Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Pasar saham New York berfluktuasi dan berkonsolidasi akibat gelombang pasca-perang Iran... harga minyak terus melonjak
Indeks utama pasar saham New York ditutup dengan pergerakan naik turun yang beragam dalam beberapa waktu terakhir, dipicu oleh ketegangan yang meningkat akibat perang dengan Iran. Dalam insiden serangan Iran yang menyebabkan sebuah kapal kargo Thailand di Selat Hormuz mengalami kerusakan dan lonjakan harga minyak internasional, meskipun Badan Energi Internasional (IEA) memutuskan untuk melepas cadangan minyak, pasar tetap menunjukkan kekhawatiran yang besar.
Pada tanggal 11, di Bursa Saham New York, indeks Dow Jones Industrial Average turun 289,24 poin menjadi 47.417,27 poin; indeks S&P 500 turun 5,68 poin menjadi 6.775,80 poin. Sebaliknya, indeks Nasdaq Composite naik 19,03 poin menjadi 22.716,13 poin. Hal ini menunjukkan bahwa pasar saham tetap berhati-hati sambil memantau konflik dengan Iran secara ketat.
Insiden serangan Iran terhadap kapal kargo asal Thailand ini merupakan serangan langsung pertama terhadap kapal sipil sejak pecahnya perang, yang semakin memperburuk kekhawatiran terhadap stabilitas di Selat Hormuz. Harga energi internasional pun merespons secara signifikan, dengan harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik lebih dari 4%. Pergerakan ini mencerminkan kekhawatiran pasar bahwa pelepasan cadangan minyak mungkin hanya langkah sementara.
Sementara itu, dinamika politik domestik di Amerika Serikat juga menjadi perhatian. Presiden Donald Trump berjanji akan menjamin keamanan di Selat Hormuz, tetapi tidak mendapatkan kepercayaan dari pasar. Dalam situasi di mana Iran mungkin melakukan balasan, para pelaku pasar saham terus mengambil sikap defensif.
Pasar terus memantau bagaimana perang dengan Iran dan lonjakan harga minyak akan mempengaruhi indikator ekonomi. Perubahan dalam situasi perang di masa depan, atau kemungkinan tercapainya solusi diplomatik terkait kestabilan harga minyak, kemungkinan besar akan menjadi fokus perhatian utama yang baru.