Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Ingat cerita tentang HBO yang konon menemukan Satoshi yang asli? Nah, ini lagi-lagi memicu seluruh internet untuk berspekulasi. Dan setiap kali ada diskusi seperti itu, satu nama selalu muncul - Nik Saboe.
Tahu nggak, kenapa Nik Saboe sering disebut dalam konteks penciptaan Bitcoin? Karena pria ini benar-benar meramalkan masa depan sejak tahun 90-an. Seorang kriptografer dan ilmuwan komputer asal Amerika, lulus dari Universitas Washington dengan jurusan ilmu komputer pada tahun 1989. Plus lagi, dia juga meraih gelar doktor di bidang hukum dari Universitas George Washington.
Pada tahun 1994, Nik Saboe memperkenalkan konsep smart contracts — ide revolusioner yang menjadi fondasi seluruh industri blockchain. Kemudian pada tahun 1998, dia mengusulkan bit gold — mata uang digital yang mengatasi masalah double spending melalui proof-of-work. Kedengarannya familiar? Karena ini hampir seperti prototipe Bitcoin.
Bit gold Saboe menggunakan rangkaian solusi kriptografi, tetapi bergantung pada quorum alamat alih-alih kekuatan komputasi. Sistem ini memiliki kerentanan terhadap serangan Siville, tetapi idenya sangat revolusioner. Saboe sendiri menjelaskan ini seperti: uang kita bergantung pada kepercayaan kepada pihak ketiga, dan itu tidak berfungsi, seperti yang ditunjukkan oleh sejarah inflasi di abad ke-20.
Lalu, tepat 10 tahun setelah bit gold, pada Oktober 2008, Satoshi Nakamoto merilis white paper Bitcoin. Dan jika Anda sedikit paham tentang kripto, Anda akan melihat bahwa bit gold adalah hampir pendahulu langsung dari BTC.
Sekarang, tentang mengapa Nik Saboe dianggap sebagai kandidat utama Satoshi. Pertama, jelas — dia menciptakan bit gold, yang secara konsep sangat dekat dengan Bitcoin. Kedua, dia pasti memiliki keahlian teknis untuk itu. Ketiga, para peneliti menemukan kemiripan gaya penulisan yang mencolok antara Saboe dan Nakamoto. Keduanya merujuk pada ekonom Karl Menger, keduanya obses dengan privasi.
Bahkan ada pasar prediksi seperti Polymarket, di mana orang bertaruh tentang identitas Satoshi. Len Sassaman dulu menjadi kandidat utama, tapi Nik Saboe perlahan-lahan naik ke posisi terdepan. Kemungkinannya dinilai dengan angka dua digit, sementara kandidat lain tetap di angka satu digit.
Yang paling menarik? Nik Saboe terus-menerus membantah bahwa dia adalah Satoshi. Dan inilah yang paling banyak memberi petunjuk bahwa dia mungkin benar. Karena mereka yang benar-benar mengklaim sebagai Satoshi hampir selalu adalah penipu. Sejarah cryptocurrency mengajarkan kita satu hal — Satoshi yang asli tidak akan pernah membicarakannya.