Jika memandang peta terpusat tradisional sebagai benteng data yang dikendalikan oleh beberapa perusahaan besar, maka protokol peta generasi baru yang dibangun berdasarkan konsep DePIN (decentralized physical infrastructure) sedang mencoba melakukan rekonstruksi kekuasaan yang melibatkan partisipasi bersama dari pengguna global.



Di era segala sesuatu di atas rantai pada tahun 2025 ini, kita sudah terbiasa dengan desentralisasi aset keuangan, tetapi sedikit yang menyadari—ruang fisik di bawah kaki kita sebenarnya juga didominasi oleh beberapa raksasa teknologi. Data peta yang kita gunakan setiap hari terkunci di server, pengguna adalah kontributor sekaligus pengumpul trafik, dan hubungan konflik ini tidak pernah berubah.

Sedangkan proyek data ruang berbasis ekosistem APRO ini bertujuan untuk mematahkan monopoli tersebut. Ide utamanya cukup sederhana: melalui mekanisme insentif DePIN, membagi tugas-tugas yang biasanya dilakukan oleh perusahaan survei tradisional menjadi jutaan tugas kecil, di mana setiap partisipan dapat memperoleh imbalan dengan menyediakan data lokasi, mengunggah gambar street view, dan memverifikasi informasi tempat. Model crowdsourcing ini secara langsung mengatasi masalah lambatnya pembaruan peta dan biaya tinggi.

Dari segi teknologi, ini jauh lebih menarik. Salah satu jebakan paling umum dalam proyek semacam ini adalah data palsu—serangan "penyihir" (akun palsu yang memalsukan data) atau penipuan lokasi palsu sering terjadi dalam proyek DePIN. Tetapi jika menggabungkan arsitektur dasar APRO dan teknologi zero-knowledge proof (ZKP), kita dapat melakukan verifikasi enkripsi terhadap jejak fisik tanpa mengungkapkan privasi pengguna. Ini seperti memberi setiap pengumpul data sebuah "perisai privasi"—sistem dapat memverifikasi bahwa mereka benar-benar berada di lokasi tersebut, tanpa merekam identitas spesifik mereka.

Potensi ruang imajinasi dari model ini sebenarnya sangat besar. Dari perencanaan kota, kendaraan otomatis, pengiriman logistik, hingga layanan bisnis lokal, semuanya membutuhkan data geografis yang real-time, akurat, dan terdesentralisasi sebagai pendukung. Jika proyek semacam ini matang, itu berarti kemungkinan besar akan muncul jaringan peta yang dibangun bersama oleh pengguna secara global—yang tidak milik perusahaan manapun, melainkan milik semua kontributor.

Tentu saja, dari proses dari nol ke satu, pasti akan ada tantangan: bagaimana menjamin kualitas data, apakah mekanisme insentif dapat berkelanjutan, dan hubungan kompetisi dengan produk peta yang sudah ada, dan sebagainya. Tetapi hanya dengan ide ini saja, sudah menyentuh inti dari nilai utama Web3—menggunakan desentralisasi untuk mendistribusikan kembali kendali atas faktor produksi.
ZKP-3,11%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • 4
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
SignatureLiquidatorvip
· 3jam yang lalu
Benar-benar ada hal seperti itu, Google Maps dan orang-orang ini memang terlalu penuh Jika saya benar-benar ingin menyelamatkan data peta, saya harus mempelajari cara menghasilkan uang ini Kuncinya adalah berapa lama mekanisme insentif dapat bertahan, jika tidak maka akan kosong Saya ingat bahwa saya memasukkan data ke aplikasi peta setiap hari, tetapi saya tidak mendapatkan sepeser pun, yang benar-benar kacau Ada sesuatu tentang bukti pengetahuan nol, dan masalah privasi akhirnya ditanggapi dengan serius Apakah pengguna biasa termotivasi untuk berpartisipasi, atau apakah itu proyek menghasilkan uang Schrödinger? Akankah perusahaan besar duduk diam, rasanya tidak sesederhana itu Demokratisasi data peta terdengar bagus, tetapi implementasi sebenarnya seharusnya tidak begitu mulus Saya harus mengakui bahwa ide ini memang baru, tetapi eksekusi adalah kuncinya Serangan Sybil memang penyakit membandel pada rantai, apakah ZKP cukup?
Lihat AsliBalas0
AirdropBlackHolevip
· 3jam yang lalu
Pemalsuan data benar-benar menjadi titik lemah DePIN, apakah ZKP bisa menyelesaikannya? Rasanya masih menggantung
Lihat AsliBalas0
StableNomadvip
· 3jam yang lalu
ngl, bagian serangan sybil ini baru saja memberi saya kilas balik PTSD ke seluruh kekacauan validator Helium. secara teori stabil tho
Lihat AsliBalas0
Web3ExplorerLinvip
· 4jam yang lalu
hipotesis: masalah sybil dalam pemetaan depin terasa seperti mencoba memverifikasi pedagang Silk Road tanpa mengetahui siapa yang benar-benar berjalan ke sana... pelindung privasi zkp terdengar keren sampai seseorang menyadari bahwa ketidaksesuaian insentif masih merusak semuanya lol
Lihat AsliBalas0
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • بالعربية
  • Português (Brasil)
  • 简体中文
  • English
  • Español
  • Français (Afrique)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • Português (Portugal)
  • Русский
  • 繁體中文
  • Українська
  • Tiếng Việt