Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Laporan Forum Asia Boao: Ekonomi Asia Menghadapi Dampak Penuaan dan Kenaikan Tipis Tingkat Pengangguran
问AI · 老龄化将如何催生亚洲护理经济新机遇?
记者 田进
3月24日,博鳌亚洲论坛2026年年会发布的《亚洲经济前景及一体化进程2026年度报告》(下称《报告》)显示,人口老龄化给亚洲经济带来多维影响。作为世界人口最多的大洲,亚洲尤其是中国、日本和韩国等国家面临的人口老龄化挑战日益突出。
以65岁及以上老年人口占总人口比例计算,日本老龄化程度为全球最高,2025年超29%,韩国为21.21%,中国为15.9%。
《报告》提出,人口的老龄化会使亚洲一些发展中国家的劳动力供给逐渐减少,劳动力优势逐渐丧失,原有发展模式难以为继。老龄化还会增加社会保障支出尤其是养老保险支出,加重亚洲经济体的财政负担。
老龄化同样也会带来机遇,《报告》提出,老龄化将催生护理经济、银发经济等新业态,为老龄人口较多的亚洲经济体带来新的发展机遇。
另一方面,《报告》提出,2025年亚洲地区失业率呈逐步微增趋势,但总体上仍好于全球水平 。劳动力市场和收入既受人口结构变化等长期趋势的干扰,也受到全球贸易动荡和地缘政治风险等短期因素的冲击,2026年亚洲地区失业率预计总体稳定,但部分地区面临较大失业压力。
此外,《报告》提出,贸易规则不确定性上升以及供应链瓶颈问题也给亚洲经济前景带来较大不确定性,并正在侵蚀劳动者收入,东南亚和南亚地区遭受的冲击可能尤为明显;技术进步和人工智能可能令青年群体就业面临严峻挑战,但同时也可能改善非正规就业者的工作前景。
从全球范围来看,尽管面临多重挑战,亚洲仍是世界经济增长的主动力。《报告》提出,亚洲经济体GDP占世界经济的比重将持续上升,按购买力平价计算,预计由2025年的49.2%上升至2026年的49.7%。2026年亚洲GDP增速预计为4.5%。其中南亚增速最高,西亚经济增长面临更多的不确定性因素。