjadi 3%, menunjukkan inflasi perumahan mulai memudar. Namun, harga tiket pesawat melonjak 6,5% dalam satu bulan, menjadi satu-satunya "titik panas."
💡 Dampak terhadap Pasar:
1️⃣ Ekspektasi Kebijakan Fed Meningkat Ekspektasi pasar terhadap pemotongan suku bunga tahun ini semakin menguat — trader kini memperhitungkan pemotongan total sekitar 63 basis poin untuk 2026, setara dengan lebih dari dua kali pemotongan suku bunga. Seorang ekonom PIMCO menyatakan: "The Fed seharusnya merasa lebih nyaman dalam pengambilan keputusan terkait pemotongan suku bunga."
2️⃣ Respon Positif Pasar Obligasi Harga obligasi naik, mendorong hasil obligasi 10 tahun mendekati ambang 4%, sementara hasil obligasi 2 tahun mendekati level terendah sejak 2022.
3️⃣ Efek Riple di Berbagai Kelas Aset
Dolar: Kemungkinan melemah secara modest, yang dapat menguntungkan komoditas dan pasar berkembang
Aset Risiko: Umumnya mendapatkan manfaat dari lingkungan inflasi yang melambat
Emas/Perak: Melonjak sebentar setelah data dirilis
⚠️ Tanda Peringatan yang Perlu Diperhatikan: Meskipun tren keseluruhan positif, harga barang seperti furnitur (naik 0,7%), peralatan rumah tangga (naik 1,3%), dan pakaian (naik 0,3%) terus meningkat, menunjukkan efek pass-through dari kebijakan tarif pemerintahan Trump masih ada. Ekonom memperingatkan: "Kita tidak ingin mengesampingkan potensi tekanan harga, terutama saat pola perdagangan mulai normal kembali."
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
#USCoreCPIHitsFour-YearLow BERITA TERKINI: CPI Inti AS Menembus Level Terendah Empat Tahun, Tekanan Inflasi Berkurang Signifikan 🔥
Data terbaru menunjukkan Indeks Harga Konsumen inti AS bulan Januari (CPI) naik hanya 2,5% tahun-ke-tahun, menandai level terendah sejak awal 2021! CPI headline juga melambat menjadi 2,4%, di bawah ekspektasi. Ini menandai titik balik penting dalam inflasi tinggi yang telah membebani ekonomi AS selama bertahun-tahun.
📊 Sorotan Data:
CPI Inti: +2,5% YoY (vs 2,6% sebelumnya) — terlemah dalam empat tahun
CPI Headline: +2,4% YoY (vs 2,7% sebelumnya) — terendah sejak Mei 2025
Angka Bulanan: CPI headline naik hanya 0,2%, CPI inti naik 0,3%
🔍 Alasan Pendinginan:
Penurunan harga bensin sebesar 1,5% dan penurunan harga mobil bekas sebesar 1,8% adalah kontributor utama. Yang menarik, biaya perumahan, yang memiliki bobot signifikan dalam CPI, naik hanya 0,2% bulan-ke-bulan, dengan kenaikan tahunan melambat menjadi 3%, menunjukkan inflasi perumahan mulai memudar. Namun, harga tiket pesawat melonjak 6,5% dalam satu bulan, menjadi satu-satunya "titik panas."
💡 Dampak terhadap Pasar:
1️⃣ Ekspektasi Kebijakan Fed Meningkat
Ekspektasi pasar terhadap pemotongan suku bunga tahun ini semakin menguat — trader kini memperhitungkan pemotongan total sekitar 63 basis poin untuk 2026, setara dengan lebih dari dua kali pemotongan suku bunga. Seorang ekonom PIMCO menyatakan: "The Fed seharusnya merasa lebih nyaman dalam pengambilan keputusan terkait pemotongan suku bunga."
2️⃣ Respon Positif Pasar Obligasi
Harga obligasi naik, mendorong hasil obligasi 10 tahun mendekati ambang 4%, sementara hasil obligasi 2 tahun mendekati level terendah sejak 2022.
3️⃣ Efek Riple di Berbagai Kelas Aset
Dolar: Kemungkinan melemah secara modest, yang dapat menguntungkan komoditas dan pasar berkembang
Aset Risiko: Umumnya mendapatkan manfaat dari lingkungan inflasi yang melambat
Emas/Perak: Melonjak sebentar setelah data dirilis
⚠️ Tanda Peringatan yang Perlu Diperhatikan:
Meskipun tren keseluruhan positif, harga barang seperti furnitur (naik 0,7%), peralatan rumah tangga (naik 1,3%), dan pakaian (naik 0,3%) terus meningkat, menunjukkan efek pass-through dari kebijakan tarif pemerintahan Trump masih ada. Ekonom memperingatkan: "Kita tidak ingin mengesampingkan potensi tekanan harga, terutama saat pola perdagangan mulai normal kembali."