Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Kesulitan fiskal diharapkan berkurang dengan pengaruh kenaikan harga minyak…impor minyak meningkat 150 juta dolar
Rusia baru-baru ini diperkirakan akan mengalami peningkatan pendapatan yang signifikan dari pemerintah dan perusahaan minyaknya karena kenaikan harga minyak. Ketegangan di Timur Tengah menyebabkan lonjakan harga minyak, yang tampaknya menjadi sinyal ekonomi positif bagi Rusia yang menghadapi kesulitan keuangan akibat perang yang berlangsung selama empat tahun dengan Ukraina.
Juru bicara Kremlim Dmitry Peskov mengatakan dalam konferensi pers bahwa kenaikan harga minyak akan memberikan keuntungan tambahan bagi perusahaan minyak domestik dan meningkatkan pendapatan keuangan negara. Sebenarnya, diperkirakan Rusia dapat memperoleh sekitar 150 juta dolar AS (sekitar 2.25 triliun won Korea) per hari dari ekspor minyak. Hal ini diharapkan dapat sangat meringankan kesulitan keuangan yang disebabkan oleh perang di Ukraina dan sanksi ekonomi lainnya.
Harga minyak saat ini mendekati 100 dolar AS per barel, dan harga berjangka minyak mentah utama seperti Brent dan West Texas Intermediate juga terus menunjukkan tren kenaikan. Menanggapi hal ini, Amerika Serikat juga memutuskan untuk menghentikan atau melonggarkan sebagian sanksi terhadap minyak mentah Rusia sebagai langkah mengatasi kenaikan harga minyak.
Dalam situasi ini, ada komentar dari Amerika Serikat yang menyatakan bahwa fokus Presiden Trump pada masalah Timur Tengah melemahkan dorongan untuk negosiasi damai antara Rusia dan Ukraina. Namun, juru bicara Peskov menyatakan bahwa tim negosiasi AS masih terlibat dalam pembicaraan dan berharap negosiasi damai dapat segera dilakukan. Negosiasi trilateral yang direncanakan sebelumnya menjadi tidak pasti karena situasi di Timur Tengah, dan perkembangan ke depan sangat dinantikan.
Meskipun diperkirakan kenaikan harga minyak akan memberikan dampak positif bagi ekonomi Rusia, volatilitas pasar energi global yang tinggi membuat perubahan di masa depan menjadi sangat diperhatikan.