Tahun 2026, digital yuan mulai memberikan bunga, yang sebenarnya mencerminkan sebuah fenomena ekonomi yang cukup menarik.
Mari kita kembali ke dasar: mengapa uang tunai yang beredar tidak menghasilkan bunga? Sangat sederhana, uang kertas hanyalah uang kertas, kamu menyimpannya di saku, di laci, atau di dompet ponsel, angka nominalnya tidak akan pernah bertambah sendiri. Tapi masalahnya—inflasi diam-diam bekerja. Daya beli setiap tahun menyusut, ini adalah fakta yang tidak bisa dihindari.
Lalu, bagaimana dengan digital yuan? Dari tampilan luar, ia berubah bentuk, dari uang kertas fisik menjadi data elektronik. Tapi secara esensial, ia tetap merupakan salah satu bentuk keberadaan uang tunai. Sebelumnya tanpa bunga, itu menunjukkan bahwa negara menganggapnya sebagai alat transaksi murni.
Sekarang, dengan diperkenalkannya mekanisme bunga, apa arti dari perubahan ini? Di satu sisi, ini mulai memiliki sebagian sifat penyimpanan nilai, mendorong orang untuk memegangnya daripada buru-buru menghabiskannya. Di sisi lain, ini juga mengisyaratkan sebuah kenyataan: bahkan mata uang digital yang diterbitkan secara resmi pun perlu melawan pengikisan inflasi.
Pada akhirnya, ini bukan sekadar penyesuaian kebijakan, melainkan seperti mengakui sebuah hukum ekonomi—daya beli uang tunai hanya bisa dipertahankan melalui suatu mekanisme tertentu. Baik dalam bentuk kertas maupun digital, keduanya tak bisa lepas dari takdir ini.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
12 Suka
Hadiah
12
7
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
SerNgmi
· 01-06 00:44
Wah, ini sebenarnya mengakui inflasi secara tidak langsung, keren banget
Lihat AsliBalas0
DegenWhisperer
· 01-05 21:31
Yuan digital juga harus mendapatkan bunga, singkatnya inflasi terlalu tinggi.
Lihat AsliBalas0
ParallelChainMaxi
· 01-05 01:49
Sederhananya, bank sentral juga mulai mengakui kekalahan, uang tunai harus bergantung pada bunga untuk bertahan hidup
Lihat AsliBalas0
DefiPlaybook
· 01-05 01:49
Tunggu, ini sebenarnya mengakui inflasi secara tidak langsung, dan menggunakan kerangka mata uang digital untuk menutupi.
Lihat AsliBalas0
WalletDoomsDay
· 01-05 01:49
Hmm... kenaikan suku bunga digital yuan, jujur saja, negara juga tidak mampu menanggung inflasi lagi
Dalam hal mempercepat kenaikan suku bunga, rasanya lebih jujur daripada simpanan bank, setidaknya jangan bohongi saya bahwa tidak ada bunga lagi
Lihat AsliBalas0
CountdownToBroke
· 01-05 01:27
Sial, resmi mulai menaikkan suku bunga Digital Yuan, apa artinya? Inflasi benar-benar tidak bisa dikendalikan lagi ya
Lihat AsliBalas0
Blockchainiac
· 01-05 01:25
Tunggu, suku bunga digital yuan naik? Apakah ini berarti uang kita akhirnya bisa menghasilkan seperti di kartu bank?
Uang tunai memang sudah dihantam inflasi secara brutal, sekarang ini resmi diakui oleh pihak berwenang.
Janji pembayaran elektronik menggantikan uang tunai, tapi malah harus diberi bunga agar menarik, 😂 membuat saya merasa terganggu
Sebenarnya ini hanya permainan taktik psikologis dari bank sentral, agar kamu secara sukarela menyimpan uang
Sekarang blockchain dan bank sentral bekerja sama melawan monster inflasi, menarik
Tahun 2026, digital yuan mulai memberikan bunga, yang sebenarnya mencerminkan sebuah fenomena ekonomi yang cukup menarik.
Mari kita kembali ke dasar: mengapa uang tunai yang beredar tidak menghasilkan bunga? Sangat sederhana, uang kertas hanyalah uang kertas, kamu menyimpannya di saku, di laci, atau di dompet ponsel, angka nominalnya tidak akan pernah bertambah sendiri. Tapi masalahnya—inflasi diam-diam bekerja. Daya beli setiap tahun menyusut, ini adalah fakta yang tidak bisa dihindari.
Lalu, bagaimana dengan digital yuan? Dari tampilan luar, ia berubah bentuk, dari uang kertas fisik menjadi data elektronik. Tapi secara esensial, ia tetap merupakan salah satu bentuk keberadaan uang tunai. Sebelumnya tanpa bunga, itu menunjukkan bahwa negara menganggapnya sebagai alat transaksi murni.
Sekarang, dengan diperkenalkannya mekanisme bunga, apa arti dari perubahan ini? Di satu sisi, ini mulai memiliki sebagian sifat penyimpanan nilai, mendorong orang untuk memegangnya daripada buru-buru menghabiskannya. Di sisi lain, ini juga mengisyaratkan sebuah kenyataan: bahkan mata uang digital yang diterbitkan secara resmi pun perlu melawan pengikisan inflasi.
Pada akhirnya, ini bukan sekadar penyesuaian kebijakan, melainkan seperti mengakui sebuah hukum ekonomi—daya beli uang tunai hanya bisa dipertahankan melalui suatu mekanisme tertentu. Baik dalam bentuk kertas maupun digital, keduanya tak bisa lepas dari takdir ini.