Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Pelabuhan Fujairah Iran Diserang, Harga Minyak Internasional Naik Tajam.
Iran terus menyerang pelabuhan Fujairah di Uni Emirat Arab, meningkatkan kekhawatiran gangguan pasokan minyak mentah. Serangan ini memicu reaksi keras dari pasar internasional, dan harga minyak global melonjak tajam dalam satu hari.
Pelabuhan Fujairah terletak di jalur strategis dan dianggap sebagai jalur alternatif penting untuk menghindari gangguan pengangkutan melalui Selat Hormuz. Kapasitas pengolahan minyak mentah harian di pelabuhan ini mencapai 1 juta barel, dan saat penguncian di Selat Hormuz terjadi, peran strategisnya menjadi semakin penting. Diketahui bahwa, akibat serangan ini, UEA mengalami siklus buruk di mana fasilitas penyimpanan minyak menjadi jenuh dan produksi minyak mentah menurun secara bersamaan.
Baru-baru ini, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April di New York Mercantile Exchange melonjak ke sekitar 96 dolar AS per barel, memperburuk kekhawatiran pasar. Kepala Dewan Ekonomi Nasional Gedung Putih, Kevin Hassett, menyatakan bahwa kemampuan Iran terbatas dan bahwa kapal tanker perlahan-lahan mulai kembali melewati Selat Hormuz.
Dalam konteks ini, para ahli dari institusi keuangan seperti TD Securities dan IG memperingatkan kemungkinan blokade total Selat Hormuz, dan bahwa serangan lanjutan dari Iran dapat memperburuk situasi. Diperkirakan, faktor risiko ini akan terus mendorong harga minyak naik dan meningkatkan ketidakstabilan pasar.
Situasi ketegangan antara Iran dan UEA di masa depan masih belum pasti, tetapi diperkirakan dinamika geopolitik ini akan terus mempengaruhi harga minyak internasional dan pasar energi. Jika ketegangan ini tidak dapat dihindari atau diredakan, tren ketidakstabilan ini kemungkinan akan berlangsung dalam jangka panjang.