Old Deng


Jika kamu berusia di atas tiga puluh tahun, maka kamu adalah Old Deng.
Orang tua, selalu ada yang harus memberitahumu.
Bukan kamu yang menyadarinya sendiri. Melainkan orang lain yang memberitahumu.
Old Deng, Old Deng.
Satu suara, satu pedang.
Pedang tidak terlihat berdarah. Tapi kamu tahu, ada sesuatu di tubuhmu yang sedang dipotong.
Dahulu, pendekar pedang menutup pedangnya di usia empat puluh. Karena tangannya lambat, penglihatannya kabur, jika dia menghunus pedang lagi, dia akan kalah.
Dia menerima takdirnya.
Kita generasi ini tidak menerimanya.
Tiga puluh tahun, cicilan rumah baru selesai tiga tahun, anak baru bisa memanggil ayah, orang tua baru mulai dirawat di rumah sakit.
Kita tidak bisa menutup pedang.
Pedang kita baru saja keluar dari sarungnya.
Tapi dunia persilatan tidak menunggu orang.
Dunia persilatan berkata, kamu sudah tua. Lagu yang kamu dengar, film yang kamu tonton, orang yang pernah kamu cintai, semuanya harus masuk ke museum.
Dunia persilatan memberimu sebuah nama—Old Deng.
Yang paling sulit bagi seseorang bukanlah dikalahkan, melainkan dihapus dari daftar.
Dikalahkan, masih bisa bangkit dan bertarung lagi. Dihapus dari daftar, bahkan tidak punya hak untuk naik ke ring lagi.
Tapi dunia persilatan tidak pernah milik orang muda.
Dunia persilatan adalah milik setiap orang yang masih berjalan.
Kamu tiga puluh tahun, kamu empat puluh tahun, pinggangmu mulai sakit, rambutmu memutih, lembur sampai tengah malam, pulang melihat wajah anak tertidur membuat hidungmu terasa perih.
Kamu masih berjalan, kamu masih di dunia persilatan.
Pendekar tua, bukan karena pedangnya tidak tajam lagi.
Tapi dia mulai mengerti, ada orang yang tidak layak diserang pedang, ada kata-kata yang tidak layak dibalas, ada label yang tidak layak dicabut.
Dia tersenyum, menyimpan pedangnya kembali ke sarung, melanjutkan perjalanan.
Ini bukan menyerah. Ini memahami.
Jadi, suatu hari, jika seseorang berteriak di belakangmu, "Old Deng"
Tak perlu menoleh, tak perlu menjelaskan.
Kamu jalani jalanmu, cintai orang yang kamu cintai, dengarkan lagu yang kamu suka, lindungi orang yang ingin kamu lindungi.
Saat larut malam sendiri minum alkohol, hormatilah dirimu sendiri.
Dunia persilatan sangat besar, mampu menampung semua orang yang masih berjalan.
Kamu bukan Old Deng.
Kamu adalah orang yang memiliki pedang.
Hanya saja pedang itu tersembunyi.
Tidak keluar dari sarung, bukan berarti tidak ada.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan