Sudah hampir 9 tahun di industri ini dan jujur saja, belum pernah kerasa sesuasana seconfused ini. Seolah-olah nggak ada yang patut ditunggu-tunggu lagi.



Kita udah dapet sebagian besar yang diinginkan: institusi masuk, teknologi berjalan. Tapi ada yang hilang—jiwa dari semua ini kayaknya hilang. Saya mulai merenung, apakah kita udah melupakan alasan fundamental kenapa kita ada di sini?

Ada yang celebrate stablecoin, ada yang excited dengan platform trading terdesentralisasi yang ngalahin finance tradisional. Mereka bilang itu kemenangan. Tapi saya lihat berbeda. Saya lihat beberapa jalan di depan, dan cuma satu yang worth it:

Skenario pertama: Finance tradisional literally menelan crypto. Stablecoin jadi mainstream, blockchain perusahaan dengan KYC everywhere, Bitcoin jadi digital gold di tangan pemerintah sama korporat. Atau worse, semua orang pake CBDC dan privacy finansial kita fully controlled. Teknologinya bagus, tapi kita kalah. Probabilitas maksimal.

Skenario kedua: Pemerintah surrender ke blockchain, semuanya permissionless, sistem KYC/AML hilang. Dunia yang free dan brilliant. Tapi honestly? Itu pure imagination. Probabilitas minimal.

Skenario ketiga: Kita build sesuatu yang parallel dan completely separate dari existing system. Anda bisa ada di kedua sisi, tapi pemerintah nggak bisa touch karena dirancang terpisah. Kami menang dengan cara yang honest. Probabilitas? Totally depends on us.

Saya nggak interested di skenario pertama. Itu cuma bikin mesin yang udah ada berjalan lebih smooth. Skenario kedua? Pure fantasy—pemerintah nggak bakal lepas sovereignty, sama seperti korporat nggak bakal lepas monopoli voluntarily.

Jadi hanya scenario ketiga yang tersisa. Beberapa orang sebut metaverse, digital nation, DAO, atau tribe—apapun namanya, mereka punya satu kesamaan: independent existence yang often contradicts dengan political dan financial system di dunia nyata.

Masalah terbesar kita adalah banyak orang belum really internalize pelajaran ini. Terutama kita di negara-negara Barat yang gradually comfortable dengan progress dan convenience increasing. Kita nggak pernah really feel apa rasanya tanpa sovereignty.

Tapi 2022 sampai 2024 kita actually experienced it: di satu sisi ada strict regulation attacks dari SEC dan CFTC, di sisi lain ada centralized entities yang almost bought half of crypto world. Apa pelajaran yang kita ambil? Kita justru think kalo dengan menempatkan people yang tepat di posisi tepat, kita bakal menang. Itu backwards thinking.

Selama bertahun-tahun kita complain tentang UX yang jelek, Bitcoin yang impractical sebagai payment tool, endless hacking attacks. Tapi gimana kalau kita semua salah? Gimana kalau inconvenience ini adalah price untuk sovereignty? Itu adalah culture yang should kita embrace actively?

I'm not saying MetaMask adalah peak innovation. Tapi kita harus optimize UX dengan target audience yang tepat: bukan 50% world population yang nggak butuh sovereignty, tapi 50% yang really need it. People di developing countries yang watch democracy mereka eroded. People di developed countries yang increasingly look like China dan Russia dengan anti-privacy laws.

Tujuan kita bukan melawan regulation atau government. Tujuan kita adalah create sesuatu yang literally mereka nggak bisa control. Kunci: nggak bergantung pada single points yang bisa dipotong. Fiat on-off ramps, app stores, DNS resolution, centralized sorters, social platforms, centralized stablecoins—semua itu potential kill switches.

Bangunan kita nggak boleh bisa dimatiin karena court order atau birokrat nge-press tombol. Pajak seharusnya nggak perhatian ke token kita (kecuali kita exchange ke fiat). Pada akhirnya, satu kalimat: kita harus create place dimana orang biasa bisa hidup tanpa ask permission dari siapa-siapa.

Yang specific: embrace permissionless protocols, nggak black-box off-chain solutions. Real DAO yang actually decentralized, bukan theater governance. Learn nggak bergantung pada centralized systems, siap switch immediately kalau ada yang disconnected. Resurrect algorithmic stablecoins—DAI backed by ETH saja, UST concept sendiri nggak salah, yang salah adalah kita add USDC ke dalam DAI dan stack unsustainable yields. Kita belum really try building parallel economy.

Dan privacy protection—use whatever tools necessary, yang penting berhasil.

Setelah 2022 kita seharusnya disperse, remember pelajaran ini. Tapi nggak terlambat sekarang. Prediksi saya lebih pessimistic: dalam beberapa tahun depan, alasan untuk escape akan semakin banyak. Monster besar akan grow dan squeeze lebih banyak hal. Escape sepenuhnya ke parallel crypto world sekarang impossible, even if it truly exists.

Tapi minimal kita bisa rebuild sesuatu, jadi orang di masa depan punya tempat untuk escape, sambil allow real world dan crypto world coexist. Tools untuk escape adalah satu-satunya worth building. Suatu hari, ketika crypto nggak lagi trendy, ia still bisa function independently. Lebih penting, ia give meaning ke actions dan things yang bisa kita build.

Most dari kita still bakal choose hidup berdampingan dengan empire. Karena responsibility, comfort, money, atau reasons lain—semua understandable, nggak masalah. Small group yang tersisa akan create exit, lalu search kembali things yang kita lepaskan. Itu yang matter.
BTC-0,71%
ETH-0,58%
USDC0,01%
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan