Inggris mulai mengerahkan kekuatannya untuk mengumpulkan aset luar negeri orang Tiongkok

撰文:律师邵诗巍

根据媒体及英国皇家检察署公开信息,2026 年 3 月,英国高等法院对一名中国公民及其关联公司名下 85 套伦敦房产发出不明财富令和临时冻结令,相关房产总价值超过 81M英镑(sekitar Rp 81M dalam mata uang renminbi/RMB)。 Namun dalam proses ini, warga negara Tiongkok tersebut tidak didakwa di Inggris, apalagi dijatuhi vonis bersalah di Inggris.

Berdasarkan hasil penelusuran, identitas sebenarnya orang tersebut adalah Su Jiangbo, seorang pria dari Xiamen, Fujian, yang telah dicari oleh otoritas dalam negeri selama lebih dari dua tahun karena diduga terlibat dalam perjudian daring dan membuka kasino di Tiongkok.

Melihat berita ini, sulit untuk tidak teringat pada kasus Qian Zhimin. Pada November 2025, Qian Zhimin dijatuhi hukuman 11 tahun 8 bulan di Inggris atas tindak pidana terkait pencucian uang; sekitar 60k lebih bitcoin yang menjadi materi terkait kasus tersebut menjadi salah satu penyitaan bitcoin terbesar yang pernah terjadi di Inggris, dan aset terkaitnya juga ditangani melalui proses penagihan secara perdata (civil recovery).

Jika dua kasus ini diletakkan bersama, terlihat bahwa Inggris mulai secara aktif menggunakan pendekatan yang memadukan penagihan perdata dan penuntutan pidana secara paralel, untuk menangani dan semaksimal mungkin menyita aset bernilai besar yang semula berasal dari Tiongkok, namun telah mengalir masuk ke Inggris.

1 Inggris — tujuan utama pilihan uang kotor global

Inggris, terutama London, sudah lama dipandang oleh banyak pihak sebagai “tujuan utama pilihan” untuk uang kotor global.

Pada Mei 2024, pejabat senior Kementerian Luar Negeri Inggris secara terbuka menyebutkan bahwa, diperkirakan 40% kegiatan pencucian uang global mengalir melalui City of London dan wilayah kekuasaan kerajaan Inggris (The Guardian, Mei 2024). Menurut estimasi National Crime Agency (NCA) Inggris, pendapatan hasil kejahatan yang melampaui 100 miliar poundsterling per tahun dialirkan melalui atau masuk ke Inggris.

Sementara di bidang properti, justru area itulah yang menjadi tempat penampungan dana yang paling terkonsentrasi dan paling terlihat di Inggris. Dibandingkan dana rekening dan produk keuangan, properti lebih stabil dan juga lebih cocok untuk dimiliki dalam jangka panjang, dititipkan atas nama (nominee), serta dipindahtangankan, sehingga menjadi arah penting bagi berbagai jenis dana yang meragukan untuk “diparkir”.

Berdasarkan data Transparency International UK, pada periode 2016 hingga 2022, sedikitnya £6,7 miliar nilai properti Inggris dibeli dengan menggunakan kekayaan yang diduga hasil tindakan mencurigakan.

Salah satu saluran penting masuknya uang kotor ke pasar properti London adalah wilayah luar negeri seperti Kepulauan Virgin Britania. Penelitian Transparency International menunjukkan bahwa terdapat 494 properti di Inggris dengan total nilai sekitar £5,9 miliar yang berkaitan dengan dana mencurigakan yang masuk melalui wilayah luar negeri Inggris; dari jumlah tersebut, lebih dari 90% dananya berasal dari Kepulauan Virgin Britania.

Laporan berbagai organisasi seperti Transparency International berkali-kali menegaskan bahwa banyak dana ilegal dari Rusia, Tiongkok, Nigeria, dan negara lain mengalir ke pasar properti mewah London.

Karena Inggris dalam jangka panjang menjadi titik tujuan penting bagi aliran uang kotor, dalam beberapa tahun terakhir aparat penegak hukumnya juga semakin aktif dalam menangani aset bernilai besar yang sumbernya tidak jelas.

2 Mengapa aparat penegak hukum Inggris begitu aktif menangani aset bernilai besar yang sumbernya tidak jelas?

Apakah perubahan penegakan ini hanya sekadar peningkatan tata kelola akibat tekanan anti pencucian uang? Jelas bukan.

Faktor fiskal adalah pendorong paling nyata. Berdasarkan data publik dari Crown Prosecution Service (CPS) Inggris, dalam lima tahun terakhir Inggris telah memulihkan £478 juta aset ilegal. Dan untuk kasus Qian Zhimin, 61k bitcoin yang disita bernilai sekitar £5,5 miliar saat ini (sekitar Rp 738M dalam mata uang RMB).

Bagi aparat penegak hukum, jelas bahwa dalam jenis kasus ini, yang dimaksud bukan hanya “hasil penegakan” dalam konteks anti pencucian uang, tetapi juga pemulihan aset yang benar-benar nyata.

Dari sisi sistem, Inggris juga sejak lama sudah menyiapkan alatnya.

Berdasarkan Proceeds of Crime Act 2002 (POCA) Inggris, bagian ke-5 menetapkan mekanisme penagihan perdata, yang memungkinkan aparat penegak hukum untuk merebut kembali hasil kejahatan melalui proses perdata tanpa adanya putusan bersalah pidana. Dengan Undang-Undang Keuangan Pidana 2017 (Criminal Finance Act 2017), diperkenalkan pula Unexplained Wealth Orders (UWO), yang memberikan hak kepada aparat penegak hukum untuk meminta pihak terkait menjelaskan sumber kekayaannya selama ada alasan yang wajar untuk mencurigai bahwa aset tersebut jelas tidak sesuai dengan penghasilan sah orang yang bersangkutan; jika pihak yang dimohonkan tidak menanggapi dalam batas waktu yang ditentukan tanpa alasan yang wajar, maka aset yang bersangkutan dapat dianggap sebagai aset yang dapat ditagih (yakni dianggap sebagai hasil kejahatan). Apabila pihak yang dimohonkan tidak dapat membuktikan, maka aset tersebut selanjutnya akan masuk ke proses penagihan perdata.

Ini berarti pemberantasan pencucian uang tidak hanya tidak merugi, tetapi juga bisa menghasilkan pendapatan. Dalam latar belakang keringanan fiskal (ketatnya anggaran), ini jelas merupakan “jual beli yang menguntungkan dua sisi”.

3 Bagaimana uang orang-orang kita mengalir keluar?

Intinya, Inggris bisa menargetkan aset-aset ini karena uangnya sudah terlebih dahulu dipindahkan keluar dari dalam negeri.

Tetapi bagaimana tepatnya uang orang-orang kita keluar? Ini juga merupakan skenario yang sering ditemui oleh pengacara Shao dalam menangani kasus-kasus terkait.

Dalam beberapa tahun terakhir, pengacara Shao telah menangani banyak kasus yang terkait tindak pidana karena jual beli valuta asing secara ilegal; pihak-pihak yang ditemui dalam kasus tersebut mencakup perantara pengantar, perusahaan penukaran valuta, “U商”, money changer bawah tanah (underground money exchange), dan sebagainya.

Dari kasus-kasus ini juga terlihat bahwa cara penukaran valuta yang umum pada dasarnya mencakup beberapa jenis berikut:

Pertama, “semut memindahkan makanan” (mengangkut sedikit demi sedikit).

Ini adalah cara yang paling umum bagi masyarakat biasa. Secara operasional, biasanya dilakukan dengan meminjam dan mengumpulkan kuota pembelian valuta asing dari keluarga dan teman, memecah kuota pembelian valuta asing per tahun yang semula dibatasi, lalu memindahkan dana tersebut secara bertahap ke luar negeri.

Kedua, “saling tukar” lewat money changer bawah tanah.

Ini juga salah satu jalur yang paling sering digunakan saat ini. Orang yang menukar valuta memasukkan RMB ke rekening domestik yang ditunjuk oleh money changer bawah tanah; sementara di luar negeri, pihak money changer menugaskan orang untuk memindahkan mata uang asing senilai ke rekening luar negeri yang ditunjuk.

Ketiga, saluran mata uang virtual.

Dana domestik terlebih dahulu membeli stablecoin seperti USDT melalui transaksi OTC (over-the-counter) di luar bursa, lalu melalui pemindahan di blockchain, kemudian ditukarkan di luar negeri menjadi mata uang fiat seperti dolar AS dan poundsterling Inggris. Ini juga merupakan salah satu kategori yang lebih umum dalam kasus jual beli valuta asing ilegal yang ditangani oleh pengacara Shao.

Terutama dalam skenario ketika dana domestik digunakan untuk membeli properti di luar negeri dan mengonfigurasi aset di luar negeri, biasanya skema ini juga melibatkan kerja sama dengan perusahaan penukaran valuta lokal di luar negeri dan money changer bawah tanah, dengan pihak terakhir membantu proses pendaratan (konversi) mata uang fiat.

Keempat, memanfaatkan saluran perusahaan.

Contohnya, melalui perdagangan fiktif, atau skema “garansi dalam negeri untuk pinjaman luar negeri” (内保外贷), biasanya menggunakan perusahaan cangkang (shell company), latar belakang transaksi fiktif, serta kerja sama perusahaan domestik dan luar negeri untuk memindahkan dana yang semula tidak mudah dikeluarkan langsung ke luar negeri dengan alasan transaksi perusahaan atau pembiayaan.

Berbagai jalur penukaran valuta ilegal yang berbeda ini sebenarnya menghadapi risiko potensial yang sama:

Uang yang keluar melalui cara-cara semacam ini, kemudian “dibersihkan” lagi melalui skema pembelian properti di luar negeri, kepemilikan saham, pembukaan rekening, sehingga sumber dana yang sebelumnya sudah sulit dijelaskan menjadi semakin sulit untuk diurai.

4 Siapa yang bisa terjerat dalam rantai risiko hukum yang membuat aset disita?

Dalam keseluruhan rantai pemindahan dana, pendaratan (landing), dan kepemilikan, di baliknya biasanya terdapat pembagian peran yang lengkap.

Kelompok pertama: pemegang aset

Orang yang memindahkan aset itu sendiri jelas menjadi pihak yang paling langsung ditargetkan. Contohnya, Qian Zhimin adalah figur yang tipikal.

Namun menurut pengacara Shao, poin yang agak ironis dalam mekanisme penagihan perdata seperti UWO adalah:

Dalam mekanisme ini, selama sumber dana tidak dapat dijelaskan, aset akan disita; selama bekerja sama dengan menyerahkan properti kepada aparat penegak hukum Inggris, pihak yang diselidiki tidak akan mendapat hukuman (meskipun tindakan pihak yang diselidiki di negara kita dianggap sebagai kejahatan pidana) — artinya, dibandingkan dengan vonis bersalah, aparat penegak hukum lebih peduli pada uangmu.

Sebagai contoh kasus Song Shijie, Otoritas Efek Provinsi Anhui (安徽证监局) telah memberikan sanksi administratif berupa perampasan hasil ilegal dan denda setara, total sekitar RMB 22,28 juta, sementara kepolisian Shanghai juga membuka penyelidikan atas dugaan praktik ilegal bisnis efek dan pencucian uang. Setelah itu, pihak Inggris melakukan penyelidikan atas aset Song Shijie di Inggris berdasarkan petunjuk dan bukti yang disediakan oleh pihak China. Pada akhirnya, Song Shijie setuju menyerahkan tujuh unit properti di London serta dana di rekening bank Inggris senilai total sekitar £16,7 juta (sekitar RMB 160 juta).

Melalui penyelesaian (settlement) tersebut, Song Shijie menghindari potensi tuntutan pidana yang mungkin dihadapinya di Inggris.

Kasus ini adalah aksi penegakan hukum yang dilakukan bersama oleh polisi China, tetapi hingga Januari 2026, denda dan uang perampasan sebesar RMB 22,28 juta yang dikenakan kepada Otoritas Efek Provinsi Anhui China tersebut masih belum dibayarkan.

Sebagaimana diberitakan oleh Caixin: “Manipulatar pasar di Anhui yang tidak berhasil dihubungi dengan segala cara dan Song Shijie yang menunggak denda perampasan sebesar RMB 22 juta, ternyata menyerahkan kepada Inggris dan Amerika uang senilai hampir RMB 200 juta sebagai hasil penyelesaian perampasan aset.”

Kelompok kedua: pihak yang membantu secara perantara

Selain pemegang aset itu sendiri, pihak yang risikonya lebih tinggi adalah para perantara seperti perusahaan penukaran valuta, money changer bawah tanah, pedagang OTC, serta perantara properti luar negeri.

Baik untuk membeli properti di luar negeri, memindahkan dana keluar, maupun agar dana “mendarat” di rekening, dalam banyak kesempatan kelompok seperti ini tidak bisa dihindari.

Dalam pemahaman mereka sendiri, sering kali yang mereka lakukan hanyalah “membantu menukar valuta”, “membantu mengatur rekening”, “membantu menempatkan dana di luar negeri”—seolah-olah mereka hanya membantu menghubungkan atau menyediakan layanan perantara.

Namun dari sudut pandang risiko hukum pidana di daratan Tiongkok, kelompok ini yang paling mudah menyentuh adalah tindak pidana penjualan dan pembelian valuta asing ilegal sebagai praktik ilegal. Dan apabila dana yang mereka bantu pindahkan itu sendiri memiliki sifat sebagai hasil tindak pidana, selanjutnya juga bisa melibatkan risiko tambahan seperti pencucian uang, dan penutupan atau penyamaran hasil tindak pidana.

Karena dalam perspektif penegakan hukum, perantara yang memperkenalkan adalah mata rantai kunci agar seluruh industri pertukaran valuta ilegal bisa berjalan.

Kelompok ketiga: pihak yang berpartisipasi di lapisan luar (periferal)

Dibandingkan dua kelompok sebelumnya, pihak yang berpartisipasi di lapisan luar sering kali paling mudah meremehkan risiko mereka sendiri.

Misalnya, kerabat dan teman membantu membelah kuota penukaran valuta, menyediakan rekening, mengumpulkan dan melakukan pembayaran atas nama orang lain, menjadi nominee saham, atau menjadi nominee properti.

Dalam pemahaman mereka sendiri, sering kali itu hanya “sekadar bantu”, “pinjam kartu”, atau “menitipkan nama untuk nominee”.

Namun tindakan-tindakan tersebut juga merupakan bagian penting dalam keseluruhan rantai pemindahan aset, pendaratan, dan penyamaran.

Kelompok semacam ini belum tentu sejak awal masuk ke dalam proses pidana, tetapi tetap mungkin menghadapi risiko hukum pada level berbeda-beda terkait valuta asing, pencucian uang, praktik ilegal, dan sebagainya.

5 Peringatan risiko bagi pihak yang mengirim uang ke luar negeri

Dari kasus-kasus ini dapat dilihat bahwa “luar negeri” ternyata bukanlah tempat perlindungan aset seperti yang dibayangkan banyak orang. Sebagian besar orang di masa lalu mengira bahwa selama uang berhasil dipindahkan keluar negeri dengan lancar dan aset berhasil “mendarat” di rekening luar negeri, properti, atau struktur kepemilikan lainnya, maka risiko sudah hilang.

Kesalahan mereka ada pada anggapan bahwa hanya ketika ada vonis pidana, barulah harta mereka akan memiliki risiko.

Namun “keunggulan” dari mekanisme UWO (Unexplained Wealth Order/Perintah Kekayaan Tak Terjelaskan) di Inggris dan civil recovery (penagihan perdata) terletak pada kenyataan bahwa ia memungkinkan aparat penegak hukum terlebih dahulu melakukan “kecurigaan yang masuk akal” terhadap sumber kekayaan, lalu merampas aset tersebut melalui proses perdata, tanpa harus lebih dulu menjatuhkan vonis kepada orangnya.

Mekanisme penegakan ini, meskipun secara tampilan terlihat sebagai instrumen penegakan anti pencucian uang, tetapi dilihat dari hasil penanganan kasus-kasus spesifik, fungsinya lebih pada mengendalikan dan mengklaim sendiri aset bernilai tinggi yang sumbernya tidak bisa dijelaskan, sebelum menyelesaikan vonis bersalah pidana terlebih dahulu.

Dulu, orang-orang kita berupaya agar uangnya keluar. Sekarang, Inggris berupaya agar uang itu tetap masuk ke kantong mereka.

BTC-0,65%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan